
HAPPY READING GUYS
________________________
Mereka semua pun kembali menuju Pattaya, tepatnya di rumah ibu Wana mereka dan juga nenek kesayangan dari Pim Ace...
Di dalam mobil,
"Nenek... aku masih mau tinggal disini lebih lama lagi, tapi besok sudah harus sudah di Bangkok karena harus sekolah..." rengek Pim pada nenek kesayangannya ini...
"iya-iya nenek tahu... tapi sekolah itu tetap yang paling penting sayang... cucu nenek harus menjadi orang hebat yang bisa mencintai dirinya dan membuat dirinya menjadi orang yang berharga dan bermanfaat bagi semuanya... dan ingat kamu adalah kehormatan bagi nenek, ibumu dan ayahmu... serta kesayangan kakak-kakakmu itu... harus rajin-rajin sekolah agar memiliki pengetahuan yang luas untuk menjadi lebih dewasa dalam menyikapi masalah yang nanti akan kamu hadapi..." ujar neneknya dengan kelembutan disetiap perkataannya itu, ditambah dengan usapan lembutnya di kepala cucunya yang cantik ini membuat Pim semakin larut dalam cinta kasih neneknya...
"iya nek... aku akan berusaha sebaik mungkin... hehehe" sahut Pim sambil memeluk tubuh neneknya yang sudah semakin renta saat ini...
***
Setelah sampai di rumah ibu Wana, saat mereka baru saja turun dari parkiran...
mereka semua sudah dapat melihat begitu banyak peralatan memanggang, dan bahan makanan yang juga sudah menumpuk begitu banyak di meja taman halaman rumah yang telah disiapkan dengan sangat cepat oleh anak buah Kim ini...
"wow... banyak sekali! aku akan makan sampai puas! hahaha" ujar Nan dengan penuh semangat...
"ayo kita nikmati semua ini, nikmatilah semuanya sebelum kita kembali ke Bangkok nanti malam/subuh karena anak-anak harus sekolah paginya..." ujar Kim sambil merangkul pinggang Aom dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya diangkat keatas seakan memberikan perintah untuk segera memulai kesenangan ini...
Mereka semua langsung membagi tugas satu sama lainnya, ada yang mengurus sayuran, ada yang mengurus bumbu, mengurus daging dan yang bertugas memanggang sedang menyiapkan bara api yang pas untuk menghasilkan barbeque terbaik yang bisa mereka nikmati malam ini...
Kim keluar dari dalam rumah membawa beberapa botol wine kualitas terbaik yang langsung membuat para pria itu berseru dengan senang...
Karena hanya mereka yang tahu bahwa ini adalah perayaan sebelum badai besar datang keesokan harinya, badai yang mungkin akan sangat sulit dihadapi sampai-sampai membuat mereka lupa untuk makan lagi nantinya...
__ADS_1
Perintah Kim sebelum mereka meninggalkan kuil tadi sore adalah,
"bersenang-senanglah sekarang, karena kita tidak tahu apa saja yang harus kita lalui besok karena ulah badan intelijen negara... aku rasa ini adalah salah satu rencana terbesar yang sudah mereka rancang dari lama, maka dari itu... Bersenang-senang selagi bisa!" ujar Kim memberikan perintah dan juga semangat bagi mereka semua sore tadi...
"sayang... jangan bilang setelah ini kamu akan sibuk sekali... karena biasanya kamu akan memberikan semuanya secara berlebihan sebagi penebusan karena kamu akan sibuk dalam waktu yang lama... apa firasatku ini benar?" tanya Aom sambil memeluk lengan kanan Kim dengan erat sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kim saat mereka duduk di kursi taman itu...
Kim menatap mata Aom dengan lekat, lalu mencuri sebuah ciuman singkat dari bibir mungilnya itu... hanya sepersekian detik hingga Aom hanya bisa terkejut dan merasakan kelembutan itu sekilas tanpa bisa menikmatinya...
Kim tersenyum begitu manis kepadanya, lalu berkata,
"kamu memang istriku yang sangat cantik dan pintar ya... bagaimana bisa aku menyembunyikan sesuatu darimu, itu tidak mungkin bisa... hehehe" ujar Kim terkekeh geli sambil mencubit pelan kedua pipi mulus istrinya ini...
"heh! jangan pura-pura lagi sayang... memangnya rahasia apa yang tidak bisa kamu simpan? Zero, Maru, hubungan kita, dan entah berapa banyak lagi rahasia dalam dirimu ini... pria misterius yang elegan seperti sebuah kotak pandora ini... bagaimana aku tidak bisa tertarik pada apapun yang menyangkut dirimu sayang... dan ingat, semakin hari aku pasti akan bisa lebih mengenal dirimu jadi jangan harap bisa merahasiakan sesuatu dariku ya!" sahut Aom sambil mencubit hidung mancung suaminya dengan gemas...
Setelah itu merekapun juga ikut membantu semuanya mempersiapkan makanan...
Ini adalah salah satu cara mereka untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada para istri tercintanya ini... membuat mereka tersenyum dan tertawa bersama...
sementara kedua putri mereka ini malah asik mencicipi dan memakan sosis dan daging yang baru matang...
Setiap detiknya diacara barbeque malam ini diisi oleh canda tawa mereka semua...
canda tawa seakan tidak ada sedikitpun beban yang mereka miliki saat ini ataupun dihari yang akan datang nantinya...
"mari kita bersulang! demi kejayaan, kedamaian dan juga kebahagiaan semua orang!!!" teriak Kim sambil mengangkat gelas winenya ke udara diikuti oleh semua orang...
Namun ketika Pim dan Ace ingin mengikuti mereka, Kim menahan tangan Pim sementara Mario menahan tangan Ace yang berusaha menggapai gelas wine...
Kedua orang ayah ini segera mengganti gelas wine itu masing-masing dengan segelas orange jus yang langsung membuat wajah kedua putri mereka itu cemberut...
__ADS_1
padahal mereka berdua pikir saat ini mereka akan bisa menikmati bagaimana rasanya meminum wine untuk pertama kalinya...
"ayolah ayah... sedikit saja... aku kan hanya ingin mencicipinya saja... boleh ya ayah..." rengek Pim pada ayahnya...
"iya ayah... hanya seteguk saja oke?" ujar Ace pada ayahnya juga...
"tidak boleh... hanya boleh setelah kalian sudah berusia 19 tahun keatas... sebelum itu kalian tidak boleh menyentuh setetes pun minuman yang mengandung alkohol... ingat itu..." sahut Kim membuat keduanya hanya bisa cemberut sambil menghitung berapa tahun lagi mereka harus penasaran dengan rasa minuman yang katanya sangat enak dan berfungsi untuk menghangatkan tubuh di negara yang memiliki musim dingin itu...
***
Setelah mereka semua selesai menikmati acara malam ini sampai puas, para anak buah Kim sudah menyiapkan mobil untuk segera kembali ke Bangkok...
tapi sebelum itu, Kim memaksa ibu Wana untuk ikut ke Bangkok beberapa hari ini...
sempat terjadi perdebatan antara seorang putra dan ibunya ini... namun pada akhirnya Kim menang dengan cara yang sangat kekanak-kanakan... ibu Wana setuju untuk ikut ke Bangkok setelah dirinya kalah bermain gunting batu kertas dengan Kim selama tiga kali putaran...
Kim membukakan pintu untuk Aom, Pim dan terakhir ibu Wana yang masuk... namun saat hendak masuk ke dalam mobil Limosin hitam yang begitu mewah ini, Kim berkata...
"ada alasan khusus kenapa aku memaksa ibu ikut kembali bersama kami ke Bangkok... nanti aku jelaskan, tapi jaga ini tetap menjadi rahasia diantara kita...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1