
HAPPY READING GUYS
_______________
“jadi kamu tidak akan menyukaiku jika aku tomboy begitu?” sahutnya
“mungkin iya… mungkin juga tidak… wleeee…” sahut bocah itu sambil berlari menjauh dari si kecil Aom ini
“Hoi! Maru! Berhenti kau!!!” teriak Aom penuh kekesalan
Anak lelaki ini sudah Aom putuskan akan ia panggil dengan nama Maru karena dia selalu menyebalkan…
Hari berganti hari akhirnya Maru dijemput oleh orang tuanya, namun saat akan pergi meninggalkan Aom ia memeluk tubuh Aom dengan erat…
“aku tidak menyangka anak tampan ini adalah anak dari sahabatku…” ujar Manaying sambil memeluk sahabatnya itu
“terima kasih banyak Ying… aku tidak akan bisa membalas jasamu ini…” sahutnya yang memeluk Manaying dengan sangat kuat
“tidak perlu begitu Hans… kita kan sahabat… susah senang kita sama-sama…” sahutnya
“kalau begitu aku pergi dulu ya…” ujar Hans
“Ayo nak kita pulang…” ujar Hans kepada putranya itu
“paman terima kasih sudah mau merawatku salama ini… aku akan selalu mengingat kebaikan paman ini…” ujarnya lalu memeluk Manaying dengan erat…
“tentu saja nak… aku juga akan selalu merindukan keceriaan kalian berdua” ucap manaying sambil melihat Aom putri kesayangannya itu
“Ibu Wana…. Terima kasih sudah menyayangiku seperti anakmu selama ini… aku saying kalian berdua…” ucapnya sambil memeluk Wana dengan erat…
“iya saying… kamu jangan lupa main-main kesini ya kalau ayahmu ada waktu…” ujar Wana sedikit menekankan kata-kata terakhirnya itu
“kamu tau aja Wan…” ucap Hans terkekeh
Lalu anak lelaki tampan ini menghampiri Aom, Maru-nya Aom akan segera pulang… aom nampak sedikit sedih karena bocah yang selama ini mengisi hari-harinya akan segera pergi…
“kamu telah menyelamatkan aku, maka di masa depan aku berjanji akan selalu menjagamu Aom… saat nanti kita bertemu lagi aku harap kamu sudah menjadi gadis cantik untuk mendampingi pria setampan aku nantinya…” ucapnya dengan penuh percaya diri
“iiiihhh… kok percaya diri banget jadi orang…” gerutu Aom namun di dalam hatinya ia tersenyum senang
Cup!
__ADS_1
Tanpa permisi Maru mencium pipi mulus Aom, yang membuat si empunya merona malu karena ulahnya
“daaaahhh…. Sampai jumpa Aom…” serunya sambil berlari masuk kedalam mobil yang menjemputnya itu
“Sampai jumpa bocah nakal!” teriak Aom
Para orang dewasa yang melihat tingkah lucu mereka hanya bisa tertawa lepas….
Akhirnya mobil yang membawa Maru-nya semakin menjauh dan tak terlihat lagi….
Tentu saja Aom merasa kesepian setelah bocah tampan yang nakal itu tidak ada lagi di rumahnya… beberapa hari ia Nampak murung namun setelahnya ia kembali ceria seperti anak lainnya yang dengan sengaja manaying undang ke rumah mereka agar aom tidak kesepian lagi….
#Flashback Off
Setelah berusaha mengingat kejadian di masa kecilnya Aom kembali teringat akan janji Maru-nya kepada dirinya itu… ia tersenyum…
“kamu dimana sekarang Maru?” batin Aom
“lalu apa hubungannya Maru dengan perjodohan kami bu?” tanya aom pada mamanya
“kamu belum paham arah pembicaraan kita aom?” tanya mamanya
“hmmmm… apa hubungannya maru dengan kim Hans? Paman Hans…..” ujar aom berpikir lalu ia terdiam
“iya sayang… Marga Hans Suppanad cuma ada 1 di negara kita ini…” sahut mamanya
Aom tidak bisa berkata-kata lagi… alur takdir ini terlalu sulit dipercayai… terlalu banyak kebetulan di dalamnya menurut Aom sendiri… Ataukah ini memang sudah dipersiapkan…
Setelah itu Aom kembali mengingat janji Maru-nya yang akan menjaga dirinya di masa depan…
Maru memiliki marga Hans dan dia selalu menjaga Aom… tidak salah lagi Maru-nya itu pasti Kim Hans…
dan ia sama sekali tak menyadarinya… bahkan saat SMA dulu juga ia tidak pernah tau…
ia melupakan semuanya, sampai sekarang ia mengingatnya lagi pun karena mamanya yang mengungkit hal ini…
“Kim Hans adalah dia?... bocah nakal itu?” ucap Aom dan di jawab anggukan serta senyuman dari mamanya
“alasan kenapa dulu ia tak mau memberitahukan nama dan marganya ke kita karena itu sebuah peraturan dari ayahnya… tidak boleh mengatakan identitas saat berada dalam kondisi yang lemah, karena banyak musuh ayahnya yang akan berusaha membunuhnya untuk kepentingan pribadi mereka… dan saat kau menemukannya di sungai dia bilang sebelum itu kim diculik dan disiksa agar Jo Hans ayahnya mau menyerahkan setengah wilayah kekuasaannya untuk kelompok itu namun saat akan dibawa pergi Kim memilih untuk kabur ke hutan dan akhirnya jatuh ke sungai serta terbawa arus sampai ke tempat kamu menemukan dirinya saying….” Tutur mamanya
“Kim menceritakan semuanya pada mama beberapa hari sebelum dia kembali ke rumah ini pertama kalinya… saat itu mama baru sadar, mama memang sangat menyayanginya selama masa pelatihannya dengan papamu dulu sudah seperti anak kandung mama sendiri… tapi mama tidak ingat dia adalah Maru karena Jo Hans punya 2 orang anak, dan mama juga tidak menanyakan soal itu… lebih tepatnya tidak kepikiran kearah sana…” sambung mamanya lagi
__ADS_1
Aom hanya diam mendengarkan sambil mengingat-ingat kenangannya dulu… Kim ternyata sudah memiliki ikatan dengannya sejak dari kecil…
Ia berpikir betapa beruntungnya dirinya dicintai oleh pria yang sangat setia pada perkataan dan tindakannya ini…
“Kim Hans… kenapa kamu begitu menjadi semakin sempurna saat aku semakin mengenal dirimu…” gumam aom dalam hatinya
Kini Hari sudah semakin malam Aom dan mamanya sudah hampir selesai memasak… namun Kim dan Art belum juga pulang…
Ponsel kim sama sekali tidak dapat dihubungi membuat hati aom semakin cemas…
Namun tak berselang lama gelak tawa terdengar dari arah pintu dan menunjukan 2 orang lelaki tampan sedang bercanda, ayah dan anak itu begitu menikmati candaan mereka berdua sampai tak menyadari tatapan tajam yang sedang mengawasi mereka itu…
“Kami sudah pulang Nek, ma…” ucap Art dengan ceria sesuai dengan arahan Kim
“Wooo… aromanya sangat enak bu… aku jadi tidak sabar untuk makan…” ujar Kim pada mama Aom
“Hay sayang…” Cup! Kim mengecup pipi mulus istrinya
“kemana saja kalian sampai semalam ini? Bagaimana kalau Art sakit kena angin malam?” protes Aom kepada Kim yang hanya tersenyum kearahnya
“Jalan-jalan iya kan Art…” ucap Kim dengan wajah berseri-seri serta mengedipkan matanya
“sudahlah cepat mandi lalu kita makan bersama…” ucap Aom lalu tanpa permisi lagi kim mencium bibirnya dan dengan cepat berlari ke kamar dengan Art yang masih ia gendong… mereka mandi berdua secepat mungkin karena memang sudah merasa lapar juga…
Di meja makan semuanya nampak ceria kecuali Aom yang terlihat banyak pikiran…
“Bu… apa ibu tadi memberikan soal matematika yang banyak kepada mamanya Art sampai dia begitu banyak pikiran begini?” goda Kim yang melihat istri cantiknya hanya diam dan tidak bersemangat begitu…
“padahal ibu hanya memberikan teh mint hangat sayang… tapi apakah efeknya sejauh ini? Apa karena kamu terlalu banyak menguras tenaganya Kim?” sahut mamanya yang mulai ikut menggoda Aom
“ma… jangan bahas itu lagi…” ujar aom lalu menatap kim dengan tajam, tapi yang ditatap malah terkekeh melihat dirinya
“jangan tatap aku begitu… nanti aku malah makin jatuh cinta…” ujar kim terkekeh
“jatuh cinta itu apa pa?” tanya Art dengan polosnya
_________________
Jangan lupa vote, like dan komentarnya guys....
Love You Guys....
__ADS_1
~Kim Hans