His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Berlatih, Melatih, Dilatih #1


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


______________


Seperti yang sudah direncanakan oleh Kim, mereka semua menuruni perbukitan menuju tempat berlatih mengendarai mobil bersama...


" 1. Pertama lari menuju pos penjagaan Z kembali lagi, 2. kalian akan ayah beri pelatihan yang berbeda-beda... terutama kamu Pim, masih berminat berlatih samurai?" ujar Kim sambil menyetir mobilnya itu


"masih! aku mau ke Jepang!" sahut Pim penuh semangat seperti biasanya


"heh ke jepang ya ke jepang saja buat apa berlatih samurai segala..." ujar Tan pada Pim


"ya terserahku dong mau belajar teknik perlindungan diri apa... ayah saja tidak melarangnya kenapa kau yang sewot sih?" sahut Pim sinis pada Tan


"lalu khusus untuk istri cantikku ini aku akan mengajarimu untuk berkuda lagi" ujar Kim sambil mengedipkan matanya


"ayah, aku penasaran dengan senapan baru yang tengah masuk proses produksi itu, apa nanti aku bisa mencoba prototipenya yah?" tanya Art pada Kim


"tentu saja boleh, kenapa tidak..." sahut Kim enteng


"sayang, kenapa aku lebih suka mendengar anak-anak memanggil kita seperti saat mereka kecil dulu ya? terdengar lebih manis... papa mama..." ucap Aom tiba-tiba


"hahaha aku rasa memang terdengar sedikit lebih manis dengan panggilan itu sayang..." sahut Kim namun langsung di tentang keras oleh Art dan Tan dengan sangat kompaknya


"Tidak!!! terdengar sangat manja!" seru mereka berbarengan, lalu setelah itu mereka saling pandang dan tertawa bersama


"kita berpikir hal yang sama..." ucap Art lalu mengacak-acak rambut Tan

__ADS_1


"aku juga sama kak... tapi lebih baik jangan mau sama seperti dia" ujar Pim sambil menarik tangan Art dari kepala Tan seakan dia cemburu melihat kedekatan Tan dan Art itu...


"kamu ini ya... kenapa selalu memusuhi kakak Tan mu ini..." ujar Art terkekeh geli


"Tuh dengar... kakak Tan! Kakak! Tan!" ujar Tan menekankan kata kakak diucapannya itu


"Tidak akan pernah wleee!!!!" sahut Pim


Tanpa terasa mereka sudah sampai di tempat latihan...


Latihan mereka pun berjalan dengan 'mulus' menurut Kim, walaupun anak-anaknya terlihat begitu kelelahan karenanya, terkecuali Art yang sudah mulai terbiasa dengan latihan-latihan keras dari ayahnya itu...


"sekarang cobalah prototipe ini, pelurunya masih menggunakan plastik bukan yang asli... setelah satu jam dari sekarang aku ingin mendengar rincian dari senjata itu kekuatan tolakannya, hentakan dan berbagai aspek lainnya, kau tau maksud ayah kan Art?" tanya Kim sangat serius...


"tentu ayah... aku akan mencobanya sekarang" sahut Art penuh keyakinan, lalu Kim melemparkan masing-masing sebuah samurai pada Tan dan Pim...


"ayah bilang dulu kalau mau melemparkan sesuai!" protes Pim pada Kim


"apa musuhmu akan memberikan pemberitahuan dulu sebelum menyerang Pim? bukankah ayah sudah mengingatkanmu untuk tetap siaga saat latihan dan berada di luar rumah?" ujar Kim tegas, Pim hanya cemberut karena ia tahu saat latihan, bekerja, dan berada di luar rumah maka ayahnya yang baik dan sangat penyayang itu akan berubah menjadi tegas, dingin, kejam dan suka memerintah seenaknya menurut Pim...


"Ayo naiklah tuan putri..." ujar Kim sambil mengulurkan tangannya untuk menjadi tumpuan kaki Aom untuk naik keatas kuda itu


"Jupiter izinkan aku belajar menaikimu ya..." ucap Aom sambil mengelus lembut kepala kuda itu, lalu setelah ia duduk dengan benar Kim ikut naik keatas kuda putihnya itu bersama Aom...


"ingat saat pertama kali aku mengajakmu berkuda dulu?" tanya Kim dengan senyuman manisnya


"aku ingat, tapi saat itu kamu yang mengendalikan Jupiter sepenuhnya sayang..." sahut Aom


"ya... dan itu cukup menyenangkan bukan?" ujar Kim sambil tertawa pelan di belakang Aom, lalu ia mengulurkan tangannya mengambil pelana kudanya, saat ini terlihat seperti Kim sedang memeluk tubuh istrinya yang duduk di depannya itu...


"pegang tali pelana kudanya seperti ini..." ujar Kim sambil menuntun tangan Aom agar memegang tali itu dengan benar....

__ADS_1


"setelah itu hentakan keatas lalu kebawah seperti ini... tapi jangan terlalu keras, karena jika terlalu keras maka kudanya akan berlari dengan sangat kencang... tidak apa-apa jika orang yang sudah mahir menaiki kuda seperti diriku ini yang melakukan itu, tapi jika baru belajar itu tidak akan bisa dikendalikan... bisa-bisa orang yang baru belajar naik kuda itu akan terhempas keras jatuh ketanah karenanya... mengerti sayang?" ujar Kim panjang lebar...


"hmmm aku rasa aku sudah sedikit paham sayang... boleh aku coba sekarang?" tanya Aom


"ya... cobalah sayang... ingat pelan-pelan saja..." sahut Kim, kemudian Aom menghentakkan tali kudanya dan Jupiter pun mulai berjalan dengan pelan...


"aaaaa... aku bisa...hahaha..." seru Aom sangat senang...


"istriku ini memang sangat pintar..." ucap Kim sambil mengusap-usap pucuk kepala Aomnya itu


"sekarang coba hentikan Jupiter..." ujar Kim


"huh? caranya sayang?" sahut Aom bingung


"ayo coba pikirkan bagaimana caranya sekiranya sayang?" sahut Kim


Ini sangat menyenangkan bagi Kim karena ia sangat suka menikmati wajah cantik istrinya yang sedang kebingungan dan berpikir keras seperti ini...


"harusnya seperti ini bisa..." ucap Aom lalu menarik tali pelana kuda itu kuat, hingga Jupiter berhenti berjalan secara tiba-tiba dan malah mengangkat kedua kaki depannya seolah-olah ingin melompat


"tenang Piter.... tenang..." ucap Kim sambil mengelus kepala kuda kesayangannya itu, ia juga mengendurkan tarikan tali itu dari tangan Aom


"jangan terlalu keras menariknya... cukup tarik seperti ini saja... tidak terlalu pelan tidak terlalu keras juga... dan juga tidak boleh terlalu lama... tarik lalu kendurkan... jika tidak kudanya akan melompat..." ujar Kim menerangkan teknik dasar berkuda itu kepada Aom dengan perlahan...


Jika ada orang lain yang melihat mereka berdua seperti ini maka orang itu pasti akan berpikir jika Kim dan Aom adalah sepasang kekasih yang baru saja menjalin hubungan dan sedang menunjukkan semua keromantisan mereka pada dunia layaknya pasangan-pasangan baru pada umumnya...


Mereka tidak akan ada yang menyangka jika kedua orang ini sudah memiliki tiga orang anak...


karena cinta mereka tidak pernah memudar sedikitpun, malah semakin bertambah setiap harinya...


____________________

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2