
HAPPY READING GUYS
____________________
Mereka pun melanjutkan untuk melihat-lihat devisi lainnya di laboratorium itu...
satu persatu mereka lihat dan Kim memantau semuanya dengan teliti...
Hingga saat ini mereka telah berada di ruangan devisi terakhir,
Devisi eksperimen dan rekayasa genetika...
di devisi inilah gadis cantik yang bernama Pei Mindara tadi bertugas...
Saat Kim dan Aom serta Daw masuk kedalam ruangan penelitian itu, semua orang yang sedang bekerja pada sampel penelitian yang menjadi tugas mereka masing-masing langsung menghentikan pekerjaannya saat menyadari bahwa bos besar mereka telah masuk ke dalam ruangan itu, kecuali satu orang yaitu Pei...
Dia masih tetap fokus pada sampel yang tengah ia teliti itu sampai tak menyadari keadaan sekitarnya yang sudah mulai sedikit riuh karena kedatangan tuan Kim Hans mereka... semuanya memberi hormat dan menyapa Kim dan Aom dengan sangat ramah...
"aduh anak ini tidak pernah peka akan keadaan sekitarnya, saking fokusnya bekerja..." batin Daw sedikit was-was karena gadis ini terkesan tidak menghormati tuan Kim nya... entah apa yang akan dilakukan bos mereka ini pada gadis itu setelah ini pikirnya...
Menyadari ada satu meja yang masih tetap sibuk dengan suara kecil dari letupan-letupan zat kimia yang sedang dipanaskan, Kim berjalan menghampirinya dan berdiri di samping gadis bernama Pei itu sambil terus mengamati pekerjaan yang tengah di lakukan gadis itu dengan sangat fokus... bahkan ia tak menyadari akan kehadiran Kim di sampingnya...
"astaga... apa yang harus aku lakukan saat ini... semoga mood tuan Kim sedang bagus saat ini..." doa Daw di dalam hatinya, karena akan sangat disayangkan jika mereka harus kehilangan seorang gadis pintar ini hanya karena ketidak pekaannya terhadap kondisi sekitar...
Saat ini Pei tengah mengekstraksi sebuah rantai DNA dan mencoba untuk melakukan rekayasa genetik pada sebuah sampel DNA yang entah itu merupakan DNA dari apa...
Beberapa kali ia nampak gagal dalam
__ADS_1
Pemasangan cDNA pada cincin plasmid dari sel yang tengah ia coba hubungkan untuk menghasilkan DNA rekombinan yang nantinya akan dilakukan kloning agar mendapatkan banyak sel baru yang lebih unggul dari sel yang aslinya...
Aom yang melihat Kim memperhatikan gadis itu sambil tersenyum tipis seperti itu, semakin membuat dirinya terbakar rasa cemburu... apalagi saat ia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Kim mengambil sebuah tissue dan langsung menggunakan tissue itu untuk mengelap setetes keringat yang mengalir di wajah gadis cantik bernama Pei itu...
Aom merasa marah, kesal, dan cemburu yang amat sangat karena Kim bersikap sangat manis kepada seorang gadis cantik yang baru saja Aom lihat hari ini...
Moodnya benar-benar hancur saat ini karena ulah Kim itu...
menyadari akan ada seseorang yang tengah membantu mengelap keringatnya, Pei menoleh secara refleks dan betapa terkejutnya ia melihat siapa yang sedang memberikan tissue padanya...
"Tu... tuan Kim Hans... maafkan saya yang sudah sangat tidak sopan tuan... saya tidak menyadari kehadiran tuan Kim... mohon maafkan saya tuan..." ujar Pei gelagapan sambil bersujud di kaki Kim,
Orang-orang yang berada di dalam laboratorium itu juga tak kalah terkejutnya melihat perhatian yang telah Kim berikan pada gadis yang bernama Pei itu... ini pertama kalinya mereka melihat bos mereka itu memberikan perhatian pada seorang anak buah yang bekerja untuknya...
"astaga apa aku salah lihat?" batin Daw tercengang melihat hal itu
"sudah tidak apa, kau tahu kenapa kau selalu gagal dalam penggabungan cDNA dengan cincin plasmid itu?" tanya Kim sambil mengangkat tubuh Pei yang bersujud di kakinya agar berdiri lagi...
"tidak tuan, sedari tadi saya gagal melakukannya... mohon maafkan kebodohan saya ini tuan, maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik, tapi saya berjanji saya akan belajar lebih giat lagi agar tidak gagal lagi..." sahut Pie sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Kim
"tidak apa-apa, sekarang aku akan beri tahu padamu kenapa kau bisa gagal dalam tahap ini... ini bermula dari kesalahan kecil dalam penyambungan dua buah untaian rantai RNA yang tidak sesuai... A-T-G-C harus berpasangan dengan pasangannya yang benar, tidak boleh ada yang salah atau berlebih..." ujar Kim menerangkan pada Pei sambil mencontohkan caranya, dari pemotongan rantai DNA dengan enzim sampai penggabungannya yang sedari tadi gagal dilakukan oleh Pei...
"sudah mengerti?" tanya Kim pada gadis itu yang tengah terkesima dengan kecepatan Kim dalam melakukan tahapan yang menurutnya tahap yang paling sulit ini...
"ah, iya sudah tuan terima kasih banyak atas pembelajaran tuan..." sahutnya sambil membungkukkan badannya kepada Kim...
"ya" sahut Kim singkat dan langsung pergi dari sana untuk mengajak istri tercintanya itu pulang karena hari sudah sore...
__ADS_1
belum sempat Kim berbicara Aom sudah mendahuluinya untuk keluar dan pergi dari sana...
"Astaga... ada apa lagi ini..." gumam Kim sambil mengejar Aom yang pergi dengan keadaan sangat kesal itu...
"hey sayang, kenapa buru-buru sekali? bahkan jas labnya belum kamu buka sayang..." ujar Kim dengan lembut berusaha membujuk istrinya yang sedang badmood ini di lorong sepi itu...
"Ini!!!" ucap Aom sinis sambil melemparkan jas lab yang ia buka dengan kasar dan cepat itu beserta masker kepala dan masker mulut itu pada Kim...
"astaga... tunggu dulu..." ujar Kim sambil membuka jas labnya juga, setelah ia melepaskan semuanya Kim menggulung kedua jas lab itu menjadi satu...
Dan saat itu juga Daw datang dengan berlari mengejar bosnya itu yang tadi pergi begitu saja dari sana...
"Daw! tangkap ini" teriak Kim melemparkan baju itu pada Daw hingga Daw harus menangkapnya dengan gelagapan...
"bos mau kemana lagi?" tanya Daw setengah berteriak karena jarak mereka cukup jauh
"Pulang" sahut Kim singkat hingga dirinya tak terlihat lagi di balik pintu itu...
"tumben-tumbenan bos buru-buru begitu..." gumam Daw pada dirinya sendiri
_______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1