
Happy Reading Guys
_____________________
Kim menjatuhkan tubuhnya dan Aom di tempat tidur, ia merasa sangat bersyukur memiliki seorang istri yang berpikiran terbuka dan pengetahuannya sangat luas sehingga dirinya tidak akan mudah dibohongi dan dimanfaatkan oleh musuhnya sebagai kelemahan Kim. Tentu saja Aom sangat pantas menjadi pendamping dari seorang bos mafia sebesar SDG, dengan dirinya sebagai mantan agen rahasia ia memiliki kemampuan yang sangat layak untuk menutupi celah kelemahan seorang Kim Hans Suppanad ini.
“Stop! jangan lakukan... luka jahitannya belum kering dengan baik” ujar Aom sambil mendorong Kim pelan ketika Kim sudah ingin melakukan lebih dengannya malam ini,
“Ah, ya... maafkan aku sayang...” ujar Kim sambil mengusap tengkuknya sendiri sambil tertawa kecil,
“Tidak kah kamu terlalu nakal untuk pria seusiamu Kim?” ejek Aom karena Kim benar-benar masih mencintainya dengan cara seperti belasan tahun lalu ketika mereka masih muda,
“Hey... Siapa bilang? Seorang pria rata-rata mengalami 2 kali puber, saat remaja dan setelah menginjak usia 40 tahun. Makanya banyak sugar daddy yang berusia 40 tahun... banyak orang yang mulai berselingkuh di usia ini, mungkin saja karena hormonal ataupun karena nafsunya tumbuh kembali hahaha” sahut Kim sambil merebahkan dirinya di atas bantal empuknya, Aom kembali duduk dan menarik telinga Kim dengan kuat,
“Jadi kamu sedang puber kedua begitu? Apa kamu sudah berencana untuk selingkuh dengan wanita muda di luar sana hah?” ujar Aom dengan terus menjewer Kim semakin keras,
“Aduh... duh... Tidak, tidak... Bagaimana mungkin aku mau berselingkuh saat memiliki istri sepertimu sayang... Kamu saja sudah tidak bisa aku habiskan jadi untuk apa aku mencari yang lain?” ujar Kim sambil menahan tangan Aom yang menjewer telinganya,
__ADS_1
“Apa aku benar-benar bisa mempercayai ucapanmu itu hmmm?” sahut Aom sambil menyeringai lalu tanpa diduga Kim kembali mendorongnya dan menindih tubuh Aom di bawah tubuh kekarnya itu,
“Bagaimana mungkin aku bisa berselingkuh darimu jika bahkan di pubertas keduaku aku tetap jatuh cinta lagi padamu? Jika aku boleh jujur aku juga penasaran bagaimana rasanya bisa mencintai dan bercinta dengan beberapa wanita dalam kehidupan ini seperti para pria di luar sana yang memiliki banyak simpanan... Tapi kenapa aku tidak bisa? Apakah ini seperti sebuah kutukan kesetiaan? hahaha” ujar Kim sambil tertawa dan mengusap bibir Aom beberapa kali sebelum menciumnya lagi,
“Mulutmu sangat manis seperti biasanya, aku takut dengan kemampuanmu ini kamu bisa menarik jutaan wanita lain di luar sana yang akan bersedia menjadi simpanan mu” ujar Aom dan ia langsung mendorong Kim dan membalikkan posisi mereka berdua, Kim tersenyum mengejek ketika melihat Aom duduk di atas perutnya,
“Kamu tadi bilang kita tidak bisa melakukan itu karena jahitan pasca operasinya belum sembuh total...” ujar Kim mengulangi apa yang Aom katakan padanya tadi ketika ia mulai nakal menciumi setiap inci tubuh seksi istrinya ini,
“Aku bilang bahwa jahitannya belum sembuh tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya dengan cara yang lain kan?” sahut Aom tersenyum penuh Arti dan Kim tiba-tiba dipenuhi dengan semangat di matanya serta senyuman lebar di wajahnya saat ini,
***
Meskipun saat dini hari tadi beberapa kali bayi-bayi kecil mereka ini terbangun menangis karena haus maupun karena tidak nyaman karena popoknya kepenuhan, Kim dan Aom sangat sigap saling bantu untuk merawat dan menenangkan bayi kembar 3 mereka ini, meskipun dengan mata setengah lilinnya Kim tetap menggendong bayinya dan menyanyikan lagu pengantar tidur dengan lembut meskipun terkadang lagu satu dengan lagu lainnya menjadi tercampur karena kantuknya, Kim termasuk suami yang sangat bisa Aom andalkan untuk banyak hal dalam merawat bayi mereka ini.
Oleh karena itu, meskipun jam sudah menunjukkan pukul 8 Aom tidak membangunkan Kim yang tampaknya cukup kelelahan setelah terbangun beberapa kali subuh tadi. Aom menarik selimutnya dan untuk menutupi hingga ke leher Kim agar ia dapat tidur lebih nyenyak namun itu malah membuat Kim terbangun dan menggenggam tangannya,
“Selamat pagi...” ujar Kim dengan suara paraunya sambil mencium tangan Aom
__ADS_1
“Tadi pagi ibu datang dan katanya dia mau menginap di sini agar bisa ikut merawat cucu-cucunya... Katanya ia tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan ketiga cucunya ini, jadi ia ingin tinggal disini sementara waktu, tidak apa kan sayang?” tanya Aom pada Kim yang tampaknya belum mengumpulkan seluruh nyawanya itu,
“Kenapa tidak? rumah ini juga rumahnya, dan setiap rumah yang aku miliki juga merupakan rumahnya jadi tidak perlu izin dari siapapun kecuali rumah itu bisa membahayakan baginya di usia tua... Hoooaaaammmm” sahut Kim sambil menguap lalu meregangkan tangannya,
“Aku sudah mengatakannya, tapi ibu masih saja menyuruhku untuk memberitahumu, katanya meskipun kamu sudah seperti anaknya sendiri tapi aku harus tetap melakukan hal-hal seperti ini untuk menghormatimu sebagai suamiku...” ujar Aom lagi
“Ibumu memang figur terbaik dalam keluarga ini untuk mengajari tata krama yang baik sesuai pedoman bakunya, tapi itu hanya diperlukan jika kita berhadapan dengan pihak kerajaan yang masih memberlakukan tata krama dengan ketat, jika di masyarakat biasa sudah menganggap hal seperti itu sebagai hal yang tidak penting lagi...” sahut Kim lalu ia langsung pergi ke kamar mandi,
Setelah selesai mandi, Kim dan Aom memutuskan untuk menepati janji yang Aom buat untuk mengunjungi pusara Kao dimana sahabatnya itu beristirahat dalam kedamaian untuk selamanya.
“Maafkan aku lama tidak menemuimu Kao... sudah bertahun-tahun berlalu setelah aku mengunjungimu secara rutin saat Kim menghilang ketika kecelakaan pesawat itu” ujar Aom dan Kim hanya diam menatap pusara istri pertamanya yang telah meninggal itu,
Dari balik pohon besar yang berjarak cukup dekat dengan pusara itu, seorang pemuda tampak bersembunyi di sana, pemuda itu tidak lain adalah Hito.
“Kao... Kim berkata padaku bahwa kamu dan dirinya hampir punya seorang anak namun saat kamu tertembak oleh musuh yang mengincar Kim, kamu meninggal bersama dengan anak itu... Aku tahu apa yang akan aku katakan ini mustahil untuk terjadi pada umumnya, tapi jika seandainya ada sebuah keajaiban anakmu itu selamat dan bisa hidup setelah kejadian mengerikan itu maka aku akan dengan senang hati merawat anak dari sahabatku yang sangat aku cintai... kamu dapat menjamin kata-kataku ini sebagai janjiku padamu, meskipun terdengar seperti omong kosong... Tapi aku mengatakan ini benar-benar dari dalam hatiku, aku menyesal tidak memperdulikan sahabatku saat itu karena aku terlalu terpaku pada misiku sebagai agen rahasia... Kehilangan dirimu menjadi salah satu penyesalan terbesar dalam hidupku Kao... Sungguh... Aku sungguh merindukanmu” ujar Aom panjang lebar sambil menangis di depan pusara Kao itu,
_____________________
__ADS_1
See You Tomorrow