His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tanawat Hans Suppanad


__ADS_3

HAPPY READING GUYS!


_____________________


"kamu ingin memberikannya nama siapa sayang?" tanya Aom penuh antusias dan rasa penasaran


"Tanawat Hans Suppanad... dengan harapan dia akan menjadi seorang laki-laki yang penuh dengan ilmu pengetahuan yang bagaikan sinar untuk menerangi kehidupan manusia di bumi ini, dia juga akan saling melengkapi dan tak dapat dipisahkan dengan kakaknya Arthit yang berarti sang mentari..." ucap Kim dengan penuh harapan di mata indahnya itu


"jadi kita panggil dia Tan?" tanya Aom antusias


"boleh juga sayang..." sahut Kim sambil merapikan rambut Aom ke balik kupingnya


***


setelah beberapa hari dirawat akhirnya Aom dan bayinya diizinkan pulang hari ini oleh dokter dari rumah sakit...


"akhirnya pulang juga..." ucap Aom sambil menggendong bayinya


"ayo kita pulang Tan..." ucap Aom setelah Tan berada di gendongannya dengan begitu nyaman...


"sudah siap?" tanya Kim yang baru saja masuk kedalam kamar inap VVIP itu


"sudah sayang..." sahut Aom dengan senyuman manisnya


"sini-sini Tan biar paman yang gendong..." ujar Nan mendekat kearah Aom


"hey aku juga pamannya..." protes Zee yang juga ingin menggendong Tan


"aku duluan!" sahut Nan


"tidak bisa!" ucap Zee kekeh ingin menggendong keponakan barunya ini


"hahaha kalian ini sudah-sudah jangan berebut seperti anak kecil begitu..." ucap Aom terkekeh geli melihat tingkah laku mereka berdua


"begini saja sekarang Nan yang gendong sampai mobil, nanti dari mobil ke rumah Zee yang gendong bagaimana? adil kan?" ucap Aom menengahi keributan kecil ini


"hmmmm baiklah walaupun aku tidak begitu rela" jawab Nan lalu mengambil alih Tan dari gendongan Aom


"apa kau bilang?" ucap Zee tak terima seolah ia merebut hak Nan padahal tidak ada hak apapun yang ia miliki tentang bayi mungil ini hohoho


"jika karena kalian berebut anakku terluka seujung kuku pun atau menangis sekarang tamatlah riwayat kalian berdua..." ucap Kim dengan tatapan tajamnya


"hehehe bercanda kawan..." sahut Zee dan Nan kompak

__ADS_1


"cepat kita pulang" perintah Kim


akhirnya mereka langsung pulang menuju rumah utama...


saat melewati gerbang utama halaman rumahnya, sudah banyak berjejer anak buah SDG memberikan hormat mereka menyambut tuan muda kedua mereka Tan si bayi kecil yang tampan itu...


"selamat datang bos dan tuan muda kedua kami..." ucap Daw salah seorang pimpinan pos penjagaan itu


"terima kasih Daw dan semuanya..." ucap Kim dan mobil kembali melaju setelah pintu gerbang utama terbuka


"aku merasa seperti bagian dari keluarga kerajaan kalau seperti ini..." ucap Aom melihat para anggota SDG itu menyambut mereka bak menyambut raja dan ratu serta pangeran mereka...


"kalian memang raja dan ratunya... dan dua orang bocah kalian itu pangerannya..." ucap Nan dengan senyum bangganya


"apa kau masih belum sadar siapa suamimu ini Aom?" tanya Zee dengan senyum simpulnya sambil melihat mereka berdua di bangku belakang dari spion mobil itu...


Aom menoleh pada Kim mengamati wajah tampan suaminya itu...


"kenapa menatapku begitu? jangan pedulikan mereka..." ucap Kim terkekeh karenanya


"jika di istana kerajaan ada seorang raja yang memimpin negara ini, dia hanyalah pemimpin bagian terangnya saja... sedangkan seluruh bagian kegelapannya dikuasai oleh Kim Hans Suppanad bos besar Silver Dragon kita ini..." ujar Zee dengan bangganya...


"Dulu setiap dia lewat hanya ada hawa dingin dan kekejaman, tapi sekarang aku rasa sudah sedikit berubah karena kebucinannya dia hahaha" ujar Zee lagi dan tertawa lepas


"Ituloh Aom... Istilah zaman sekarang... Bucin... Budak Cinta hahaha" jelas Zee dan ia kembali tertawa, namun detik itu juga ia langsung mendapatkan hadiah jitakan di kepalanya oleh Kim


"Beraninya bilang aku budak cinta!" Gerutu Kim tak terima


"Hanya istilah bos... Hanya istilah... Issshhh" ucap Zee sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat jitakan itu


"Hahaha ada-ada saja kau Zee..." Ucap Aom terkekeh geli melihat tingkah laku mereka...


Kadang Aom sulit memahami bagaimana eratnya persahabatan dari kelima orang pria ini.... Terkadang mereka sangat barbar dan mengejek Kim seenak hatinya... Kadang mereka benar-benar tunduk tak berani melawan sepatah katapun dari Kim, terkadang mereka semua bisa bercanda dan bertengkar layaknya anak kecil seumuran Art...


Tapi Aom tau... Mereka bukan hanya sekedar memiliki ikatan persahabatan dan bos besar dengan bawahannya, tapi juga sebuah ikatan penting sebuah persaudaraan yang mereka jalin dengan sangat kuat untuk saling melengkapi satu sama lainnya...


"Sudah berhenti berbicara yang tidak-tidak... Menyetir saja yang benar" ucap Kim sambil menghembuskan nafasnya pelan dan bersandar di kursi mobil


Kemudian Aom juga menyandarkan kepalanya di bahu Kimnya... Menikmati sisa-sisa perjalanan menuju garasi rumah mereka sambil mendengarkan senda gurau dari Zee dan Nan...


setelah memarkirkan mobilnya, mereka turun dan langsung masuk ke dalam rumah utama...


"Walau hanya beberapa hari tapi aku sudah sangat merindukan rumah ini..." ucap Aom sambil memperhatikan sekelilingnya

__ADS_1


"Aom kamu sudah pulang... hallo Tan..." ucap Baifren sambil menggendong bayi mungilnya juga...


"anakmu tampan-tampan sekali Aom..." ucap Tae yang juga langsung menghampiri mereka


"tentu saja tampan... ayahnya kan setampan ini" sahut Kim membanggakan dirinya


"hahaha tentu saja ketampanan bos akan menurun padanya..." sahut Tae


"sudah berapa bulan kehamilanmu Tae?" tanya Aom dengan senyuman dan tangannya mengelus lembut perut Tae


"kata dokter sudah memasuki usia 7 bulan Aom... anak-anak kita akan seumuran" sahut Tae yang juga tersenyum bahagia


"laki-laki atau perempuan?" tanya Aom semangat


"laki-laki juga..." sahut Tae


"wah berarti anakku benar-benar akan menjadi tuan putri satu-satunya dong..." ucap Baifren lalu mereka tertawa bersama


"huh dasar wanita... senang sekali ngobrol ya... kalian bawa semua barang-barang ke kamarku, letakkan di ruangan baju" perintah Kim pada beberapa pelayannya


"oo iya... mulai sekarang aku ingin kita makan bersama-sama di ruang makan, jadi dekor ulang dapur dan meja makan..." perintah Kim


"wah... tentu saja menyenangkan ini, nanti aku urus masalah ini Kim..." sahut Nan antusias Zee juga tampak antusias mendengarnya


"aku tidak mau selamanya rumah ini seperti apartemen yang masak dan makan sendiri-sendiri walaupun memang sangat memungkinkan untuk itu..." ujar Kim sambil terkekeh dan mereka semua mengobrol santai di sofa ruang tamu itu sambil terus berbincang tentang banyak topik yang menarik... mulai dari makanan sehat, olahraga dan pendidikan anak mereka kelak walaupun itu masih sangat jauh untuk dipikirkan...


Kim, Zee, Nan beserta Mario, Ji dan Jeab yang sudah ikut bergabung setelah pekerjaan mereka selesai hanya memperhatikan istri-istri mereka dan geleng-geleng karena mereka terlihat tidak pernah bosan untuk bergosip layaknya wanita-wanita lainnya saat sedang berkumpul...


"Sara bagaimana kondisi keluargamu?" tanya Kim, dan Sara langsung paham arah pembicaraan mereka ini sekarang... Sara adalah seorang putri keluarga kaya raya... perusahaannya juga besar dan sering kali bersaing dengan Hans Group... Dia sekarang sudah menjadi istri dari Jeab, namun keluarganya tidak sepenuhnya ikhlas untuk merestui pernikahan mereka berdua karena ayahnya sangat berambisi mengalahkan Hans Group dibidang bisnis...


"ayah masih tetap sama... ia..." ucap Sara menggantung..


"ia masih tetap memaksa kalian untuk pindah dari sini?" tanya Kim to the poin, dan Sara hanya menunduk tak berani menjawabnya


"Kim.... aku tidak akan pernah mau melakukan itu walaupun..." ucap Jeab dipotong oleh Kim


"walaupun kau harus berpisah dengan istrimu ini? ayolah kawan itu tidak akan pernah aku biarkan..." ucap Kim dengan penuh keyakinan


________________________


Jangan lupa vote like dan komentarnya guys..


kasi rating juga ya karyanya Author 🙏

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2