
HAPPY READING GUYS
___________________
Mentari pagi sudah mulai menyinari seluruh bumi, menghangatkan tumbuhan dan seluruh makhluk hidup yang di Bumi ini dengan sinarnya yang hangat dan menyilaukan...
Tak hanya itu...
Sang mentari pagi juga dengan usilnya mengusik insan-insan yang tengah terlelap dalam tidurnya... menikmati sisa-sisa mimpi indah dalam tidurnya semalam...
seperti halnya pagi ini... melalui celah-celah jendela kamar itu, sinarnya menyelusup masuk untuk mengganggu dua orang yang tengah dimabuk cinta malam tadi...
memaksa mereka bangun dari tidurnya, untuk memulai segala aktivitas pagi ini...
Ketika cahaya mulai menyilaukan matanya Aom pun menggeliat pelan, mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikannya dengan cahaya pagi ini...
ia tersenyum ketika melihat sebuah tangan kekar yang masih setia memeluk tubuhnya pagi ini....
perlahan-lahan Aom menggeser tangan Kim, berniat untuk segera bangun dari tempat tidur tanpa membangunkan Kimnya...
saat hendak turun dari ranjang mereka itu...
"Pagi Aomku sayang...." suara Kim mengudara...
"kamu terbangun sayang? maafkan aku..." ucap Aom sambil mencoba menyelimuti Kim lagi
"memang sudah saatnya aku bangun sayang... pagi ini pasti ada banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor..." sahut Kim sambil mengucek pelan kedua matanya
"langsung mandi?" tanya Aom sambil mengenakan piyama mandi yang kemarin Kim kenakan itu...
"mandiin aku ya..." goda Kim pada istrinya
"iiiihhh.... jangan mulai Kim... ini masih pagi..." ucap Aom saat Kim sudah memeluk pinggangnya dari belakang
"tidak apa... lagi pula aku masih belum mandi dan mengenakan apapun kan..." ucap Kim lembut di telinga Aom
"jangan nakal sayang... cepat mandi sana... aku mau mengurus Tan dulu... lihat dia sudah bangun dari tadi..." elak Aom sambil tersenyum dan berlari kearah box bayi mereka itu...
Kim tertawa dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya...
setelah 20 menit berlalu Kim keluar dari kamar mandinya mengenakan piyama dan menggosok rambutnya yang basah dengan sebuah handuk kecil ditangannya itu...
"hallo pangeran kecilku yang tampan... sudah siap-siap mau mandi ya..." ujar Kim lalu mengambil alih Tan dari gendongan Aom
"Papa!!!!! buka pintunya!!! kenapa dikunci!!!" teriak Art dari luar kamar mereka...
saat ini Art memang sudah tidak tidur bersama dengan Kim dan Aom karena usianya sudah dirasa cukup untuk mulai tidur sendiri... melatihnya untuk mandiri sejak dini adalah pilihan Kim, sama seperti yang dilakukan ayahnya dulu kepada dirinya dan kakaknya...
walaupun sebenarnya Kim juga memiliki motif tersendiri untuk hal ini.... hehehe...
"sebentar sayang mama bukakan pintunya..." sahut Aom berjalan kearah pintu kamar mereka...
__ADS_1
"sejak Art pindah kamar tidur kenapa pintunya selalu dikunci sih pa?" Art langsung bergegas kearah Kim dan langsung melayangkan protes padanya...
"ya kan kalaupun Art masih disini papa sering kunci pintu juga..." elak Kim
"bagaimana mungkin tidak kunci pintu sayang... jika pagi-pagi sekali kamu tiba-tiba masuk dan melihat papa dan mamamu tidak pakai baju apa yang akan mama jelaskan padamu..." batin Aom sambil menahan tawanya
"harus dikunci!!! bagaimana papamu ini menjelaskan kepada otak pintarmu itu tentang beberapa hal yang belum boleh kamu pelajari di usia ini..." batin Kim gemas pada putranya
"pokoknya Art mau tidur disini lagi titik!" pinta Art dengan penuh keyakinan
"oih mana bisa..." protes Kim
"kenapa tidak bisa pa? papa curang! aku tidak boleh tapi adikku Tan boleh!" sahut Art tidak terima pada Kim
"karena....uhmmmm...mmm...." mulut Kim langsung ditutup oleh Aom dengan tangannya
"boleh kok sayang... kenapa tidak... kita akan tidur bersama-sama lagi... sampai nanti kamu masuk SD ya... setelah itu harus bisa mandiri tidur di kamarmu ya..." ujar Aom dengan penuh pengertian
"yey!yey!yey! mama the best!" seru Art sambil berhamburan memeluk tubuh Aom
"ya ampun... jatahku berkurang..." gumam Kim lesu, namun masih terdengar oleh Aom
"jangan cemburu pada anak sendiri... tidak baik..." ucap Aom terkekeh
"iya...iya..." sahut Kim pasrah
***
setelah selesai sarapan bersama Kim segera berangkat ke kantor bersama dengan sahabat-sahabatnya itu, sementara Aom dan ibunya mengantar Art ke play groupnya seperti biasanya....
setelah sampai di kantornya, Kim langsung menuju ruangannya, para manager yang tengah menunggu kedatangannya langsung berdiri saat melihat Kim datang...
"baiklah apa sudah siap semuanya?" tanya Kim setelah ia duduk di tempat duduknya itu...
"semuanya sudah siap sesuai dengan arahan bos kemarin... tinggal menunggu perintah eksekusinya bos..." sahut Mario
"kapan Jeab akan kembali?" tanya Kim melirik kearah Zee
"seharusnya seminggu lagi dia sudah kembali bos..." sahut Zee sambil melihat tanggal di jam tangannya
"eksekusi siang ini, kita lihat 2 minggu mendatang hasilnya seperti apa..." perintah Kim tegas
"siap bos..." sahut mereka semua kompak
12 orang manager itupun keluar dari ruangan Presdir menuju ruangan mereka masing-masing untuk bersiap...
Siang harinya, pasar saham Hans Group benar-benar terpuruk... terhitung siang ini sudah mencapai titik terendah dan bisa menyebabkan kebangkrutan perusahaan ini...
"ada apa ini? untuk pertama kalinya perusahaan kita memasuki krisis dibawah pimpinan tuan Kim Hans..." ujar salah seorang pegawai
"bisa-bisa kita di PHK jika terus begini..." sahut pegawai lainnya
"tidak akan ada yang terjadi selama ada tuan Kim Hans... kita hanya harus berkerja keras membantu sebisa mungkin untuk menangani krisis ini..." sahut pegawai lainnya lagi dengan sangat tenang
"bekerja sih bekerja... tapi bagaimana kalau sampai tak dapat gaji?" ujar pegawai yang tadi lagi... ia panik dengan keadaan perusahaan tempatnya bekerja yang hampir bangkrut kali ini...
__ADS_1
"kau terlalu banyak bicara Qiu... bekerjalah dengan baik..." tegur pegawai lainnya, namun tak sedikit juga pegawai yang ikut cemas karena apa yang Qiu itu katakan...
"kenapa saham Hans Group bisa seterpuruk ini?..." guman Aom gelisah melihat chart saham dikamarnya merosot turun bahkan bisa dibilang terjun bebas menuju titik terendah
dengan tergesa-gesa Aom menggendong Tan dan membawa bekal makan siang untuk Kim yang telah ia buat tadi...
"ma nanti tolong jemput Art di sekolahnya ya ma... aku mau ke kantor Kim dulu ma..." ujarnya lalu setelah berpamitan Aom langsung diantar oleh beberapa anak buah Kim menuju gedung utama Hans Group...
"Aom... ada apa kamu nampak gelisah..." tanya Zee yang melihat Aom berjalan dengan terburu-buru kearah ruangan Presdir
"aku cemas... apa Kim baik-baik saja? kenapa perusahaan bisa masuk dalam krisis seperti ini?" tanya Aom
"itu...." jawab Zee terlihat ragu-ragu
"aku mau menemui Kim bisa kan?" tanya Aom dengan tidak sabaran
"iya tentu saja... masuklah..." sahut Zee sambil membukakan pintu ruangan Presdir Hans Group itu
"Kimmm...." panggil Aom setelah melihat Kim memegang keningnya sambil mengerjakan begitu banyak pekerjaan di atas mejanya...
"sayang... kamu datang bersama Tan..." sahut Kim langsung bangun dan menghampiri mereka berdua
"apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Aom lembut
"memangnya aku kenapa sayang? tidak apa-apa..." sahut Kim tersenyum manis
"krisis perusahaan kali ini begitu besar..." ucap Aom pelan
"memang istriku ini sangat pintar... aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu sayang... perusahaan memang dalam masa krisis tapi aku pasti akan menangani semuanya... percayalah padaku..." sahut Kim sambil membelai lembut pipi istrinya ini
"wah ayah dibawakan makan siang oleh ibu dan Tan kecilku... ayo kita makan kalau begitu..." ucap Kim penuh semangat ketika melihat tas berisi makanan yang dibawa oleh Aom itu
Kim memakan bekal makan siang yang Aom bawakan dengan lahap sambil sesekali bercanda dengan Tan...
mereka berdua tampak bahagia namun tidak dengan Aom... wajahnya dipenuhi dengan kecemasan...
"Kim... izinkan aku membantumu lagi di perusahaan ya?" pinta Aom dengan lembut dan sangat tulus ingin membantu suaminya untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis besar ini
"tidak usah... percayalah padaku... ini akan segera berakhir sayang..." sahut Kim dengan senyuman manisnya
"tapi sayang...." ucapan Aom dipotong oleh Kim
"percayalah padaku... jangan pernah ragu... ini tidak seburuk yang kamu pikirkan sayang..." ucap Kim lalu ia mencium kening Aom lembut
"maafkan aku..." sambungnya lagi
"maaf untuk apa?" tanya Aom sambil mendongakkan kepalanya keatas
"maaf sudah membuatmu khawatir... aku janji semuanya akan kembali tenang 1 bulan lagi oke?" sahut Kim dan Aom mengangguk mengiyakannya
________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga ya karyanya Author 🙏😁
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐