
HAPPY READING GUYS
_________________
Setelah kurang lebih 1 setengah jam melatih Aom berkuda, akhirnya Aom sudah bisa mengendalikan Jupiter agar berlari...
memang tidak berlari begitu kencang, namun sudah cukup untuk melampaui tingkat newbie dan masuk ke tingkatan beginner...
"sudah cukup untuk hari ini sayang..." ujar Kim saat melihat Aom sudah sangat berkeringat
"tapi ini masih seru sayang..." rengek Aom yang masih ingin berlatih berkuda
"tidak... sudah cukup... Jupiter berhenti..." ucap Kim sambil menarik pelan pelananya... lalu setelah kudanya benar-benar berhenti, ia turun dan mengulurkan tangannya pada Aom agar dirinya juga ikut turun segera...
Meskipun terlihat tidak begitu rela namun akhirnya Aom pun ikut turun...
Kim memberikan kudanya pada anak buahnya agar bisa langsung di bawa ke kandangnya...
"Jangan lupa berikan makan yang cukup untuk kuda-kuda ku itu..." perintah Kim pada kedua anak buahnya yang bertugas merawat kuda-kuda kesayangannya itu...
"tentu saja bos... kami akan merawat mereka dengan sangat baik" sahut mereka dengan penuh keyakinan, lalu saat Kim mengangguk mereka pun membungkuk memberi hormat dan segera pergi membawa Jupiter ke kandangnya...
Kim berjalan menghampiri Tan dan Pim yang tengah belajar bermain pedang itu...
"Pim berikan katana itu pada ayah..." pinta Kim setelah memperhatikan kedua anaknya itu berlatih pedang bersama
"ini ayah..." ucap Pim memberikan katana yang sudah dimasukkan kembali ke dalam sarungnya itu pada Kim
"Perhatikan gerakan ayah... pelajari setiap gerakan dengan teliti..." ujar Kim serius
"baik ayah..." sahut Pim sangat serius, ia berdiri di pinggir aula Dojo itu bersama dengan ibunya, memperhatikan dengan seksama setiap hal yang dilakukan ayahnya itu...
Saat Kim berjalan mendekati dirinya Tan menelan ludahnya...
"ini akan menjadi latihan yang berat dan sangat melelahkan..." batin Tan saat melihat wajah serius ayahnya menuju kearahnya membawa sebuah katana itu
Saat mereka sudah saling berhadapan, Tan memasukkan kembali katananya ke dalam sarung... lalu mereka berdua saling membungkukkan badannya memberikan hormat kepada lawannya masing-masing...
kemudian menarik langkah membentuk kuda-kuda yang kokoh dan memegang katananya dengan kuat...
__ADS_1
"Serang..." ucap Kim
Lalu dengan cepat Tan mengayunkan pedangnya kearah Kim, namun serangan itu ditangkis dengan sangat mudah oleh Kim..
"Lemah! lebih kuat!" seru Kim memberikan arahan pada Tan
Taang!!!! Kraang!!! Taang!!!
Kraang!!! Taang!!! Kraang!!!
Suara kedua pedang samurai yang sedang beradu itu memenuhi ruang latihan itu...
gerakan keduanya semakin lincah dan kuat di setiap serangannya...
"lebih cepat! lebih kuat lagi! jangan ragu-ragu!" seru Kim disetiap serangannya
"sudah seperti ini masih saja tidak cukup kuat menurut ayah... sebenarnya seberapa kuat ayahku ini..." batin Tan kagum pada kemampuan ayahnya ini
Pim yang sedari tadi memperhatikan setiap gerakan ayah dan Tan itu berdecak kagum melihat gerakan bermain pedang yang begitu kuat dan lincah itu...
"Hebat.....! mereka benar-benar hebat...!" gumam Pim yang masih terpaku melihat pertunjukan dari ayahnya itu... Aom yang mendengarnya hanya tersenyum penuh arti pada Pim...
"Kamu belum melihat kemampuan sesungguhnya dari ayahmu itu sayang..." ucap Aom sambil memperhatikan mereka berdua lagi...
"sekuat ini masih belum maksimal bu? bagaimana bisa?" tanya Pim tidak percaya...
"tunggulah sampai kakak Art mu itu kesini setelah mencoba prototipe senjata itu... maka kamu akan bisa melihat kemampuan ayahmu sebanyak 80%nya..." sahut Aom
"Kenapa begitu bu?" tanya Pim lagi karena merasa begitu penasaran
"Karena kakakmu itu sudah dilatih oleh ayahmu sejak ia berumur 4 tahun, jadi mungkin dia sudah hampir bisa memaksa ayahmu untuk menggunakan sebagian besar kemampuannya untuk sparing yang serius dengannya..." sahut Aom lagi sambil tersenyum melihat wajah serius Kim dihiasi oleh keringat yang sedikit membasahi area dahinya... suaminya ini selalu terlihat seksi saat ia sedang serius dan berkeringat...
Sementara itu di range area latihan tembak itu, Art tampak tengah serius mencoba menggunakan prototipe senapan laras panjang itu, dan menganalisa semua aspek yang selalu diminta oleh ayahnya...
Bukannya Kim tidak tau seberapa hebat kekuatan dari senjata-senjata yang ia desain dan buat sendiri itu... tapi ia selalu menggunakan hal-hal kecil seperti ini untuk melatih kemampuan putra pertamanya itu dalam segala sisi...
baik itu dari segi kecakapan menggunakan segala senjata, kemampuan analisa yang tajam, dan tentunya mengasah kreativitasnya dalam merancang senjata-senjata baru kelak saat ia akan menerima tanggung jawab untuk mewarisi apapun yang Kim miliki saat ini...
__ADS_1
Sesekali Art tampak tersenyum begitu lebar setelah mencoba menggunakan dan mengetes prototipe senjata baru itu...
tampak begitu jelas kekaguman di wajah tampannya itu...
"Ayah kenapa bisa sangat jenius?... ia mampu membuat senjata yang begitu kuat dan efisien seperti ini sendirian..." batin Art penuh kekaguman
Setelah puas mencoba prototipe senjata baru itu dan juga menganalisis kekuatan dan kemampuan senjata itu akhirnya Art memutuskan untuk melihat adik-adiknya berlatih pedang di arena dojo itu....
Lalu saat sudah berada disana tiba-tiba sebuah senyuman terlukis dengan sangat baik diwajahnya... ia melihat Tan dan ayahnya sedang berlatih pedang bersama... lebih tepatnya Tan 'dilatih' oleh ayahnya Kim lah yang membuat Art tersenyum lebar...
ia mengingat kembali saat ia masih berumur 11 tahun saat itu ia juga menghadapi pelatihan yang sama... begitu berat, begitu terintimidasi, begitu lelah, namun juga begitu menyenangkan....
"ibu... sudah berapa lama Tan bertahan?" tanya Art pada ibunya yang sedang menonton pelatihan bersama adiknya itu...
"bertahan?" tanya Pim bingung
"sudah hampir setengah jam sayang... adikmu ini lumayan juga perkembangan setiap langkahnya..." sahut Aom
"baru pemanasan ya hahaha..." sahut Art sambil tertawa dan ikut duduk di samping Pim dan ibunya
"seberapa kuat ayah sih kak? dari tadi kakak dan ibu membuatku bingung dengan pembicaraan kalian..." tanya Pim wajah yang sudah sangat penasaran itu...
"kakak tidak tau pasti Pim... tapi yang jelas ayah adalah laki-laki terkuat dan misterius yang pernah kakak temui selama ini... ayah bisa sangat lembut pada kita ketika ada di dalam rumah... tapi kamu belum pernah melihat sikapnya di luar rumah secara ekstrim bukan? hahaha ayah bisa benar-benar berbeda 180°" sahut Art, kemudian terdengar suara Tan dari sana...
"ayah cukup... aku tidak kuat lagi... hah...ahh...hah..." ujar Tan dengan deru nafas yang memburu, baju kaosnya pun sudah benar-benar basah kuyup oleh keringatnya sendiri...
"berdiri!" ucap Kim tegas
Kemudian Tan berdiri dan mengusap keringat yang membasahi wajahnya itu...
"kau harus lebih banyak latihan, jangan hanya bisa merayu wanita cantik saja di luar sana" ujar Kim lalu berjalan menghampiri Art
"bagaimana? sudah coba prototipe itu?" tanya Kim pada Art
"sudah ayah... daya lontar pelurunya sangat hebat 7/10 lebih hebat dari senjata yang sebelumnya ayah buat... recoilnya juga sangat cepat dan efisien... hanya saja ukuran senjata yang besar ini sedikit sulit untuk dibawa kemana-mana secara tersembunyi..." sahut Art dengan penuh keyakinan lalu Kim tersenyum dan berkata...
__________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐