
HAPPY READING GUYS
________________________
Ketika Kim sudah berdiri di depan mereka semua, Aom dan Pim tidak lagi bisa menahan diri untuk tidak memeluk suami dan juga ayah tampannya ini...
Selama ini Pim hanya bisa diam dan tidak bisa menanyakan apapun kepada kakak-kakaknya sedangkan ibunya juga tidak bisa melakukan apapun dan juga tidak tahu tentang apapun yang terjadi selama ini karena Art dan Tan benar-benar menjadi sosok yang berbeda dari biasanya...
Mereka menjadi lebih tegas dan lebih dewasa sehingga tidak mudah untuk mendapatkan informasi apapun dari mereka tentang ayahnya ini... Walaupun tahu ada kejadian besar dan mungkin sangat buruk, tapi sebagai gadis yang baru berumur 16 tahun tentu saja Pim hanya bisa diam dan pura-pura tidak tahu akan apapun yang terjadi...
Tapi semua itu tidak penting lagi...
Yang terpenting sekarang adalah ia bisa memeluk tubuh ayahnya ini, sosok pria yang selalu menjadi idola dan juga pelindungnya ini benar-benar membuatnya rindu walaupun hanya beberapa hari tidak dapat melihat dirinya secara langsung...
"Ayah...." Ucap Pim disela-sela tangisnya...
Ia bahkan tidak peduli jika dirinya sudah merebut posisi ibunya yang juga sangat ingin memeluk suami tampannya ini...
Sementara itu Aom dengan tatapannya yang penuh kerinduan dan juga kehangatan itu hanya tersenyum dan memandangi ayah dan putrinya yang sedang melepaskan kerinduan mereka itu...
Sedangkan dua orang putra Kim yang sebenarnya juga sangat merindukan ayahnya ini tidak langsung memeluk tubuh ayahnya karena gengsi jika ada orang yang melihat mereka melakukan hal seperti itu...
Menurut mereka laki-laki mempunyai cara lain untuk menunjukkan dan melepaskan rasa rindu mereka itu...
__ADS_1
Mungkin semua ini terkesan berlebihan, tapi untuk orang se-berpengaruh Kim ini adalah hal yang wajar karena setiap hal yang dilakukannya selalu melekat di hati orang-orang... Meskipun dia memiliki kesan yang kejam dan mengerikan, tapi itu tidak membuat orang-orang menjauhinya, malah membuat orang semakin yang mengenal sedikit sisi lain selain kejam dan mengerikan itu ingin dekat dan mengenalinya lebih jauh lagi...
Namun tidak semua orang punya kesempatan yang sama untuk mendekati kotak pandora ini tentunya...
"Selamat datang ayah..." Ujar Art dan Tan yang terlihat begitu bahagia melihat ayah mereka lagi setelah beberapa hari...
"Ya... Dan kalian berhasil membuat ayah cukup kagum dengan apa yang sudah kalian lakukan dalam beberapa hari ini..." Sahut Kim sambil mengusap lembut rambut kedua putranya ini dengan tangannya...
Hanya dengan usapan lembut itu saja, hati kedua putranya itu menjadi tenang dan terasa hangat... Untuk saat ini tidak ada lagi hal lain yang bisa membuat mereka lebih bahagia dari semua ini...
"Selamat datang paman..." Ujar semua keponakannya
"Selamat datang bos besar sekaligus sahabat kesayangan kami..." Ujar sahabat-sahabatnya...
"Terima kasih semuanya... Tapi dengan kalian melakukan semua ini, aku jadi merasa tidak nyaman dan terasa aneh... Aku bukan seorang raja yang harus disambut semeriah ini.." sahut Kim sambil menggelengkan kepalanya...
"Sudahlah... Kalian semua bubar dan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing... Jangan membuat keramaian seperti ini..." Ujar Kim memberikan perintahnya yang tentunya langsung diikuti oleh semuanya...
***
Di halaman belakang,
Kim, Art dan Tan sedang duduk di taman...
__ADS_1
Sementara Aom dan Pim berada di dalam rumah ikut menyiapkan berbagai macam makanan spesial untuk mereka semua hari ini bersama dengan para koki rumah ini...
"Kalian berdua sudah semakin berkembang akhir-akhir ini... Dan itu sangat bagus demi masa depan kalian, setelah mendengar dari Mario, Zee, Nan dan juga Jeab, ayah rasa kalian sedikit lagi sudah siap untuk menerima semua kewajiban dan juga hak kalian sebagi putra ayah... Perusahaan dan juga SDG sudah menunggu pemimpin yang baru sejak lama... Tapi..." Ujar Kim menggantung membuat kedua putranya itu berpikir keras...
Apakah mereka berdua sudah melakukan sesuatu yang salah? Atau mereka masih belum mencapai standar yang diminta oleh ayah mereka ini sebagai penerus keluarga ini?
"Tapi apa ayah?" Tanya meraka berdua dengan kompak,
"Tan putraku, masih banyak yang harus dirimu pelajari dalam berbisnis, kesabaran, ketekunan, dan juga berbagai ilmu untuk menunjang pemahaman'mu dalam berbisnis masih perlu diasah lebih jauh lagi... Selesaikan kuliahmu dan latih berbagai skill kepemimpinan dengan baik agar dirimu siap untuk menjadi pimpinan perusahaan sebesar Hans Group... Semua ini masih wajar karena usiamu yang masih muda, 17 tahun bahkan sebenarnya sudah sangat luar biasa bisa menjadi general manager di perusahaan sebesar ini... Tapi itu untuk ukuran orang pada umumnya... Ingatlah bahwa dirimu terlahir di keluarga yang tidak biasa, dan bakat yang kamu punya harus terus diasah semaksimal mungkin... Ayah tahu bahwa jauh di dalam hatimu itu ada jiwa yang begitu kuat menginginkan kebebasan... Bebas untuk melakukan apapun dan bebas menjalani hidupmu dengan cara apapun, tapi ayah percaya dan yakin kamu adalah putra ayah yang bisa ayah berikan kepercayaan untuk menanggung tanggung jawab yang besar ini... Untuk saat ini selesaikan kuliahmu dan nikmati hidup sebebas yang kamu mau, tapi kembalilah saat kamu sudah merasa cukup dan mulai lakukan semua kewajiban yang sudah menunggu untuk kamu pikul sedari kamu lahir ke dunia ini nak..." Ujar Kim dengan sangat serius dan membuat Tan benar-benar memahami semua yang dikatakan oleh ayahnya dan juga sangat tersentuh olehnya...
"Ya ayah... Aku akan melakukan yang terbaik untuk diriku dan untuk semuanya, khususnya untuk ayah dan ibu... aku sangat ingin membuat kalian bangga..." Sahut Tan sambil tersenyum manis dan lembut, ia selalu berhasil dibuat tersentuh oleh cara ayah mereka ini mendidik anak-anaknya...
"Bagus... Dan untukmu Art... Kamu sudah sangat siap untuk mengambil alih SDG dari ayahmu ini... Semua kapasitas sudah dirimu miliki sebagai seorang pemenang... Kecerdasan, efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, keberanian, kekuatan semuanya sudah sangat memenuhi persyaratan... Jika SDG memiliki pemimpin seperti dirimu SDG pasti akan selalu bisa menjadi pemenang di segala bidang yang ingin ditaklukkan... Tapi nak, ada sesuatu yang telah kamu lupakan... Dalam hidup ini meraih kemenangan memanglah sangat mudah dengan kapasitas yang telah dirimu miliki saat ini... Akan tetapi apa semua itu sudah cukup untuk menjadikanmu pemimpin yang baik untuk semuanya? Apa seorang pemimpin hanya perlu mengarahkan semua orang dibawahnya untuk mencapai kemenangan?" Tanya Kim yang membuat Art berpikir keras dan mengerutkan keningnya kuat-kuat...
"Apa? Apa yang telah aku lupakan ayah?" Tanya Art yang seolah tidak percaya ada yang masih kurang dari dirinya...
Kepercayaan dirinya seakan-akan jatuh saat ini ketika ia dipertanyakan oleh ayahnya saat ini... Sebuah ego mulai muncul dalam hatinya karena ia merasa ia tidak melakukan kesalahan apapun...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐