His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Beban Di Hati


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Mendengar apa yang Kim katakan pada Mario saat ini, tidak ada satupun diantara Zee, Nan dan Jeab yang berani menanyakan tentang apa yang harus dilakukan Mario untuk misi rahasia yang Kim berikan padanya apalagi melihat wajahnya yang tegang dan kaku itu tentu saja bukan hal yang mudah untuk dilakukan pastinya...


***


Di rumah sakit,


Los Angeles, Amerika Serikat


Kini Art sudah menjalani perawatannya selama hampir 2 bulan penuh, dan kemajuan perawatannya juga lumayan bagus hingga hari ini ia dinyatakan pulih setelah mulai bisa merasakan sakit meskipun masih sangat minim sehingga dokter menyuruhnya untuk melakukan terapi santai tiap harinya dan harus selalu berolahraga agar setiap sarafnya semakin sensitif setiap saat...


Setelah menyelesaikan banyak administrasi dan mendapatkan hasil laporan keseluruhan tentang proses perawatannya selama ini, Art akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bangkok karena ia juga sudah menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar sarjananya jadi tidak perlu untuk tinggal terlalu lama di negeri paman sam ini... Lagi pula ia sedikit cemas pada kondisi di rumah karena ayahnya tidak pernah datang sekalipun ke rumah sakit ini untuk mengecek pengobatan dirinya sesuai dengan apa yang ayahnya janjikan di Hong Kong saat itu, pasti ada sesuatu yang mendesak hingga ia tidak bisa datang kemari sesuai janjinya itu...


“ Apakah ada masalah lagi? sangat jarang ayah sulit di hubungi seperti ini... ” gumam Art setelah beberapa kali menelepon ponsel ayahnya namun tidak ada jawaban sama sekali,


“ Aku langsung pulang saja... ” ujar Art lalu ia langsung kembali ke apartemennya untuk mengambil segala keperluan untuk kembali ke Thailand,

__ADS_1


***


Di Dermaga,


Kim tampak sedang menatap lautan setelah memberikan hiu peliharaannya itu makan, lalu ia memejamkan matanya ketika hembusan angin laut menyapu wajahnya bersamaan dengan sinar mentari senja yang mulai tenggelam saat ini,


Mario mendekatinya dan berdiri di sampingnya, cukup lama ia tidak mengatakan apapun hingga Kim membuka matanya,


“ Kau yakin tidak mau pulang lagi malam ini? Aom sudah mendekati waktu melahirkan, bukankah kau harus lebih sering menemani nya di saat seperti ini? ” tanya Mario langsung,


“ ................... ” Kim masih terdiam menatap lautan di depannya,


“ Kenapa? Merasa bersalah padanya? Tapi ini kan bukan salahmu... Tidak semua hal di dunia ini bisa selalu kau atur sesuai dengan rencanamu... Hahaha... Tapi ini sedikit lucu bagiku, karena untuk kedua kalinya aku melihat seorang Kim Hans lari dari masalahnya... Yang pertama adalah setelah kecelakaan Aom saat masih muda dan kau diusir pergi oleh ayahnya, lalu sekarang saat seorang anak yang sebenarnya mustahil ada tiba-tiba muncul begitu saja di tengah-tengah kehidupan ini... Tapi aku sedikit tidak paham, apa yang membuatmu tidak mau pulang? apa karena rasa bersalah pada Aom karena bisa ada seorang anak dari wanita lain? tapi Kao kan sahabatnya juga? bukankah ini akan lebih mudah? ” tanya Mario lagi setelah berbicara panjang lebar,


“ Oo... Jadi kau gelisah tidak mau pulang bertemu dengan Aom karena sedang menyimpan rahasia darinya? Hahaha... Kau benar-benar ya... Terkadang kau selalu membuatku tidak habis pikir tentang sikapmu yang selalu aneh jika menyangkut tentang Aom, tapi karena aku tahu betul tentang caramu mengekspresikan cintamu padanya tidak pernah bisa masuk dalam akal sehat maka kondisi saat ini menjadi sangat dimaklumi... ” ujar Mario sedikit mengejek Kim yang selalu bersikap bukan seperti seorang Kim Hans yang ia kenal saat menyangkut masalah yang berkaitan dengan Aom... Entah tiba-tiba menguap kemana sifat cerdas, tegas dan beringasnya seorang bos mafia bernama Kim Hans ini,


“ Sudahlah... Jangan berpikir terlalu banyak, aku akan mengantarmu pulang sekarang... jika memang tidak bisa mengatakan tentang anak itu sekarang maka katakan setelah anak kalian lahir agar lebih aman dan tidak terlalu berisiko untuk kehamilannya... ” ujar Mario sambil merangkul Kim, ia hanya bisa melakukan ini untuk menguatkan sahabat sekaligus bos besarnya ini meskipun ia tahu bahwa bukan hanya masalah tentang anak itu yang sedang membebani pikiran Kim, tapi juga tentang misi rahasia yang entah kapan akan harus dijalankan mengingat situasi yang sangat tidak menentu saat ini...


“Ayo pulang jangan buang waktu lagi, karena jika misi yang ‘itu’ benar-benar harus dilakukan nantinya maka kita tidak tahu seberapa banyak waktu yang masih bisa kita habiskan bersama dengan keluarga... ” ujar Mario lagi sambil menarik Kim mengajaknya bergegas pergi dari sana,

__ADS_1


Setelah satu setelah jam perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah dimana Aom tinggal saat ini yaitu di salah satu rumah Kim yang ada di pusat kota Bangkok yang terhubung langsung dengan rumah sakit besar milik SDG itu, Kim masuk ke rumah dan langsung melihat Aom yang sedang sedikit kesusahan untuk berjalan kembali ke kamarnya dari dapur itu karena perutnya sudah sangat besar bahkan lebih besar dari kehamilannya yang sebelumnya,


Kim langsung berlari menghampirinya dan membantu Aom untuk kembali ke kamarnya, Aom sedikit terkejut melihat Kim yang tiba-tiba datang karena ia tahu Kim sangat sibuk akhir-akhir ini hingga ia tidak bisa pulang untuk sementara waktu dan ia sangat memaklumi hal itu mengingat siapa suaminya ini,


“ Kamu sudah pulang sayang? apa pekerjaannya sudah selesai semua? ” tanya Aom pada Kim saat mereka berjalan bersama-sama ke kamarnya,


“ Belum selesai semuanya... Hanya saja sekarang sudah lebih renggang jadi aku bisa langsung pulang sayang, maaf aku terlalu lama bekerja ” sahut Kim sambil tersenyum lembut kearah Aom, setelah mereka duduk di atas tempat tidur, Aom memperhatikan wajah Kim dengan seksama lalu merabanya dengan lembut terutama di bagian bawah mata Kim yang terlihat kantung matanya mulai menghitam pertanda ia sangat kurang istirahat akhir-akhir ini...


“ Meskipun pekerjaan sangat banyak, usahakan untuk istirahat yang cukup... aku tidak mau melihatmu sakit sayang ” ujar Aom sambil terus mengelus pipi Kim dengan lembut hingga Kim menangkap tangannya lalu menciumnya dan mengembalikan tangan Aom di pipinya dan Kim memejamkan matanya seperti sangat menikmatinya,


“ Mau tidur sekarang? aku rasa jika aku tidur bersamamu aku bisa tidur nyenyak sekarang ” ujar Kim sambil mengecup tangan Aom lagi,


“ Baiklah, ayo tidur... ” sahut Aom dan mereka pun tidur bersama, Kim memeluk tubuh Aom dan meringkukkan kepalanya di dekat dada Aom lalu Aom dengan cepat reflek mengusap kepala Kim dengan lembut,


“ Sepertinya ada masalah yang cukup besar mengganggu hatinya saat ini... Kim sangat jarang sampai seperti ini... sebenarnya ada masalah apa? ” gumam Aom dalam hatinya,


“ Jika ada masalah bisa ceritakan bersamaku, meskipun aku saat ini tidak bisa banyak membantumu setidaknya itu bisa meringankan bebanmu dengan membicarakannya sayang... berkeluh kesah terkadang cukup baik untuk meringankan beban di hati kita... ” ujar Aom sambil terus mengelus kepala Kim


“ Aku akan mengatakannya setelah anak kita lahir... Sekarang kamu tidak boleh banyak pikiran, apalagi perkiraan lahirnya anak kita adalah minggu ini kan... ” sahut Kim lalu ia dengan cepat mencuri sebuah ciuman dari bibir manis Aom,

__ADS_1


______________________


See You Tomorrow


__ADS_2