His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Anak Lain


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


“Omong kosong macam apa itu?! Untuk apa kau berbohong di depan pusara orang yang sudah mati?! berpura-pura menjadi baik dan bahkan bilang bahwa kau dan ibuku bersahabat?! jangan bercanda! jelas-jelas paman Oscar bilang kaulah penyebab ibuku dicampakkan!” gumam Hito dalam hatinya yang penuh dengan amarah yang dapat terlihat sangat jelas di wajahnya


“Lalu omong kosong apalagi itu?! jika ibuku mati tertembak bagaimana mungkin aku bisa lahir?! kau pikir ada orang bodoh yang akan percaya pada kebohongan seperti itu?!” ujarnya lagi sambil meninju pohon yang ada di sampingnya,


Handphone Hito tiba-tiba menerima sebuah pesan masuk dari kontak bernama uncle Oscar,


“Misi dimulai besok dan puncak misi akan dilakukan pada minggu kedua bulan September” isi pesan teks yang masuk ke handphonenya itu,


“Sekitar 2 setengah bulan? aku rasa itu akan cukup untuk menyelesaikan misi pengalihan dan penghancuran” ujar Hito dalam hati sambil mengirimkan balasan pesan teks itu hanya dengan satu kata,


“Roger” balas Hito pada kontak orang yang bernama uncle Oscar itu lalu ia segera pergi dari tempat ini,


Sementara itu Kim tiba-tiba duduk di belakang Aom, lalu ia memberikan isyarat pada beberapa anak buahnya yang berjaga untuk pergi menjauh dari sekitar area ini hingga tidak satupun orang yang dapat mendengar apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh mereka berdua.

__ADS_1


“Aom... Ada satu hal yang harus aku katakan, dengarkan aku baik-baik dan tolong pahami apa yang akan aku katakan dengan perlahan” ujar Kim lalu ia menghela napasnya sejenak sambil memegang kedua pundak Aom dari belakang hingga membuat Aom menoleh kearahnya saat ia merasakan situasi yang intens dan sedikit tegang entah bagaimana,


“Ini topik yang sensitif, sangat sensitif yang berhubungan dengan diriku, dia dan kita berdua” ujar Kim dengan tatapan mata yang sangat tegas dan penuh kewaspadaan didalamnya, Aom sangat paham jika ini masalah yang sangat penting hingga Kim bertindak seperti ini dan ia hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya,


“Kamu tahu kalau aku memiliki banyak musuh mengikat latar belakang keluarga dan pekerjaanku yang pasti akan mendatangkan musuh secara sengaja ataupun tidak... bahkan dirimu dulunya juga bisa dibilang sebagai ‘musuhku’ kan?” ujar Kim yang membuat Aom spontan merespon perkataan terakhirnya itu. Bagaimanapun juga saat itu Aom memang menginginkan kehancuran Kim sebagai tujuan akhir dari misi rahasianya, hal ini adalah salah satu ketakutan terbesar Aom yang masih tersimpan di dalam hatinya sampai saat ini karena ia takut Kim masih akan meragukan dirinya suatu hari nanti karena masa lalu ini,


“Kim Hans...” ujar Aom yang reflek langsung meremas tangan Kim yang ada di pundaknya saat ini hingga Kim dapat merasakan kalau tangan istrinya sedang gemetar,


“Tidak... Jangan salah paham, aku tidak bermaksud untuk membahas masa lalu itu, tapi aku berusaha untuk menjelaskan sesuatu yang lain... Huufff! baiklah, maafkan aku karena terlalu berbelit-belit... Yang ingin aku katakan adalah aku memiliki sangat banyak musuh yang sedang mengincarku saat ini dengan menggabungkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki karena aku telah berkembang menjadi ancaman yang nyata bagi mereka baik dari segi pengaruh di dunia gelap ataupun dari sudut pandang bisnis, sehingga saat ini aku tidak bisa memastikan berapa banyak kelompok yang bekerjasama untuk mengincar leherku saat ini” ujar Kim dan Aom mulai serius mendengarkan apa yang suaminya katakan saat ini karena ia mulai paham apa yang ingin Kim sampaikan.


“Mereka bahkan telah melakukan hal paling gila untuk menghancurkan SDG dan diriku, mulai dari perang yang terjadi di Hongkong beberapa waktu yang lalu, mencoba mengincar dan melukai anak-anak kita, dan...” ujar Kim lalu asa sedikit keraguan terlintas di matanya,


“Ya, aku mendapatkan informasi dari Lee bahwa beberapa kali ada orang yang berusaha untuk mendekati Pim dengan niat yang buruk dan bahkan ada yang berusaha mendekatinya dengan membawa pisau namun Lee berhasil mengatasi semuanya, Tan hanya mengalami luka kecil ketika melakukan misinya di Hongkong bersama dengan Art, tapi Art... Dia terluka cukup parah karena terlalu ceroboh menilai situasi dan juga terlalu percaya diri untuk menghadapi musuhnya seorang diri dan menyuruh Tan pergi mencari bantuan, pengambilan keputusan yang kurang tepat telah membuatnya terluka parah, tapi kamu jangan cemas karena Art baik-baik saja saat ini dan Tan sudah menetapkan tekadnya untuk Fokus di Bisnis bukan memaksakan diri lagi untuk menjadi pilar SDG, Art sudah mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit terbaik Los Angeles dan ia mengabari setiap detail pemulihannya padaku jadi semuanya sudah cukup aman saat ini” ujar Kim panjang lebar lalu ia mengusap kepala Aom dengan lembut seolah ia menyuruh Aom untuk tidak khawatir lagi,


“Dan apalagi?” tanya Aom ketika mengingat beberapa waktu lalu Kim tampak ragu mengatakan sesuatu padanya dan tampaknya itu bukan tentang Art yang terluka parah,


“...........” Kim terdiam, ia tidak langsung menjawab Aom membuat Aom semakin curiga tentang masalah apa yang bisa membuat Kim sangat ragu seperti saat ini,

__ADS_1


“Katakan padaku sayang... Aku mungkin bisa membantu masalahmu kan? aku punya banyak bakat dan keterampilan yang berguna kan...” ujar Aom penuh percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki, meskipun sudah lama pensiun tapi kemampuannya tentu saja tidak menurun secara signifikan,


“Aku mempunyai seorang anak, atau bahkan mungkin bukan hanya satu diluar sana... aku tidak yakin” ujar Kim dengan sedikit ambigu yang tentu saja bisa membuat kesalahpahaman yang tak terarah untuk dirinya sendiri namun Kim tidak bisa memikirkan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan keadaan ini meskipun dengan otak super encer yang ia miliki selama ini,


“Apa?! Apa maksudnya? kamu mempunyai anak dengan wanita lain diluar sana?!” tanya Aom sambil berusaha menopang tubuhnya sendiri yang tiba-tiba terhuyung ke belakang mendengar perkataan Kim yang barusan,


“Jadi semua yang kamu katakan kemarin hanya omong kosong? jadi selain Kao masih ada wanita lain yang kamu tiduri?” tanya Aom dengan bibir bergetar,


“Tidak... dengarkan aku dulu, anak yang ku maksud adalah... anakku dengan Kao” ujar Kim dengan sangat cepat sebelum pemikiran Aom menjadi semakin liar,


“Apa?!” ujar Aom terkejut,


“Bagaimana mungkin? bukankah kamu bilang Kao meninggal bersama dengan bayi dalam kandungannya... bagaimana bisa anak itu... ” ujar Aom lalu dengan cepat ia menutup mulutnya sendiri ketika suatu hal terlintas di dalam kepalanya, suatu hal yang ia dengar ketika belum mengundurkan diri dari agen khusus, suatu proyek rahasia yang dilakukan di perbatasan daratan negara adidaya,


“Melihat reaksimu, sepertinya dulu kamu pernah mendengar tentang hal-hal gila yang bisa orang-orang itu lakukan dan ya... Aku mencurigai bahwa cloning manusia telah diterapkan pada calon bayi yang ada di dalam rahim Kao... hanya saja aku belum yakin bagaimana cara mereka melakukannya dan bagaimana mereka mendapatkan sel anak itu karena Kao tidak dikubur melainkan di kremasi... apa petugas rumah sakit yang mengambil sel calon bayi itu dari rahim Kao ataukah petugas kremasi... terlalu banyak hal yang tidak dapat aku selidiki dengan tepat hingga ini masih tetap menjadi hipotesis sampai saat ini... Tapi anak itu benar-benar ada dan memiliki DNA yang terbukti 98% akurat denganku melalui tes DNA” ujar Kim menjelaskan apa yang menjadi spekulasinya saat ini


_____________________

__ADS_1


See You Tomorrow


__ADS_2