
Selamat malam reader... Author balik lagi nih hehehe...
semoga ceritanya nggak ngebosenin ya...
HAPPY READING GUYS
_________________
Setelah masuk kedalam rumah keluarga Aom itu, mereka membaringkan tubuh anak itu di atas kasur kamar tamu yang ada di rumah ini…
Beam membuka kemeja dan seluruh pakaian anak itu dan mengganti celana dalamnya dengan boxer kecil miliknya yang tadinya mau ia belikan untuk keponakannya itu…
Tubuh anak kecil itu penuh dengan luka goresan dan sayatan yang membuat Beam begitu sedih melihat keadaan anak ini, seberapa menderitanya anak ini sampai mendapatkan luka-luka sebanyak ini, dan tidak mungkin luka ini disebabkan karena kecelakaan saja… tapi lebih kepada kekerasan yang sengaja dilakukan…
Tak lama setelah Beam berusaha membersihkan tubuh dan luka-luka anak itu, dokter dan Manaying sudah sampai di rumah juga…
Manaying membulatkan matanya melihat betapa malangnya anak yang sedang terbaring di depannya ini…
Siapa yang begitu tega melukai seorang anak yang sekiranya baru berumur 9 tahun ini dengan begitu kejamnya?
Mereka bertiga masih terus mengawasi kondisi anak itu ketika dokter memeriksa keadaannya, setelah memeriksa dan mengobati luka anak itu dokternya berkata,
“keadaannya sudah sedikit lebih baik sekarang, dia mengalami infeksi yang cukup parah pada luka-lukanya… saya sarankan setelah anak ini siuman dan benar-benar telah sadarkan diri kalian harus segera mengecek kondisinya secara menyeluruh di rumah sakit… tapi obat infeksi ini sewaktu-waktu akan menyebabkan demam bagi dirinya, tapi jangan kawathir karena itu memang respon alamiah dari tubuh saat infeksi…” jelas sang dokter
“baiklah kalau begitu dokter terima kasih banyak dokter… hmmm, kira-kira kapan anak ini akan sadar dok?” tanya Manaying
“setelah saya berikan obat suntikan ini biasanya akan memerlukan waktu sekiranya 3 jam tuan” sahutnya
“papa… apa dia akan baik-baik saja pa?” tanya Aom penasaran dan merasa iba melihat anak itu dibalut perban begitu banyak hingga hampir menutupi seluruh tubuhnya
Setelah merapikan semua peralatan kerjanya dokter itu langsung pamit untuk pulang kepada Manaying dan Beam…
2 jam kemudian Wana mamanya Aom pulang ke rumah setelah berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka… di ruang tamu terlihat Manaying, Beam dan Aom sedang duduk disana
“Bagaimana cara kita menemukan keluarga anak ini sekarang ying?” tanya Beam
“Kita bisa pikirkan itu nanti Beam… yang terpenting sekarang adalah memulihkan kembali kesehatan anak itu… sungguh tak bisa ku bayangkan apa yang sebenarnya telah anak itu lalui sampai memiliki luka sebegitunya…” sahut Manaying dengan sendu
__ADS_1
“siapa yang terluka Ying?” tanya Wana
“tadi Aom menemukan seorang anak laki-laki tergeletak di pinggir sungai sayang… kondisinya cukup memprihatinkan saying…” sahutnya
“ya ampun, kalau begitu aku akan siapkan sup agar saat dia sadar nanti bisa segera makan agar sehat kembali…” ujar Wana langsung menuju dapur
“aku ikut bantu ya ma…” ucap Aom berlari menuju dapur juga
Setelah beberapa hari sadar anak itu sangat sedikit bicara… mungkin karena merasa sangat canggung di tempat baru ini baginya…
“Hai aku Aom, aku yang menemukanmu di sungai beberapa hari yang lalu…” ucap Aom saat duduk di tepian ranjangnya
Anak laki-laki itu memperhatikannya dengan seksama…
“terima kasih atas bantuannya…” sahutnya sambil menatap wajah Aom
"tatapan matanya tajam sekali.." batin Aom
“oo iya siapa namamu?” tanya Aom penasaran
“masa kamu tidak punya nama sih…” ujar Aom dengan nada kesalnya
Tiba-tiba saja anak lelaki itu tersenyum kearahnya… dia tersenyum melihat Aom kesal…
“apa-apaan kamu senyum kayak gitu” gerutu Aom, namun tak diindahkan oleh anak itu
“tapi senyumannya sangat manis” batin Aom
“aku tidak tau ini dimana, dan maaf jika aku menyebalkan Aom…” ucapnya saat Aom akan pergi dari sana
“akhirnya bersuara juga..” ujar Aom dengan senyum simpulnya
Setelah saat itu saat mamanya sibuk dan papanya sedang bekerja maka Aom lah yang akan menemani anak itu di rumah… karena memang ini sudah memasuki liburan semester jadi tidak ada kegiatan sekolah yang wajib Aom ikuti…
Keadaan anak laki-laki itu sudah semakin membaik dan sekarang ia sudah bisa bermain-main bersama dengan Aom layaknya anak-anak lainnya, mereka tampak sangat bahagia dan sangat ceria saat bersama-sama, namun tentu dengan berbagai bumbu pertengkaran yang selalu menghiasi karena keduanya sama-sama sangat nakal tentunya…
“mana mungkin aku menangis, aku kan anak laki-laki yang kuat!” ucap anak itu dengan tegas saat berdebat dengan Aom yang sedang menangis karena tangannya terluka
__ADS_1
“setiap orang pasti menangis saat baru terluka…” bantah Aom disela isak tangisnya
“tidak semua orang, karena aku tidak akan pernah menangis hanya gara-gara terluka” sahutnya lagi dengan penuh percaya diri
“oh ya? Aku tidak percaya, rasakan ini…” ucap Aom sambil menekan kuat luka anak itu yang masih belum kering…
Luka anak itu kembali mengeluarkan darah karena ditekan cukup keras oleh Aom, Aom melakukan itu karena kesal dan ingin membuktikan bahwa anak itu juga akan menangis saat ia kembali merasakan sakit ketika terluka lagi…
Namun harapan Aom pupus karena anak laki-laki itu sama sekali tidak bergeming, sorot matanya masih begitu datar, dan ia tersenyum manis ketika melihat darahnya mengalir di tangan Aom juga…
luka yang Aom tekan memang luka yang cukup dalam sehingga penyembuhannya agak lambat….
“aaa… kenapa darahnya tidak mau berhenti…” ujar aom panik karena ulahnya sendiri itu, anak itu tersenyum seakan menikmati apa yang ia lihat sekarang ini... seorang gadis kecil yang manis tengah menghawatirkan lukanya yang kembali berdarah karena ulahnya sendiri...
“tidak apa, nanti juga berhenti sendiri…” ucap bocah itu dengan santainya
“maafkan aku… aku… aku tidak bermaksud melukaimu…” ujar Aom panik
“tidak apa…” ucap bocah itu lalu menarik aom masuk ke dalam rumah
Aom mengobati lukanya dengan berlinang air mata, ia merasa sangat bodoh kenapa bisa melukai orang lain seperti ini hanya karena ia kesal pada ucapan bocah ini yang ia rasa begitu sombong, namun apa yang ia katakan memang benar... dia tidak menangis sedikitpun walau sedang terluka…
hubungan kedua anak ini semakin dekat setiap harinya, bahkan Manaying dan Wana sangat bahagia dan bisa menikmati momen saat melihat kedua anak yang ada di depan mereka ini bergitu cerianya bermain bersama…
“Hoi! Kamu itu cantik Aom tapi kenapa jadi gadis tomboy dan nakal sih?” teriak anak itu berlarian mengejar Aom di taman belakang
“biarin! Memangnya aku peduli… wleeee…” ejek Aom kepadanya sambil terus berlari menjauh
“bagaimana aku bisa suka padamu kalau kamu tetap seperti ini gadis tomboy?” celetuk anak itu dan seketika menghentikan langkah gadis kecil itu dengan tatapan bingung yang menghiasi wajahnya
______________
Jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...
I Love You
~Kim Hans
__ADS_1