
HAPPY READING GUYS
________________________
"Benarkah ayah? Apa aku boleh menjadi artis Hollywood nanti?" Tanya Pim dengan penuh semangat dan antusiasme yang tinggi,
"Tentu saja sayang... Tapi untuk mencapai titik itu tentunya tidak akan mudah, dan dirimu harus siap untuk memperjuangkan itu oke?" Tanya Kim meyakinkan putrinya bahwa dia pasti bisa menjadi apapun asal mau memperjuangkan sesuatu yang ia yakini dalam hidupnya...
"Tentu saja! Muaaah! Ayah memang yang terbaik!" Ujar Pim sambil mencium pipi ayahnya penuh kasih sayang,
Pria yang menjadi cinta pertamanya dan juga patokan dasar untuk dirinya menentukan kriteria pria idaman yang akan mendampinginya kelak...
Memang sedikit terlalu tinggi dan hampir disebut sempurna... Tapi jika berbicara tentang pria yang bisa mendampingi gadis secantik Pim memang haruslah pria yang benar-benar memiliki bobot yang tinggi di setiap kriteria penilaian fisik, wawasan dan juga kepribadiannya tentunya...
"Jangan mencium ayah di depan ibumu sayang... Nanti ibumu cemburu tahu..." Ujar Kim sambil tersenyum jahil,
"Heh! Jangan samakan aku dengan dirimu sayang... Aku bukan tipe orang yang akan cemburu melihat anakku dekat dengan ayahnya... Tidak seperti dirimu yang bahkan akan merasa cemburu melihat putraku Art dan Tan yang terkadang bersikap manja padaku hmmm!" Sahut Aom tidak terima,
"Hey! Jangan buka kartuku sayang... Hahaha" sahut Kim tertawa lepas karena itu memang kenyataannya...
"Hahaha... Tapi sekarang ayah akan punya dua saingan berat untuk memanjakan ibu... Karena kami akan menjaganya sepenuh hati selama calon adik baru kami berkembang di dalam perut ibu..." Ujar Tan sambil memeluk tubuh ibunya dari samping dengan sangat lembut...
"Hahaha sepertinya dirimu akan memiliki 3 orang figur suami siaga mulai hari ini Aom... Bersiaplah untuk bersantai dan menikmati harimu..." Ujar Nan yang baru saja datang bersama dengan Mario, Jeab, Ji dan Zee
"Ah, pas sekali kalian datang... Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan" ujar Kim kepada para sahabatnya itu, lalu mereka pergi ke salah satu meja yang ada di taman itu untuk berbicara,
"Ngomong-ngomong apa saja isi hadiah dari ayah kak?" Tanya Tan yang masih penasaran karena belum sempat melihat secara keseluruhan... Yang ia lihat hanya sebuah kunci aneh, dan beberapa lembar kertas yang sedikit lebih tebal dari kertas buku gambar...
" Kunci dan sertifikat kepemilikan atas Gulfstream G650ER, sertifikat dari sebuah real estate property lebih tepatnya sebuah mansion mewah di Miami beach" sahut Art yang masih benar-benar takjub melihat benda-benda yang sedang ia pegang saat ini... beberapa barang yang setara dengan Uang milyaran dollar terasa begitu ringan di tangannya saat ini...
__ADS_1
"Gulfstream G650ER? Terdengar sedikit familiar... Aku lihat dimana ya..." Gumam Tan sambil berpikir,
"Gulfstream G650ER? Jangan bilang kalau itu adalah pesawat jet pribadi mewah itu kak?!" Tanya Pim yang langsung teringat bahwa ada beberapa artis Hollywood yang memilikinya...
"Ya Pim... Kamu benar sayang..." Sahut Art sambil tersenyum lembut,
Sementara Pie yang mendengar apa hadiah yang diberikan oleh paman Kimnya itu kepada putra sulungnya ini hanya bisa terdiam membisu saking terkejut mendengarnya... Tapi jika dilihat lagi siapa ayah dan latar belakang dari keluarga Hans Suppanad, tentu saja hadiah semacam ini sangatlah mudah untuk diberikan oleh sang bos besar Kim Hans Suppanad kepada anak-anak kesayangannya kan?...
Tentu saja, tentu saja!
"Gila! Aku baru ingat... Royal private jet ini bernama Gulfstream G650ER kak... Wah..." Ucap Tan takjub,
"Aku penasaran apa yang akan ayah berikan padaku saat aku berumur 20 tahun nantinya... Kapal selam? Jet tempur? Atau sebuah tank tempur? hehehe" canda Tan lagi sambil terkekeh pada dirinya sendiri,
"Hahaha, mungkin sebuah kapal pesiar" sahut Art menanggapi candaan adiknya ini,
"Kak bawa aku naik pesawat itu ya untuk jalan-jalan keluar negeri!" Pinta Pim penuh semangat,
"Janji?" Tanya Pim sambil mengacungkan jari kelingkingnya,
"Janji!" Sahut Art menautkan jari mereka berdua,
***
Hari pun berlalu dengan begitu cepat, begitu banyak orang mengucapkan selamat kepada Art di hari ulang tahunnya, dan tanpa diduga ia juga mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari banyak orang termasuk dari adik sepupunya Tao, Ice, Naw dan yang lainnya yaitu sebuah sumpah setia yang hanya akan mereka berikan pada Art seorang... Sumpah setia yang berarti kesetiaan tanpa batas dari banyak orang hari ini benar-benar suatu lonjakan khusus dalam hidup Art kedepannya...
Namun ada beberapa orang yang tidak Art izinkan untuk memberikan sumpah setianya hanya kepada dirinya sendiri, diantara adalah Lee, Wharacan dan Pie...
Karena Art ingin mereka juga akan memberikan sumpah setianya kepada adiknya yaitu Tan...
__ADS_1
Hal ini ia lakukan ukan hanya atas dasar kasih sayang kepada adiknya, tapi juga atas pertimbangan khusus tentang bagaimana mengkhususkan beberapa orang agar bisa membantu Tan menjalankan bisnis di perusahaan Hans Group dengan dukungan dan stabilitas yang optimal nantinya saat waktu yang tepat tiba untuk memberikan tanggung jawab penuh atas perusahaan ke tangan adik kecilnya ini...
"Aku menerima sumpah setia dari kalian semua kecuali 1 orang... Yaitu dirimu..." Ujar Tan sambil menunjuk ke arah Pie,
"Kenapa? Apa karena kita sering bertengkar?" Tanya Pie sambil mengerutkan keningnya, karena jika ia maka alasan ini benar-benar tidak masuk akal dilihat dari sudut pandang manapun...
"Tidak... Hanya saja..." Sahut Tan yang tampak sedang memikirkan sebuah jawaban,
"Apa aku tidak pantas memberikan sumpah setiaku padamu tuan muda?" Tanya Pie lagi dengan sopan,
"Tidak... Bukan karena itu..." Sahut Tan,
"Lalu karena apa? Boleh beritahu saya apa alasannya?" Tanya Pie bersikap formal tidak seperti biasanya...
"Karena..." Ujar Tan sambil terlihat berpikir, lalu tiba-tiba ia teringat akan apa yang ayahnya katakan barusan...
"Karena ayah masih akan memberikan sebuah tugas khusus nantinya padamu, siapa yang tahu tugas apa itu? Bagaimana jika itu nanti akan bertentangan dengan sumpah setiamu?" Sahut Tan lalu bertanya balik pada Pie,
"Ya kamu benar... Aku tidak berpikiran ke arah sana... Maaf jika aku sedikit lancang tadi..." Sahut Pie sambil menundukkan kepalanya dengan tulus meminta maaf pada Tan,
"Kenapa minta maaf? Itu tidak perlu..." Sahut Tan sambil berlalu begitu saja dari sana,
"Tumben dia setenang itu... Biasanya selalu membuat keributan dengan sengaja memicu hal-hal tidak penting agar bertengkar denganku dan juga Pim..." Gumam Pie dalam hatinya,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐