
HAPPY READING GUYS
________________________
Malam harinya,
Art menemui Tan yang sedang duduk di bangku dekat kolam renang di roof top rumah mereka, pemandangan kiri kanan sunyi senyap karena daerah hutan di perbukitan sementara pemandangan di depannya menyuguhkan bagaimana gemerlapnya kota Bangkok yang hidup selama 24 jam nonstop itu,...
Lampu-lampu yang hidup dari setiap rumah, hotel, restauran, tempat hiburan malam dan yang lainnya membuat biasan cahaya yang memberi kesan begitu ramai dan megah...
"Kenapa kamu menolak sumpah setia dari Pie?" Tanya Art tiba-tiba setelah mereka berbincang tentang hal-hal ringan sebelumnya,
"..........." Tan terdiam, ia tidak langsung menjawab pertanyaan dari kakaknya ini,
"Ada sedikit perasaan aneh ketika aku mendengar sumpah setia dari dia kak... Tapi aku tidak tahu apa, mungkin itu memang karena ayah akan memberikan tugas khusus padanya... Siapa tahu ayah akan menjadikan dirinya pihak penghubung independen antara ayah dan kita nantinya kak..." Sahut Tan dengan pemikiran rasionalnya atas alasan yang ia berikan tadi...
Art tersenyum penuh arti, namun entah apa yang sebenarnya membuatnya tersenyum seperti itu...
"Baiklah... Anggaplah memang seperti itu, lalu berapa lama lagi studimu akan berakhir?" Tanya Art pada adiknya ini,
"Tinggal beberapa bulan kak, aku hanya perlu menyelesaikan skripsinya saja... Kakak bagaimana?" Sahut Tan dan balik bertanya pada Art,
"Tinggal setor dan menunggu jadwal resmi wisuda..." Sahut Art sambil tersenyum bangga,
"Aaah?!!! Serius kak?! Keren!!!" Ujar Tan menjadi semakin semangat,
"Jadi kakak ke USA hanya dalam waktu yang singkat setelah ini?" Tanya Tan lagi,
"Ya... Dan untuk sisa waktu beberapa bulan akan aku gunakan untuk mengenal wilayah-wilayah menarik di negara bagian yang luas itu... Jadi jangan terlalu lama menghabiskan waktu yang berharga hanya untuk menyusun skripsimu..." Sahut Art sambil mengacak-acak rambut Tan,
"Tentu saja kak! Aku tidak akan kalah!" Sahut Tan dengan semangat membara,
***
Keesokan paginya,
Kim terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya masih sibuk terlelap di dalam dekapannya... Ia menelusupkan kepalanya ke tengkuk Aom lalu menciumnya pelan...
Karena ciuman itu, Aom merasa kegelian dan akhirnya tidurnya pun terganggu... Namun karena matanya masih terasa sangat berat ia enggan untuk segera bangun dari tidurnya dan mendorong wajah Kim menjauh...
Kim terkekeh pelan melihat tingkah manis dari istrinya ini... Tapi pada detik berikutnya sesuatu yang aneh terasa pada perutnya...
Seperti ada sesuatu yang mencoba untuk mendesak keluar pagi ini...
Kim menutup mulutnya ketika sesuatu itu semakin memburuk dan membuatnya merasa mual dan ingin muntah...
__ADS_1
Karena Aom masih tidur, ia mencoba untuk menahannya dan tidak membuat gerakan signifikan yang bisa membuat tidur istri cantiknya yang sedang hamil ini terganggu...
Namun itu tak bertahan lama...
Kim tidak bisa menahan rasa mualnya dan akhirnya harus menggeser tubuh Aom dari pelukannya, setelah itu ia segera berlari masuk ke dalam kamar mandi...
Tujuan utamanya adalah wastafel...
Aom yang sedikit terkejut akhirnya bangun dan sekilas melihat Kim berlari saat turun dari tempat tidur mereka ini...
Kim masuk ke dalam kamar mandi,
Hanya itu yang Aom tahu saat ini...
Di dalam kamar mandi itu,
Kim terus disiksa oleh rasa mual yang aneh dan tak berujung itu...
Ingin rasanya ia memuntahkan semua isi perutnya namun tak ada sedikitpun yang keluar...
Ada apa ini?
Apa dirinya salah makan sesuatu?
Apa ada yang mencoba meracuninya?
Tapi siapa orang bodoh yang mau mencoba melakukan itu?! Tidak mungkin...
Tok!Tok!Tok!
Suara pintu di ketuk oleh seseorang dari luar kamar mereka itu bersamaan ketika Aom baru saja masuk ke dalam kamar mandi karena merasa khawatir pada Kim yang cukup lama berada di dalam sana...
"Ada apa sayang? Kamu sakit?" Tanya Aom sambil mengelus dan memijit tengkuk Kim pelan guna membantu meredakan mualnya...
"Tidak tahu sayang... Ini pertama kalinya aku merasa mual seperti ini..." Sahut Kim sambil mengelap bibirnya,
Tok!Tok!Tok!
Suara pintu kamar mereka diketuk lagi dari luar...
"Apa kalian sudah bangun? Ini aku Jeab, aku mau memeriksa kondisi Aom..." Ujar Jeab setengah berteriak dari luar kamar,
"Tunggu sebentar Jeab!" Teriak Aom lalu menghentikan tangannya yang memijit tengkuk Kim,
"Aku buka pintu untuk Jeab dulu ya sayang... Ini pakai handuknya" Ujar Aom memberikan sebuah handuk kecil untuk Kim gunakan mengeringkan wajahnya yang baru saja ia basuh dengan air mengalir dari kran wastafel...
__ADS_1
"Ya sayang..." Sahut Kim sambil menerima handuk itu dari tangan Aom,
Setelah membukakan pintu untuk Jeab,
Jeab langsung memberikan pertanyaan standar dari seorang dokter kepada pasiennya...
"Bagaimana kondisimu pagi ini Aom? Merasa mual-mual karena morning sickness?" Tanya Jeab sambil tersenyum ramah pada Aom,
"Tidak ada Jeab... Semuanya biasa-biasa saja, aku tidak merasakan morning sickness lagi seperti saat aku hamil Tan dulu... Mungkin karena sebelumnya saat mengandung Pim aku mengalami morning sickness jadi sekarang tidak lagi... Apa itu logis pak dokter? Hehehe...." Sahut Aom sambil terkekeh geli pada hipotesanya sendiri...
"Mungkin saja... Tapi gejala morning sickness pada wanita hamil memang tidak selalu terjadi... Tergantung pada kondisi fisik dan mental si wanitanya saja..." Sahut Jeab dengan santainya sambil berjalan kearah sofa bersama Aom...
"Tapi sebelum memeriksa kondisiku, kamu harus mengecek kondisi Kim dulu Jeab... Sepertinya dia sakit... Dia tidak enak badan dan muntah-muntah barusan..." Ujar Aom khawatir begitu juga dengan Jeab yang langsung nampak begitu serius mendengarkan apa yang Aom katakan,
"Apa ada sesuatu yang ia makan kemarin?" Tanya Jeab segera mengeluarkan alat-alat pemeriksaannya...
"Tidak... Aku tidak sakit, hanya saja aku merasa mual yang aneh..." Sahut Kim yang baru saja keluar dari kamar mandi mereka itu,
"Duduklah biar aku cek kondisimu Kim..." Ujar Jeab sambil mengenakan stetoskopnya,
Setelah Kim duduk di hadapannya, Jeab mulai memeriksa detak jantung dan juga denyut nadi Kim... Namun setelah diperiksa tidak ada yang aneh dengan kondisinya, karena jika misalnya terjadi masalah pencernaan ataupun gejala keracunan pada Kim, denyut nadi dan detak jantungnya pasti akan mengalami perubahan ritmenya...
Setelah mengecek tensi Kim yang akhirnya menunjukkan hasil yang sama normalnya, setelah beberapa saat Jeab pun akhirnya mulai tersenyum dan tertawa pelan,
"Hahaha... Aku tahu, tapi ini sedikit sulit untuk kupercayai... Ternyata pria seperti dirimu bisa juga seperti ini ya..." Ujar Jeab sambil tertawa setelah menyelesaikan pemeriksaannya, sementara Kim dan Aom hanya mengerutkan keningnya karena bingung...
Kenapa Jeab tertawa?
"Kenapa kau tertawa?! Apa yang lucu?" Tanya Kim kesal pada Jeab,
"Hahaha... Oke-oke kita serius sekarang..." Ujar Jeab berusaha menahan tawanya,
"Jadi begini, dirimu tidak sakit bos besar... Hanya saja kamu sedang mengalami morning sickness, ini biasa terjadi saat periode ngidam..." Ujar Jeab
"Apa?!" Seru Kim dan Aom bersamaan
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1