His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Bibit-Bibit Musuh


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


______________


Pagi yang indah ditemani suara burung yang merdu di hutan perbukitan itu...


hamparan pohon hijau yang luas membuat siapa saja akan merasakan ketenangan saat melihatnya...


Pagi ini Aom masih tertidur dengan nyenyak dan tidak menyadari bahwa tubuhnya telah dipindahkan keatas roof top rumah megah ini... ia masih menikmati kehangatan dari memeluk tubuh Kimnya itu...


Sementara Kim yang telah menggendong tubuh istrinya menuju roof top hanya mengelus lembut kepala Aom agar ia tertidur semakin nyenyak, Kim berbaring di kursi pantai panjang yang ada di depan kolam renang itu... dihadapannya ia dapat melihat hamparan hutan hijau yang indah dan di sebelah kanannya adalah pemandangan betapa padatnya kota Bangkok terpampang nyata di hadapannya...


sambil menikmati secangkir teh panas, sinar mentari yang masih hangat dan sehat pagi ini Kim sangat-sangat senang... rasanya ia ingin sekali memutar waktu agar berputar semakin cepat... ia tak sabar untuk menantikan kelahiran dari anak ketiganya itu...


Kim benar-benar sangat mengharapkan jika anak ketiganya kali ini adalah seorang anak perempuan yang cantik seperti istrinya ini...


Betapa indahnya sebuah keluarga yang ia bayangkan... pandangan mata Kim menerawang jauh membayangkan imajinasinya yang begitu luas... sampai lamunannya tiba-tiba buyar karena Aom tampak bergerak mencari-cari kehangatan karena angin pagi dari perbukitan ini telah mengusik tidur nyenyaknya... membuatnya merasakan kedinginan...


"Hey sayang... selamat pagi... masih mau tidur?" tanya Kim pada Aom yang masih memejamkan matanya itu


"hmmmm kenapa dingin sekali sayang?" tanya Aom sambil mengeratkan pelukannya


"bangunlah, maka kamu akan tahu apa yang menyebabkanmu merasa kedinginan sekarang..." ujar Kim sambil memainkan rambut Aom


Perlahan-lahan Aom mengumpulkan kembali kesadarannya, mengucek-ucek matanya pelan, menyesuaikan dengan cahaya disekitarnya...


"huh? kapan kita kesini sayang? bukannya kemarin kita tidur di kamar?" tanya Aom heran setelah sadar bahwa ia dan Kim sedang berada di roof top rumah mereka ini...


"aku menggendongmu tadi... aku ingin kita bertiga menikmati udara segar yang sangat menyejukkan pagi ini... ini juga bagus untuk kesehatan..." sahut Kim


"bertiga?" tanya Aom sambil melihat sekitar

__ADS_1


"aku, kamu, dan si kecil yang sedang berkembang disini..." sahut Kim sambil mengelus perut Aom yang masih kecil itu dengan lembut


"ah... bagaimana kalau Tan menangis..." ujar Aom yang ingat akan Tan yang ada di kamar sendirian


"Art dan Tan sudah bersama neneknya tenanglah... ini minum teh melatinya agar pikiran dan tubuhmu nyaman sayang..." sahut Kim sambil menyerahkan secangkir teh hangat itu pada Aom


"hmmmm.... wanginya..." gumam Aom saat menghirup aroma teh melati itu sambil menikmati udara sejuk dan pemandangan indah yang terhampar luas dihadapan mereka saat ini...


***


Saat hari sudah siang, Kim terlihat sudah selesai bersiap untuk pergi ke Dermaga bersama Mario dan Jay...


"semuanya sudah siap Kim" ujar Mario pada Kim yang tengah merapikan beberapa berkas yang baru saja selesai ia tandatangani di ruang kerjanya...


"Oke langsung berangkat ke dermaga" perintah Kim sambil berjalan keluar, Aom berdiri di dekat pintu utama... sedari pagi tadi ia terus berusaha membujuk Kim agar mengizinkannya untuk ikut ke dermaga namun Kim masih bersikeras menolaknya...


"Jangan mulai lagi Aom... aku tidak akan mengizinkanmu ikut... istirahatlah di rumah dengan baik..." ujar Kim saat melihat tatapan penuh harap dari istrinya


"hmmmmm...." gumam Aom cemberut mendengar ucapan Kim itu lalu...


Kim mencium bibirnya yang manyun itu sekilas lalu mengusap rambutnya pelan...


"sudahlah... aku pergi dulu... makan yang banyak ya agar calon adik Art dan Tan ini selalu sehat... aku sayang kalian sampai jumpa nanti malam..." ujar Kim lalu ia pergi bersama dengan Mario dan Jay


***


pukul 15.00 waktu Bangkok, di salah satu ruangan markas SDG terlihat beberapa orang tengah berdiskusi cukup sengit tentang sebuah transaksi pasokan senjata dari SDG untuk salah satu kelompok yang bisa dibilang salah satu gangster ternama di LA Amerika serikat... namun diskusi itu berjalan alot karena Kim tidak mau menyetujui beberapa poin yang ada dalam kesepakatan itu...


"Mr. Kim Hans... kau tau kan siapa bos kami itu, jadi lebih baik setuju saja agar tidak terjadi masalah yang menyulitkan kalian kedepannya..." ujar seorang pria yang dipanggil tuan Daren oleh anak buahnya itu


"hahaha... tuan Daren, jangan coba memprovokasi seseorang di daerah kekuasaannya... apakah kau tidak ingin hidup lebih lama lagi?" tanya Mario sambil tertawa karena Daren ingin mengancam seorang Kim Hans...


"aku peringatkan padamu, ini perusahaanku, pabrik senjataku, jadi kau tidak punya hak untuk memaksakan kehendak kalian disini... aku tidak pernah takut pada siapapun! termasuk pada bosmu itu si Jack... jika kalian tidak setuju dengan apa yang aku inginkan maka lupakanlah keinginan kalian untuk bekerjasama dengan SDG! Mario, Ji kalian tau apa yang harus dilakukan bukan?" ujar Kim langsung berdiri dan melangkahkan keluar meninggalkan ruangan itu


"tentu bos!" sahut mereka berdua kompak

__ADS_1


"kalian terlalu sombong, ingatlah jangan menyesal nanti!" ucap Daren yang sudah tersulut emosi karena untuk pertama kalinya ada yang berani membantah perintah bosnya dengan begitu sombongnya...


Akhirnya Daren dan anak buahnya meninggalkan markas SDG dengan tangan kosong... tender kerjasama tak menemui titik terang akhirnya berujung perdebatan semata...


"seorang pria lemah seperti itu bisa menjadi pimpinan kelompok mafia yang paling ditakuti di Asia? sebegitu lemah kah tingkatan gengster di Asia ini? sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan AS ckckck..." gerutu Daren pada anak buahnya itu


"saya juga yakin kalau dia bisa hebat hanya karena dukungan anak buah yang banyak bos... dia terlihat lebih seperti seorang model majalah daripada seorang ketua mafia hahaha..." sahut salah satu anak buahnya itu


"kita harus buat mereka bertekuk lutut dibawah kaki bos, berani sekali angkuh di depan permintaan bos besar kita... mereka pikir siapa mereka... habislah kau Kim Hans!" ucap Daren sambil menggenggam erat pistol revolver yang ada di tangannya sekarang...


Sore hari setelah semua pekerjaannya di dermaga telah selesai akhirnya Kim bersiap-siap untuk pulang bersama beberapa anak buahnya dan juga Bersama Mario & Jay...


Tiga mobil itu melaju beriringan di pesisir pantai itu hendak menuju pusat kota...


namun tiba-tiba lima buah mobil menyalip mereka dan memepet mereka dengan sangat cepat...


mendapatkan serangan yang mendadak sontak membuat Kim dan yang lainnya refleks melakukan perlawanan...


akhirnya baku tembak pun tak dapat terelakkan lagi...


Door!!! Dooor!!! Door!!!


Dengan dua buah pistol di tangan Kim ia mampu menghabisi orang-orang yang tiba-tiba saja menyerangnya itu dengan sangat cepat... begitu juga yang lainnya, mereka melumpuhkan musuhnya dengan sangat cepat...


"tak kusangka kau senaif ini tuan Daren... keluarlah hadapi aku agar kau puas!" teriak Kim pada laki-laki yang sedang berlindung di balik mobilnya itu sambil menunggu celah untuk melakukan perlawanan kepada Kim dkk...


"hahaha... punya nyali juga kau Kim Hans... mau tangan kosong atau dengan senjata?" tanya Daren sambil mengeluarkan dua bilah pisau dari mobilnya itu


"kau saja yang pilih, mau tangan kosong atau pakai senjata sama saja untukku" sahut Kim datar dengan tatapan tajamnya itu


"baiklah ayo kita berduel!" seru Daren pada Kim sambil melemparkan sebuah pisau untuk Kim gunakan...


_______________


Jangan lupa vote like dan komentarnya guys..

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2