
HAPPY READING GUYS
________________________
"Kebebasanku dari semua masalah ini akan terlalu mahal jika harus dibayar dengan carut marutnya negara ini hanya karena kepentingan pribadi dari para orang yang memiliki pengaruh besar... aku hanya tidak mau negara kita, tempat kelahiran kita ini harus mengalami Chaos... aku tidak pernah menatap secara langsung bagaimana wajah ibuku... jadi aku juga tidak ingin ibu pertiwi'ku ini juga bersedih akibat perang saudara yang mungkin saja bisa terjadi nantinya... aku tidak mau itu terjadi sayang..." ujar Kim lagi...
"lalu apa yang harus kita lakukan? aku juga tidak mau kamu mendapatkan hukuman mati atas tuduhan ini... ini tuduhan yang sangat tidak main-main sayang... sudah jelas sekali mereka ingin melenyapkan'mu... dan aku tidak mungkin membiarkan itu terjadi... tidak mungkin..." sahut Aom dengan wajahnya yang sudah benar-benar dihiasi oleh kekhawatiran...
Kim sangat tahu bahwa Aom benar-benar menghawatirkan dirinya, sama seperti ia yang selalu menghawatirkan istri cantiknya ini setiap saat dia tidak bisa berada di sampingnya... tapi Kim juga tidak mau dan tidak akan pernah membiarkan Aom mengambil keputusan yang bisa membahayakan dirinya lagi...
Kim menarik tangan Aom dan menuntun tubuh seksi istrinya ini ke atas pangkuannya, menarik tengkuknya hingga wajah merekapun mulai terkikis jaraknya perlahan, semakin dekat dan semakin dekat... namun saat sedikit lagi Kim akan berhasil mencium bibir mungil Aom, Aom menahannya dan berkata...
"tidak disini... kamu tidak boleh menciumku di tempat seperti ini Kim Hans..." ujar Aom berusaha menghalangi suaminya yang hendak menciumnya di tempat ini... di ruang penahanan sementara kepada para terdakwa kasus yang sedang di interogasi...
Benar-benar aneh dan tidak romantis sekali tempatnya, tapi ini juga bisa menjadi pengalaman yang unik tentunya...
karena siapa lagi orang yang sedang dituduh menjadi seorang terdakwa sebuah kasus yang sebesar ini yang masih bisa tenang menghadapi situasi seperti ini dan akan dengan tenangnya mencium istrinya saat ini juga di ruangan kecil dan sempit ini...
"bukankah ini bisa menjadi pengalaman langka sayang? karena siapa lagi pasangan yang bisa berciuman di tempat penahanan sementara seperti kita saat ini? hahaha" sahut Kim sambil tertawa senang melihat wajah malu-malu tapi mau dari istri cantiknya ini...
__ADS_1
"dasar mesum... jangan selalu bercanda sayang... cepat katakan padaku apa yang bisa kita lakukan sekarang?" tanya Aom sambil tetap menahan dan mendorong dada Kim untuk menghalangi Kim melakukan apapun yang mau dia lakukan saat ini diluar topik cara pembebasannya dari kasus ini...
"masih ada jalan keluar lainnya... hanya saja itu sedikit sulit dilakukan, dan itu bisa terjadi jika aku memiliki image yang bagus di dalam sudut pandangnya..." sahut Kim yang berhasil membuat Aom serius mendengarkannya dan mulai mengendurkan penolakannya...
"lalu ap.... hmmm..." ucap Aom tertahan karena dengan sangat cepat Kim menarik tengkuknya dan mencium bibir mungilnya, lembut... namun terkesan benar-benar tidak sabaran, namun tetap manis dan begitu menggoda seperti biasanya...
Karena sudah terlanjur, maka Aom pun ikut hanyut dalam permainan Kim ini... mereka berciuman seperti sepasang kekasih yang sedang melepaskan kerinduan mereka setelah tidak dapat bertemu selama bertahun-tahun lamanya... padahal sebenarnya mereka hanya terpisah selama 2 hari sampai detik ini...
"walaupun baru dua hari, tapi aku sudah sangat merindukanmu... jika dihitung-hitung, kerugian'ku selama berada disini sudah sangat banyak... pertama-tama aku tidak bisa mendapatkan morning kiss darimu, kedua tidak bisa memelukmu kapanpun aku mau, tidak bisa menatap wajahmu sebelum aku tidur, tidak bisa menciummu juga sebelum tidur, dan yang terpenting adalah aku tidak bisa menikmati momen dimana aku bisa melihat dan membuatmu tertawa di sampingku sayang... hehehe..." ujar Kim sambil cengengesan karena perubahan ekspresi wajah Aom yang awalnya sangat serius mendengarkan apa yang ia maksud dengan mengalami banyak kerugian...
Namun setelah mendengar apa yang Kim katakan tiba-tiba saja Aom menjadi kesal karena Kim masih sempat-sempatnya menggoda dirinya dan bercanda seperti ini...
padahal situasinya saat ini benar-benar sedang tidak baik untuk dirinya...
Bagaimana mungkin Aom tidak tahu bagaimana sifat Kim yang selalu terlihat santai dan selalu bercanda di hadapannya, Kim yang selalu terlihat seperti tidak memiliki beban sama sekali, tapi sebenarnya di balik semua itu Kim sebenarnya sudah menyiapkan berbagai rencana yang matang dan terstruktur untuk menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapinya...
Setelah menikah lebih dari 20 tahun dengan seorang Kim Hans Suppanad, pastinya Aom sudah sangat paham dengan sikap suaminya ini... walaupun tetap masih saja ada banyak hal baru yang setiap hari ia bisa pahami dari Kim... sosok pria yang sama seperti sebuah kotak pandora yang sangat sulit untuk ditebak isi di dalamnya secara pasti...
Pria yang menggilainya, pria yang cinta mati padanya, dan pria yang selalu bisa berkorban apapun hanya demi dirinya ini... bagaimana mungkin Aom bisa rela jika harus kehilangannya?
__ADS_1
"awww... aku serius sayang... itu benar-benar kerugian besar bagiku, aaaa.... ya, ya, ya... apa yang ingin kamu dengar akan aku katakan... jadi berhentilah menarik telingaku dan berwajah masam seperti ini... hehehe" sahut Kim sambil menangkup tangan Aom lalu menariknya perlahan untuk melepaskan telinganya... lalu Kim mencium punggung tangan Aom dengan lembut...
"aku mencintaimu sayang... aku pasti akan cepat keluar dari sini, asalkan kamu berjanji tidak akan ikut campur dalam apapun yang akan terjadi nantinya... maka aku bisa memastikan bahwa aku akan kembali ke rumah secepatnya, dan kamu tidak akan tidur sendiri lagi di kamar kita... hehehe" ujar Kim lagi sambil tertawa pelan...
"katakan padaku dulu... apa yang bisa kita lakukan jika perdana menteri benar-benar bertindak seperti yang kamu katakan tadi?" tanya Aom lagi tidak mau menyerah untuk mendapatkan jawaban dari Kim walaupun waktu yang diberikan oleh petugas untuk bertemu dengan Kim sudah hampir habis saat ini...
"satu-satunya cara adalah..." ujar Kim dan disaat yang bersamaan petugas masuk dan mengatakan bahwa Aom harus segera keluar karena waktunya sudah habis...
"silahkan keluar karena waktunya sudah habis..." ujat petugas itu pada Aom tanpa berani menatap Kim yang sedang menatapnya dengan tatapan matanya yang tajam itu...
"apa?" tanya Aom lagi karena Kim belum mengatakannya...
"King..." bisik Kim di telinga Aom pelan sebelum penjaga itu sekali lagi menyuruhnya untuk keluar dari ruang penahanan sementara ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐