His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Aomku


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kim kembali ke dalam kamarnya yang masih dipenuhi dengan berbagai alat medis itu, menatap wajah Aom yang masih saja setia terlelap dalam tidurnya yang damai saat ini... Tapi tentunya itu bukanlah sebuah kedamaian bagi Kim, kecemasan dan rasa khawatir yang berlebihan memenuhi dirinya saat ini...


Lalu pandangannya teralihkan kepada Pim yang terlihat duduk di pinggiran tempat tidurnya dan sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya... Ia pasti sangat lelah setelah sekolah dan mengerjakan berbagai macam kegiatan pribadinya hari ini...


Kemudian Kim mengulurkan tangannya kearah putri cantiknya itu... Mengangkat tubuh Pim dengan sangat mudah, dengan penuh perhatian dan perlahan memindahkan putrinya untuk tidur di atas tempat tidurnya agar ia merasa lebih nyaman dan badannya tidak akan terasa pegal-pegal ketika bangun nantinya...


Sekali lagi Kim menatap kedua sosok wanita yang sangat berharga dalam hidupnya ini sedang terbaring dengan begitu nyaman dan damai dalam tidur mereka masing-masing... Hanya berbeda kondisinya, yang satu tidur karena kelelahan yang wajar sementara yang satunya lagi terpaksa tertidur karena kondisi yang entah bagaimana hingga menyebabkan dirinya tertidur beberapa jam saat ini...


Hanya dalam hitungan beberapa jam saja Kim sudah benar-benar merindukan senyuman manis dari Aom nya... Lebih baik menghadapi Aom yang selalu meminta hal yang tidak masuk akal dengan moodnya yang selalu berubah-ubah setiap detiknya daripada harus melihatnya terbaring dengan alat bantu pernapasan seperti saat ini...


"Bangunlah sayang... Jangan membuatku menjadi gila seperti ini..." Ujar Kim sambil mengecup tangan Aom yang sudah dipasang infus itu dengan penuh cinta...


Kemudian Kim menunduk kearah perut Aom dimana calon anak mereka berdua sedang berkembang di dalamnya, mengecupnya pelan dari balik kain baju yang Aom kenakan saat ini...


Perut Aom masih tampak begitu ramping, belum cukup besar untuk terlihat seperti wanita hamil yang dapat dilihat dengan jelas oleh mata seseorang...


"Baiklah, aku tidak akan memintamu untuk bangun sekarang... Istirahatlah sebanyak-banyaknya agar calon bayi kita ini juga tetap sehat... Aku juga tidak ingin melihatmu lelah dengan segala macam keinginanmu yang aneh-aneh akhir-akhir ini sayang..." Ujar Kim sambil tersenyum seolah-olah ia bisa bercakap-cakap seperti biasa dengan Aom saat ini...


Waktu terus bergulir perlahan namun pasti... Detik demi detik berlalu begitu saja diantara keheningan yang ada dalam kamar ini...


Hanya speaker dengan lantunan musik relaksasi yang memenangkan yang terdengar mengalun dengan lembut ditemani oleh beberapa lilin aroma terapi yang telah Kim hidupkan di dalam kamarnya ini...


Kim masih dengan setia memegang tangan Aom dengan lembut dan ia tempelkan di pipinya yang mulus, yang bahkan nampak terlalu mulus bagi seseorang yang menyandang gelar bos besar mafia ini...

__ADS_1


Mata Kim tertutup seolah ia menikmati momen ini ketika tangannya dan tangan Aom terpaut satu sama lainnya... Definisi dari sebuah cinta yang tulus benar-benar terlihat dari sosok pria yang terkenal kejam namun sangat tampan ini...


Detik berikutnya tiba-tiba Kim membuka matanya dengan sangat cepat ketika menyadari adanya gerakan kecil dari tangan Aom... Matanya menatap wajah Aom dengan penuh harapan...


Kim menangkap adanya gerakan kecil disana seolah-olah Aom sedang berusaha untuk bangun dari tidurnya...


Kim tersenyum senang kemudian mengusap rambut Aom dengan lembut dan berkata...


"Sayang? Kamu dapat mendengarkan suaraku kan? Aku sangat mencintaimu jadi cepatlah sadar, kamu belum bosan menatap wajahku yang luar biasa tampan ini kan? " Ujar Kim sambil tersenyum menunggu adanya reaksi dari Aom...


Seolah dapat mendengar semuanya dengan jelas dan tidak mau membuat Kim berlarut dalam kecemasan dan kekhawatiran yang terdengar dengan jelas dari intonasi suara Kim yang sedikit berubah, Aom membuka perlahan-lahan matanya...


Yang pertama kali terlihat olehnya adalah bayangan-bayangan buram seseorang yang sedang memegangi tangannya dengan begitu lembut...


Aom belum mendapatkan kembali kesadarannya 100 % makanya ia belum dapat melihat wajah Kim dengan jelas... Namun secara perlahan detik demi detik berikutnya pandangannya tidak lagi tampak kosong...


Aom tersenyum pelan dari balik masker respirator oksigen itu seolah-olah ia tengah bersyukur kepada Tuhan dengan penuh keyakinan dalam hatinya...


Ingin rasanya Aom mengkonfirmasi langsung kumpulan beberapa memori yang tiba-tiba langsung kembali masuk kedalam otaknya, memori masa lalu yang kembali datang seolah-olah ingin mengoyak kepalanya hingga membuatnya tidak sadarkan diri...


Namun apa daya ia seakan tidak punya tenaga bahkan hanya untuk mengatakan satu patah kata dari mulutnya... Sementara Kim yang dengan intens memperhatikan Aom dapat menyadari bahwa Aom sedang berusaha untuk mengatakan sesuatu padanya... Tingkat kepekaan Kim seolah-olah telah meningkatkan beratus-ratus kali lipat saat ini...


Pria yang Aom sematkan label pemilik rasa kepekaan paling rendah ini benar-benar berubah total 180° menjadi kebalikannya... Kim benar-benar bisa menyadari sekecil apapun perbedaan yang tengah Aom lakukan saat ini...


Cuuupphh...


Sebuah kecupan manis yang singkat mendarat di keningnya dengan begitu mulusnya... Membuat Aom merasa nyaman seperti biasanya...

__ADS_1


"Jangan memaksakan dirimu sayang... Beristirahatlah dulu... " Ujar Kim lembut lalu mengalihkan ciumannya pada tangan mulus Aom yang dilengkapi selang infus itu...


Mata Aom kini seperti sedang memindai lingkungan sekitarnya... Menatap setiap sudut yang mungkin terjangkau oleh matanya tanpa menggerakkan kepalanya...


Aom merasa heran dalam hatinya, kenapa tubuhnya terasa begitu lelah saat ini? Sangat amat lelah seperti ia baru saja selesai melakukan pekerjaan berat puluhan kali hingga benar-benar menguras tenaganya hingga tak bersisa...


Kemudian Aom menatap wajah Kim lagi yang kini tampak sedang sibuk dengan ponselnya, menghubungi seseorang yang tidak lain adalah Jeab, tentu saja...


Memangnya siapa lagi yang akan Kim hubungi selain Jeab saat ini? Bahkan belasan telepon tentang bisnisnya Kim benar-benar abaikan sedari tadi...


Aom tersenyum ketika mendengar Kim meminta Jeab untuk segera datang memeriksanya saat ini juga, dan tentunya tidak lupa dengan bumbu-bumbu ancaman khas seorang Kim Hans tentunya...


"Aku tidak mau tahu! Cepat kemari jika kau masih sayang akan nyawamu!" Ujar Kim sebelum menutup sambungan teleponnya dengan Jeab yang malang itu...


Kim melihat Aom tersenyum kemudian mengusap pelan rambut hitam Aom dengan penuh kasih sayang, lalu bertanya...


"Kenapa kamu tersenyum sayang? Merindukanku? Makanya jangan pernah pingsan lagi ya hahaha..." Ujar Kim dengan penuh percaya diri sambil terkekeh pelan,


"Jeab yang malang... " Ujar Aom dengan sangat pelan dan Kim pun tertawa mendengarnya,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


__ADS_2