
HAPPY READING GUYS
________________________
"ibu... aku hanya khawatir jika aku didekatnya, aku hanya akan melukai dia, melihatnya menangis adalah salah satu hal yang paling aku benci... aku terlalu mencintai Aom hingga aku terkadang menjadi begitu bodoh..." ujar Kim sambil menggenggam tangan ibu Wana dengan lembut...
"aku sudah meneliti selama beberapa tahun ini bersama Zacky psikiatermu Kim, emosional disordermu ini bisa disembuhkan... dan obatnya adalah terapi kognitif bersama dengan Aom... karena dia sudah seperti endorfin pada dirimu... aku akan membicarakan ini pada Aom, tata cara dan apa saja yang harus ia lakukan untuk membantumu mengendalikan emosional disorder yang kau miliki, untuk menekannya sekecil mungkin, atau bahkan bisa menghilangkannya selamanya... tergantung seberapa besar pengaruh Aom dalam dirimu nanti... kau percaya padaku kan?" ujar Jeab menjelaskan apa yang sudah selama ini ia amati dan teliti demi membantu Kim menyembuhkan kelainan emosionalnya yang dipicu oleh lingkungan dan juga trauma masa lalunya itu...
"kau yakin? seberapa yakin? dan apa ini bisa membahayakan Aomku?" tanya Kim yang tampak ragu pada dirinya sendiri, bukan kepada Jeab...
"Saat kau yakin bahwa kau mencintai Aom dengan sepenuh hatimu maka ini akan aman 90%..." sahut Jeab meyakinkan Kim
"lalu 10% nya bagaimana?" tanya Kim yang selalu sangat skeptis terhadap angka-angka dari sebuah persentase apapun itu...
"10% nya bisa kau sendiri yang menanganinya, perlahan latihlah kemampuanmu untuk mengendalikan emosimu itu... terkhusus untuk amarahmu yang begitu meledak-ledak itu... usahakan kau selalu masih memiliki ruang kesadaran dalam dirimu, jangan biarkan pikiranmu benar-benar dikuasai oleh amarah lagi... maka perlahan-lahan kau tidak akan perlu khawatir dengan masalah emosional disorder ini Kim..." sahut Jeab menjelaskan sedetail mungkin...
Kim nampak berpikir keras, tangannya semakin menggenggam erat kunci mobil yang sedang ada dalam genggamannya itu...
"ingatlah Kim, jika kau pergi kau hanya akan menambah kesedihan yang sangat besar dalam diri istri kesayanganmu itu... kalian berdua akan sama-sama terluka..." ujar Zee
"pergi bukanlah pilihan yang tepat Kim... karena kau akan terlihat seperti seorang pecundang, kau harus segera membuang kebiasaan berpikiran sempitmu itu, karena itu tidak keren sama sekali" ujar Mario
"dan ingat bahwa kalian tidak hanya berdua saja sekarang... ada 3 orang anak yang memerlukan kehadiran ayah dan ibunya sampai mereka menemukan jadi diri dan kehidupan mereka sendiri..." ujar Nan
__ADS_1
"tumben kau bisa se-bijaksana ini Nan... hahaha" ejek Zee sambil tertawa begitu juga dengan Mario dan Jeab...
"jangan salah kawan... dibalik sikapnya yang terkadang masih kekanak-kanakan itu, Nan juga memiliki sisi bijaksana loh... hahaha" ujar Jeab menyanjung sekaligus mengejeknya juga secara halus...
Karena bagaimanapun juga nasib Nan selalu menjadi bahan candaan dari sahabat-sahabatnya itu... tapi ia tak pernah tersinggung ataupun memusingkan hal itu, ia malah senang karena bisa membuat sahabatnya tertawa... ia sendiri juga mengakui bahwa dirinya memang terlalu sering bertingkah konyol tanpa ia sadari, meskipun ia sangat jenius dalam sistem teknologi dan informasi... tapi tetap terkadang ia selalu bertingkah konyol seperti orang bodoh pada kehidupan sehari-harinya...
Kim ikut tertawa tanpa suara melihat tingkah laku dari semua sahabatnya itu... pikiran sempitnya mulai terbuka lebar... jika ia pergi ia tidak akan menyelesaikan masalah, tapi mungkin akan menambah masalah baru...
"sekarang istirahatlah nak... temani istrimu, agar besok ia bisa tersenyum senang melihat kenyataan bahwa dia tidak harus kehilangan dirimu hanya karena masalah kecil yang diakibatkan oleh mantan kekasihnya yang terobsesi padanya..." ujar ibu Wana sambil mengelus pipi Kim penuh kasih sayang seorang ibu...
"iya bu... maafkan aku yang belum bisa menjadi menantu yang baik untukmu..." sahut Kim
"kamu itu menantu terbaik ibu nak... meskipun dalam dirimu ada kekurangan, tapi itu tidaklah membuat dirimu menjadi sebegitu buruknya... karena setiap manusia pasti memiliki kekurangannya masing-masing... kalian harus saling melengkapi satu sama lain, dan jika kamu tidak keberatan... ibu sarankan kamu harus lebih terbuka pada Aom... kalian sudah menikah sangat lama, tapi masih ada beberapa sisi tentang dirimu yang tak pernah ia ketahui nak, buat istrimu mengenali dirimu seutuhnya maka kalian akan bisa saling mencintai lebih dalam lagi..." ujar ibu Wana lagi sambil memberikan nasihat kepada menantunya sekaligus sebagai putranya juga...
"Woohooo!!! ini seperti honeymoon lagi!" teriak Nan kegirangan
"kau ini masih saja Nan hahaha" sahut Jeab tertawa geli
"tapi aku setuju dengan Nan... Baifren... cepatlah datang kemari sayang... hahaha" ujar Mario setengah menghayal...
"Kim, aku sarankan kau memberikan bawahanmu liburan lebih sering sedikit lagi agar tidak menjadi seperti mereka ini hahaha..." ujar Zee pada Kim sambil tertawa melihat tingkah Mario dan Nan itu...
"Pikiran mereka dipenuhi oleh senangnya liburan berdua bersama istri mereka saja... mungkin karena biasanya selalu ada anak-anak yang membuat mereka tidak bebas... hahaha" sahut Kim yang juga tertawa melihat kebahagiaan di subuh-subuh ini...
__ADS_1
"ibu istirahat juga ya bu... tidak boleh begadang seperti ini lagi, aku tidak suka dan tidak mau melihatnya lagi..." perintah Kim pada ibu Wana dengan lembut dan rasa khawatirnya tentang kesehatan ibu juga...
"selama kalian selalu bahagia, maka ibu akan baik-baik saja sayang... ayo kita semua segera tidur..." sahut ibu Wana lalu mereka semua kembali ke kamar mereka,
Zee tidur satu kamar dengan Mario sedangkan Jeab satu kamar dengan Nan karena dua kamar lainnya belum dibersihkan karena tidak pernah ada yang menempatinya dalam waktu cukup lama...
Kim kembali dan membuka pintu kamarnya perlahan-lahan agar tidak menggangu tidur istri tercintanya ini...
ia kemudian mengunci pintunya, lalu ikut tidur di samping Aom dengan perlahan untuk meminimalisir gerakan yang bisa membuat istrinya terbangun...
"Jeab benar sayang... kamu adalah endorfinku... hanya dengan berada di dekatmu dan memandangi wajahmu seperti ini saja bisa membuat hatiku menjadi lebih nyaman..." gumam Kim pelan, lalu ia mengangkat kepala Aom perlahan-lahan dan menjadikan lengannya sebagai bantalan untuk Aom tidur sambil memeluknya...
"maafkan aku yang terkadang menjadi pria yang bodoh dan selalu berpikir untuk menjauhimu agar kamu bahagia, padahal itu belum tentu kan..." bisik Kim lalu ia mencium kening Aom lagi sebelum ia juga ikut tidur sambil memeluk istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang penuhnya...
Akhirnya badai kecil ini berlalu begitu saja tanpa harus menyisakan hasil yang tragis dengan sebuah perpisahan yang hanya akan menyakiti kedua orang yang benar-benar saling mencintai ini...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1