
"Tidak sayang... Kita akan melakukannya dengan lembut.. aku tidak mau menyakitinya" sahut Kim
"Pelan-pelan sayang... Ah... Kita bisa menyakitinya..uh..." Ucap Kim sambil mendesah nikmat karena gerakan Aom dibawah sana...
"Maafkan ayah nak, tapi kali ini saja ya.. ayah janji tidak akan menggangu ibumu lagi setelah ini sampai kamu lahir" batin Kim lalu Kim mengambil alih kendali dan bergerak dengan cepat membuat Aom menjerit nikmat saat mencapai klimaksnya dan disusul oleh Kim beberapa saat kemudian..
Aom bisa merasakan sesuatu yang hangat mengalir di dalam perutnya...
"Maaf aku lepas kendali sayang.." ujar Kim menyesal
"Tidak apa sayang... Jangan cemas, tidak akan terjadi apapun.." sahut Aom dengan kedua tangannya menangkap wajah Kim
"Ayo kita mandi dan bersiap sayang.." ajak Kim sambil mengenakan pakaiannya, saat hendak menuju ke kamarnya, ketika Kim membuka pintu ruang kerjanya Kim mendapati Jeab sedang bersandar di tembok depan ruangannya itu sambil menahan tawanya
"Kapan kau pulang Jeab?" Tanya Kim basa-basi
"Baru saja, dan aku mendapati seorang anak nakal yang tidak mau mendengarkan nasihat dari dokter dan terus bermain bersama gadisnya" goda Jeab pada Kim
"Apa maksudmu hah?!" Jawab Kim dengan nada sedikit tersinggung
"Aku hanya bercanda bos... santailah.. tapi aku ingatkan karena ini kewajibanku... Jangan terlalu sering bercinta dengan Aom saat ia sedang hamil, bahkan tidak boleh sebenarnya... karena itu bisa membahayakan janinnya bos..." ujar Jeab mengingatkan
"Iya iya... Sekarang kau bersiaplah juga untuk ikut rapat dewan direksi dan pertemuan penting nanti dengan banyak pimpinan" ujar Kim sambil menarik Aom untuk mengikutinya
Setelah semuanya siap dan mobil sudah semuanya siap di depan kediaman Kim itu, Zee datang kedepan kamar Kim dan melaporkan semuanya sudah siap..
"Bos, semuanya sudah siap" ujarnya
"Baiklah, sebentar lagi aku turun" sahut Kim dari dalam kamarnya
Kim mengenakan setelan serba hitam dan untuk pertama kalinya Aom melihat menggunakan sebuah lencana bintang yang kecil dan tersambung oleh seuntai rantai kecil, Aom sangat penasaran dengan lencana yang Kim kenakan itu... yang ia tau masing-masing lencana mewakili seberapa besar power yang dimiliki seorang pimpinan di dunia mafia itu...
__ADS_1
"Ayo sayang, semuanya sudah menunggu" ajak Kim, Aom mendekatinya dan membuat Kim terpesona dengan kecantikannya dan terbalut gaun hitam yang elegan itu.. Aom mengusap lembut dada Kim dan memegang lencana itu...
"Apa ini sayang? Aku baru pertama kali melihat kamu memakainya sayang" tanya Aom penasaran
"Ada beberapa lencana yang biasanya aku pakai sayang, tergantung dari kondisinya" sahut Kim
"ini akan aku pakai saat pertemuan seperti ini.. lencana ini menandakan bahwa aku pemegang kekuatan tertinggi disana" tambah Kim, Aom mengangguk mengerti dan tersenyum
"Ayo cepat kita sudah ditunggu.." ujar Kim mengulurkan tangannya menggandeng tangan Aom
***
Sesampainya di depan rumahnya mereka langsung diberi hormat oleh anggota SDG yang Kim perintahkan ikut ke acara hari ini... Kim dan Aom masuk kedalam mobilnya lalu setelah mereka benar-benar masuk anggota yang lain juga masuk ke mobilnya masing-masing.. mereka semua langsung menuju lokasi pertemuan itu...
Ketika sampai di hotel tujuan, Kim menggandeng tangan Aom dengan lembut... Saat memasuki ballroom itu Kim langsung menjadi pusat perhatian para mafia yang menghadiri pertemuan itu, mereka semua menyapa Kim dengan penuh hormat dan para istrinya menatap takjub Aom yang begitu anggun dibalut gaun hitam itu... Tentunya sangat banyak pria yang mencuri-curi pandangan kepada Aom, sementara wanita yang ada di dalam ruangan itu melakukan hal yang sama terhadap Kim, mereka merasa iri kepada Aom yang sangat beruntung menjadi istri seorang Kim Hans...
Acara pun dimulai dan semua agenda dilakukan dengan terstruktur.. Kim dan beberapa koleganya harus membicarakan rinciannya dengan sangat detail di sebuah ruangan tertutup... hal ini mengharuskan ia meninggal Aom bersama dengan Nan sebentar...
Cukup lama Kim berada di ruangan khusus itu, Aom meminta Nan untuk mengambilkannya minuman yang disediakan disana... Setelah Nan pergi Aom langsung menuju toilet hotel mencari-cari keberadaan seseorang disana...
Lalu ada yang membekapnya dari belakang dan membawanya masuk kedalam toilet pria itu, toilet itu nampak sepi karena dikhususkan untuk kegiatan yang sedang berlangsung ini...
Pria yang tadi membekap Aom dan membawanya kedalam toilet melepaskan bekapannya... saat Aom melihat siapa yang menyeretnya ia terlihat sedikit kesal...
"Mike! Tidak bisakah dengan cara baik-baik huh?!" Protes Aom
"Maaf, aku hanya berhati-hati agar tak ada yang melihat... Bagaimana? Apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Mike to the point
"Iya semuanya sesuai dengan yang direncanakan... kau juga sudah berhasil menangkap beberapa anggotanya kan saat mereka melakukan penyelundupan senjata ilegal, itu sebuah pencapaian besar untukmu kan, kau pasti tau itu tapi..." ujar Aom meragu
"Tapi apa Aom? Kita tinggal sedikit lagi... Dia sangat mematuhimu karena kamu dikira mengandung anaknya, inilah yang aku katakan... semuanya pasti akan berjalan dengan mulus dengan cara ini" ujar Mike bangga
__ADS_1
"Tapi Mike... aku tidak bisa meneruskannya... aku tidak sanggup berbohong lagi..." sahut Aom penuh keraguan dan rasa bersalah
"Kenapa Aom?! Tinggal sedikit lagi jangan bercanda! Kita tidak bisa mundur sekarang!" Ujar Mike dengan nada sedikit meninggi
"Apa kamu gila Mike? Bagaimana bisa aku terus melakukan ini dengan waktu yang lama huh? Perutku tidak tambah besar, mereka pasti akan curiga nantinya" sahut Aom dengan nada yang tinggi juga
"Kita sudah menjalankan rencana ini dengan baik, jadi sebelum kau ketahuan lakukanlah operasi terakhir secepatnya... maka mereka akan hancur dengan perlahan" ujar Mike
"Tapi..." Ucap Aom
"Tapi apa? Kau jatuh cinta pada targetmu sendiri?! Huh!!! Jangan bercanda Aom, kau pikir cinta itu ada di dunia gelap seperti itu huh?!" Ujar Mike sinis
"Aku hanya.." Aom ragu untuk mengatakan apapun sekarang
"Kau jatuh cinta karena telah bercinta dengannya berkali-kali... Mungkin itu yang kau rasakan sekarang... tapi percayalah Aom, itu bukan benar-benar cinta yang bisa membuatmu bahagia, merasakan sedih dan senang bersamaan.. jangan gila dengan mengatakan kau mencintai seorang mafia kejam seperti itu!" Ujar Mike meyakinkan Aom
"Aku memang gila karena sudah jatuh cinta kepadanya.... Dan aku siap untuk..." Seru Aom kepada Mike namun terhenti karena pintu salah satu kamar mandi itu terbuka dan menampilkan sosok yang sangat ia kenal...
sosok yang sangat ia cintai sekarang..
Kim...
dia adalah Kim Hans...
orang yang sedari tadi mereka bicarakan...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1