His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sifat Egois Masing-Masing


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Bagaimana? Rasanya enak kan? Jadi jangan dimuntahkan ya..." Ujar Kim pada Aom sambil tersenyum manis seakan-akan ia adalah pria sempurna tanpa noda, jika seseorang melihatnya dalam senyuman ini sekarang maka tidak ada satupun orang yang akan percaya bahwa dia adalah pria yang dapat melakukan hal-hal kejam yang diluar batas nalar manusia pada umumnya,


"Eits, berhenti sebelum mengajakku berdebat lagi... Dengarkan aku sebentar saja ya..." Ujar Kim lembut sambil memegang kedua tangan Aom seakan ia akan melamarnya lagi saat ini, benar-benar berhati-hati dan penuh dengan perasaan...


"Aku minta maaf... Aku memang egois, suka melakukan apapun yang kuinginkan dan terkadang tidak memikirkan tentang perasaanmu..." Ujar Kim yang kini menatap lekat mata indah istrinya ini,


Hanya dengan mendengar beberapa kalimat itu saja hati Aom sudah mulai menghangat, semua rasa kesalnya yang sudah terkumpul seakan menguap begitu saja... Entah sejak kapan ia sudah sangat terikat dengan apapun yang menyangkut pria yang ada di depannya ini sehingga apapun yang dilakukannya selalu saja membuat Aom terpengaruh begitu hebatnya...


Entah kemana perginya sosok Aom yang begitu cuek dan tidak peduli akan kehidupan pribadinya ketika ia mengabdikan dirinya menjadi agen rahasia pemerintah... Ia bahkan benar-benar tidak peduli jika ia harus mati tanpa identitas nantinya karena itu adalah salah satu resiko dalam menjalankan misi rahasia sebuah negara...


Tapi sekarang semuanya benar-benar berubah... Ia sangat-sangat menginginkan segala hal berjalan sempurna dalam kehidupan pribadinya, cintanya dan juga seluruh keluarganya...


Terlebih lagi tentang pria ini, pria yang awalnya adalah targetnya yang ternyata menyimpan banyak rahasia masa lalu dan cinta yang tak terbatas...


Sehingga ia mulai berubah menjadi seorang wanita yang egois, ia hanya ingin segala sesuatu berputar dengan sempurna di sekelilingnya... Mengabaikan semua kemungkinan buruk yang bisa terjadi hanya dengan menjaga orang-orang yang ia cintai tetap berada dalam jangkauannya...

__ADS_1


Dan tentunya ia melupakan satu hal terpenting... Satu hal yang seharusnya selalu ia ingat dan jadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan apapun dalam hidupnya...


Ia benar-benar lupa mempertimbangkan tentang siapa suaminya ini dan apa yang harus anak-anaknya hadapi dalam dunia yang penuh tipu muslihat ini...


Ia lupa bahwa mungkin di suatu tempat di sudut bumi ini... Mungkin saja ada suatu kelompok atau organisasi yang akan mengincar dan menghancurkan mereka lagi, baik dari kelompok musuh sesama mafia ataupun suatu organisasi yang dibentuk untuk menghancurkan kelompok mafia yang dinilai memiliki kemampuan yang terlalu kuat hingga dapat mengancam kepentingan pribadi dan juga kepentingan politik secara luas...


Karena bagaimana pun juga Aom pun pernah berdiri dengan tujuan yang sama, tergabung salam misi yang bertujuan untuk menghancurkan kelompok mafia yang kuat dan mengakar dengan hebat di negara mereka ini...


"Aku seorang ayah, kamu seorang ibu... Aku tahu banyak cara pandang kita yang sangat jauh berbeda dalam menyayangi anak-anak kita... Kamu memberikan kasih sayang dengan cara yang begitu lembut dan tulus, selalu mementingkan tentang keselamatan mereka daripada apapun... Di lain sisi, aku juga ingin melakukan hal yang sama... Tapi caraku tentu saja berbeda, aku menyayangi dan mencintai mereka dengan cara yang berbeda... Sungguh jauh berbeda, karena aku akan terus mengasah mereka... Membenturkan mereka dengan masalah agar suatu hari mereka dapat benar-benar terbentuk dan siap menghadapi seberapa kerasnya dunia tempat mereka lahir dan seberapa kejamnya latar belakang yang harus mereka bawa hingga mati..." Ujar Kim lagi dengan sangat detail menyampaikan semuanya seperti biasanya, begitu persuasif dan tak dapat dibantah sedikitpun...


"Hiks, Hiks, Hiks.... " Aom mulai menangis, suasana hatinya tiba-tiba memburuk dan begitu mendung hingga tak dapat menahan air matanya lagi...


"Huufftt... Aku akui jika perubahan mood mu ini sungguh menyusahkan sayang... Sudah, sudah jangan menangis lagi, nanti cantiknya berkurang loh..." Ujar Kim berusaha menenangkan Aom nya meskipun caranya ini sedikit tidak cocok dengan karakter dirinya...


"Lebih baik kita istirahat di kamar ya? Kamu bisa memelukku sepuasnya sambil tidur Oke?" Ujar Kim yang hanya disahuti anggukan oleh ibu hamilnya ini,


"Ouh... Aku seperti sedang menggendong bayi besar ya..." Canda Kim karena kini ia menggendong Aom yang masih memeluknya dari depan seperti bayi koala pada induknya,


"Kamu tahu? Ini mengingatkanku pada Art saat ia masih kecil dulu... Ia selalu melakukan ini ketika aku akan pergi bekerja di tempat yang jauh selama beberapa hari... Hahaha... Kalau diingat-ingat itu sangatlah menggemaskan, rasanya seperti baru kemarin tapi kenyataannya ia sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa sekarang..." Ujar Kim hingga kakinya menapaki anak tangga terakhir menuju lantai 2,

__ADS_1


Kim berhenti sejenak lalu berkata,


"Pria dewasa dengan obsesi yang terlalu besar sehingga aku harus dapat mematahkannya agar ia menemukan jalan yang benar, aku harus terus menginjak-injak egonya saat ini dan membenturkannya pada kenyataannya bahwa semua yang ia rencanakan dan inginkan tidak akan selalu berjalan mulus... Kepercayaan diri yang overdosis juga menjadi masalah pada kedua putra kita saat ini..." Ujar Kim lagi lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar yang selalu mereka gunakan di rumah ini,


"Yang satu terlalu percaya diri bahwa ia tidak akan pernah gagal, sedangkan yang satunya lagi terlalu percaya diri akan otaknya dan juga penampilannya sehingga ia di usia yang masih sangat muda sudah menjadi buaya darat yang sangat berbahaya bagi para gadis malang di luar sana... Hahaha" Ujar Kim sambil tertawa mengingat sikap Tan yang menjadi player dan selalu memberikan harapan palsu kepada setiap gadis yang ia dekati...


Kim duduk lalu berbaring perlahan di atas ranjang empuk itu sementara Aom masih dalam posisi yang sama... Tidak mau bergeser sedikitpun,


"Aku tidak tahu ia mewarisi sifat player dari siapa... Tapi tentunya bukan dari aku ya, karena aku sulit jatuh cinta... Apa mungkin..." Ujar Kim dengan jahilnya memancing respon Aom yang tentunya tidak akan terima jika itu disebut warisan sifat dari dirinya...


"Aku tahu arah pembicaraan mu Kim Has! Tapi bukan dari aku! " Ujar Aom sambil memukul dada bidang Kim beberapa kali untuk menunjukkan prosesnya, lalu mengusap air matanya yang sudah membuat pipinya menjadi sangat lembab,


"Hahaha... Iya, iya... Aku tahu... Memangnya aku pernah bilang itu turunan dari sifat ibunya? Aku kan hanya bilang jangan-jangan... Jangan-jangan dari kakeknya, atau kakek buyutnya atau siapa kan begitu... Hahaha..." Ujar Kim sambil tertawa puas karena berhasil mengerjai istrinya dengan sempurna seperti biasanya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2