
HAPPY READING GUYS
________________
Kim mengajak anaknya menuruni bukit dengan motor Harley Davidsonnya menuju lokasi latihan yang terletak di lapangan besar belakang rumah Kim itu…
hanya perlu 5 menit perjalan dan mereka sudah sampai disana…
Kim dan Art disambut oleh Ji dan Baifren yang saat ini tengah bertugas melatih anak buah SDG disana...
“Hallo tuan muda Art apa kabarnya ini?semakin tampan saja” ucap Baifren dengan sangat bersemangat dan senang
“aku baik tante Bai… kapan aku bisa berlatih dengan tante? aku mau latihan menembak hehehe” sahut Art penuh semangat
“Tidak sekarang Art, lihatlah... tante Bai sebentar lagi kan akan punya dede bayi… paman saja yang menemani latihannya Art bagaimana?” tanya Ji menawarkan dirinya untuk melatih sang jagoan putra Kim Hans ini
“Tidak paman, aku bercanda hehehe… aku mau latihan sama papa saja..” ucapnya dengan polosnya
“Baiklah kalau begitu paman yang siapkan alat-alatnya saja ya…” ujar Ji dengan senyuman manisnya lalu berlalu masuk kedalam ruangan penyimpanan senjata untuk latihan yang ada disana...
“Ayo kita ke rangenya nak…” ajak Kim
Setelah semua alat yang diperlukan dibawakan oleh Jirayu, Kim memberikannya kepada Art... mengajarinya merakit pistol dan membantunya berlatih menembak…
walaupun tubuh kecil anaknya belum bisa sepenuhnya menahan lontaran peluru dari pistol itu, Kim membantunya dengan cara merangkul dan mengarahkan tangan Art menembak target yang ada di depannya itu… dengan adanya Kim menahan efek lontaran peluru itu perlahan Art mulai terbiasa menerima hentakan pistol yang ia gunakan itu sekarang….
__ADS_1
Setelah beberapa jam berlatih Kim mengajaknya untuk beristirahat karena peluh sudah menghiasi wajah tampan putranya itu sekarang…
“Petjah mintakan makan siang dan jus melon agar diantar kemari 2 porsi ya…” ujar Kim kepada Petjah yang berdiri di sebelahnya itu
“Baik Bos laksanakan…” sahutnya dan iapun langsung bergegas menuju dapur rumah bagi beberapa anak buah Kim yang sedang dalam masa pelatihan itu...
“Tuan Kim meminta makan siang dan jus melon 2 porsi untuk dirinya dan juga putranya tolong segera siapkan secepatnya ya…” ujar Petjah kepada sang koki yang bertugas di dapur itu...
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya makanan sudah dihidangkan di meja yang ada dihadapan Kim dan Art sekarang,
Dengan tidak sabaran Art mengambil jus melonnya dan meminumnya sampai tersisa Cuma setengah gelas saja
“Sebegitu hausnya anakku ini ya?” goda Kim dan disahuti cengengesan Art tentunya
Mereka menikmati makanannya dengan senang hati sampai handphone Kim berdering dan menunjukkan nomor rumahnya yang tengah memanggil…
benda pipih itu terus berdering saat Kim tengah membersihkan tangannya drngan tissue sebelum mengambil smartphonenya itu…
“Kamu dimana Kim? Kenapa meninggalkan aku? Kamu sudah tidak menyayangiku lagi ya? Kau selalu meninggalkan aku… hiks... Hiks.. hiks..” cecar Aom tanpa memberikan sedikitpun celah untuk Kim menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ia lontarkan…
“Hey.. hey… jangan menangis… aku hanya keluar sebentar karena anak kita meminta untuk latihan di lapangan bawah sayang… aku akan segera pulang sekarang… jangan menangis ya…” ujar Kim berusaha menenangkan istrinya yang sedang labil sekali sekarang ini…
“Pffffttt.,.” terdengar suara seseorang yang tengah menahan tawanya mendengar seorang Kim Hans mencoba membujuk istrinya itu…
Kim langsung menoleh dengan cepat…
Siapa yang berani-beraninya menertawakannya? Dan yang ia lihat adalah Nan yang berusaha keras menahan tawanya sambil membawa dokumen yang membutuhkan tanda tangan Kim tentunya…
Kim berdiri dan menendang kaki Nan sampai ia meringis...
__ADS_1
“beraninya kau menertawakanku Nan!” ujar Kim tak terima
“Auuuu!!! Ampun bos… ampun!” ujar Nan yang malang itu...
“Aku hanya membayangkan dirimu yang juga kesulitan menghadapi kelabilan seorang wanita hamil bos… soalnya aku juga merasakannya… ini.. ini sangat menyusahkan… hehehe” ujarnya cengengesan sambil mengelus kakinya yang masih berdenyut karena ulah bos sekaligus sahabatnya ini...
“Diam kau Nan” ucao Kim lalu mengambil kunci motor Harley Davidsonnya diatas meja itu
“ayo Art kita pulang… sudah sore harus mandi kan…” ajak Kim dan Art dengan senang hati mengikuti papanya menuju parkiran depan rumah itu...
“Hey Kim Hans ini berkasnya belum kau tanda tangani…” teriak Nan yang sadar akan tujuan awalnya kemari
“Bawa kerumah, disana aku akan tanda tangan” ucap Kim datar padat jelas lalu melesat dengan motornya meninggalkan Nan yang menghembuskan nafasnya pasrah…
Sesampainya di rumah Kim langsung masuk bersama dengan Art...
“Nenek… aku pulang…” seru Art dari ambang pintu
“Selamat datang sayang…” sahut neneknya dengan sumringah
“Ayo mandi biar tidak kemalaman cucuku sayang, nanti kedinginan loh…” ujarnya lagi
“Let’s go!” sahut Art dengan senang hati
Sementara itu Kim menatap sekitar… tidak ada Aom…
“Pasti dia di kamar…” batin Kim
__________
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komentarnya guys