His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Lorong Keabadian


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


Setelah puluhan langkah yang ia lalui, akhirnya Kim berdiri tepat di depan cahaya terang itu, entah bagaimana ia merasa sangat ingin memasukinya tapi disisi lain ada sebuah keraguan yang muncul di sudut kecil dalam hatinya seakan jika ia memilih untuk masuk kesana maka tidak akan ada lagi jalan untuknya kembali,


Saat Kim akan melangkahkan kakinya memasuki cahaya terang itu, ada yang menepuk pundaknya hingga membuatnya refleks berbalik melihat siapa yang ada di belakangnya itu, namun entah kapan dan bagaimana caranya... Tiba-tiba saat ia berbalik dan melihat orang itu, ia tidak lagi berada di lingkungan yang seluruhnya berwarna putih tanpa ada apapun selain warna putih itu sendiri sejauh mana pun ia memandang, saat ini mereka berdua ada di padang rumput yang luas dan indah namun hanya ada 1 pohon besar di tengahnya, pohon itu sangat tinggi dan megah dikelilingi oleh rerumputan yang hijau segar,


“Jangan kesana, belum waktunya untukmu masuk ke sana” ujar orang itu sambil tersenyum pada Kim, senyumannya sangat menawan dan indah hingga membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan kenyamanan dan juga ketenangan yang tiada tara,


“Memangnya disana ada apa?” tanya Kim pada orang itu


“Keabadian” sahut orang itu sambil tersenyum lagi


“Hah! Jangan coba menipuku” sahut Kim tidak percaya padanya,


“Ya... Terserah padamu” ujar orang itu dan berjalan perlahan pergi kearah pohon besar itu lalu duduk di bawahnya dengan santai


Kim tidak tahu kenapa ia sangat ingin mengikuti orang ini dan duduk di bawah pohon itu, Jika didefinisikan orang ini terlihat cantik dan tampan disaat yang bersamaan... ia begitu mempesona dan bercahaya, semua hal yang pernah Kim lihat tidak pernah bisa seindah ini hingga ia tidak bisa memalingkan sedetikpun pandangannya dari sosoknya yang menawan. Pakaiannya putih yang begitu bersih dan indah itu membuat Kim tidak yakin mode fashion dari mana yang orang ini ikuti tapi semua yang ia kenakan sangat cocok dengan dirinya...


“Dimana ini?” tanya Kim pada orang itu setelah ia ikut duduk di bawah pohon besar itu,


“Di suatu tempat mungkin?” sahut orang itu yang malah bertanya balik


“Sepertinya percuma aku bertanya padamu” ujar Kim acuh tak acuh dan orang itu hanya tersenyum,


“Aku Kim marga H.S... Ah, maksudku marga Hans Suppanad, kamu?” tanya Kim sambil membenarkan singkatan marga yang sudah sangat fasih ia sebutkan itu, ia pikir setidaknya ia harus tahu siapa orang ini,

__ADS_1


“.... Aku juga, namaku Kim Hans Suppanad putra kedua dari Jo Hans Suppanad, aku lahir saat musim dingin tepatnya tanggal 12 Desember” sahut orang itu yang membuat Kim terdiam lalu mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tinjunya,


“Jangan main-main!” ujar Kim menahan emosinya pada orang ini, bagaimana bisa orang asing yang tiba-tiba muncul ini tahu hal-hal yang sangat pribadi tentang dirinya jika ia bukan musuhnya yang sengaja mencari informasi pribadinya untuk suatu tujuan


“Jangan marah, tanganmu itu sudah terlalu banyak menyakiti orang hingga saat ini... Baik dengan tujuan balas dendam, melindungi orang yang kamu cintai ataupun untuk mendapatkan kekuasaan agar bisa menjamin keamanan keluarga dan anggotamu itu” sahut orang itu yang membuat Kim semakin waspada, ia merasa ia sedang telanjang di depan orang ini karena tidak ada apapun yang disembunyikan dari orang ini,


“Siapa kau sebenarnya?” tanya Kim penuh kewaspadaan terhadap orang yang ada di depannya ini,


“Aku adalah kamu dan kamu adalah aku, semua yang bermula dariku akan berakhir padaku” sahut orang itu sambil tersenyum yang meneduhkan hati yang melihatnya


“Aku ada dimana-mana dan tak terbatas, karena aku adalah awal dan aku adalah akhir” ujar Kim tanpa sadar mengucapkan sisa kalimat yang sangat familiar dalam pikiran dan juga hatinya itu,


Orang itu tersenyum mendengar Kim menyelesaikan kalimatnya itu sambil termenung seakan ia mulai paham pada sesuatu hal, ia semakin tersenyum melihat Kim terlihat semakin kebingungan dengan reaksi dirinya sendiri,


“Selama ini kamu tidak benar-benar percaya bahwa aku ada, seperti halnya setiap manusia yang melakukan apapun yang meraka anggap benar untuk dirinya sendiri dan kelompoknya, manusia sering suka mengelompokkan dirinya dan berpikir dirinya dan kelompoknya lah yang paling benar tapi pada kenyataannya siapa yang bisa mengklaim siapa yang benar dan siapa yang salah? Agama, Ras dan Golongan tidak dapat membatasi ku, aku tidak bisa menjadi rendah hanya karena ada yang menghinaku, aku juga tidak perlu dibela hingga kalian harus meninggalkan jalan yang benar hanya demi namaku, setiap orang dapat menafsirkan apapun tentangku, tapi mereka yang hidup akan memiliki nilai hidupnya bukan dari hal-hal kecil yang sering mereka perdebatkan itu, melainkan dari tindakannya semasa hidup, jika ia dapat meringankan dan membantu orang yang sedang dalam kesusahan dengan hati yang tulus maka hidupnya akan menjadi lebih bernilai di mataku” ucap orang itu dengan santai, setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu menyejukkan entah bagaimana caranya seakan dia adalah seorang ahli hipnotis terhebat di dunia menurut pandangan Kim saat ini...


“Aku adalah kamu, aku juga adalah raja di negaramu itu, aku juga adalah Aom istrimu, aku juga adalah Art, Tan dan Pim anakmu, dan aku juga adalah Mike musuhmu, aku juga adalah Mad Dog yang sedang kamu cari, sama halnya dengan itu maka aku juga adalah anak-anakmu yang baru lahir itu” sahut orang itu lagi,


“...............” Kim terdiam, ia tidak yakin harus berkata apalagi saat ini,


“Aku melihat dirimu dan Aom sangat tulus menyayangi bayi itu jadi aku akan membiarkannya tumbuh bersama kalian, tapi karena dia menerima kesempatan kedua itu dengan menukar kemungkinannya untuk hidup dengan kemungkinan kalian berdua untuk mati, maka ada suatu hal yang harus ia miliki nantiy” ujar orang itu lagi


“Rawatlah anak-anak itu dengan baik, mungkin suatu saat mereka akan menjadi kompasmu untuk menentukan akhir kehidupanmu ini” ujarnya sambil tersenyum penuh arti pada Kim yang masih terdiam


“Aku sudah pernah hampir mati, apakah saat ini juga sama?” tanya Kim padanya


“Ya...” sahutnya santai

__ADS_1


“Apakah dirimu memberikanku kesempatan hidup lebih lama? tapi kenapa?” tanya Kim lagi


“Karena kamu...”


“masih...”


“Belum...”


“Selesai...”


“Melakukan...”


“Tu....”


ujar orang itu samar terdengar oleh Kim namun semuanya seperti sedang melakukan adegan slow motion dan pada akhirnya semuanya terlihat sangat putih dan Kim kembali kehilangan visinya dan tak sadarkan diri...


***


Seminggu sudah berlalu sejak Kim pingsan di ruang operasi itu,


Ia tetap dalam kondisi tertidur tanpa alasan yang jelas selama 1 minggu ini, banyak alat medis dipasang di tangan, kaki dan juga ditempelkan di dadanya, setiap parameter kondisi vitalnya dimonitor sedemikian rupa di rumah sakit ini...


Jika dalam dongeng mungkin ini sebuah kondisi tidur panjang seperti yang putri salju alami tapi sayangnya ini bukanlah dongeng,


_____________________


See You Tomorrow

__ADS_1


__ADS_2