His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Do You Need Me?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kim dan semuanya akhirnya tiba di rumah megahnya yang ada di kota Bangkok ini...


Kim membelai lembut rambut dari kedua wanita yang ia cintai dan sayangi ini... yang satunya terlelap di dalam dekapan hangatnya, satu lagi tuan putri cantik yang terlelap dengan sangat nyaman di pangkuannya itu...


Rasanya ia tidak tega untuk membangunkan mereka saat ini, walaupun tetap berbaring dan tidur di ranjang yang empuk akan lebih nyaman lagi bagi tubuh mereka... akhirnya setelah beberapa menit kemudian, Kim memutuskan untuk membangunkan Aom terlebih dahulu...


"hmmm... apa kita sudah sampai di rumah sayang? hoooaaamm..." tanya Aom sambil menguap karena masih benar-benar mengantuk...


"iya sayang... tolong bangunkan ibu ya sayang... biar Pim aku gendong ke kamarnya..." pinta Kim yang langsung disetujui oleh Aom...


Dengan sangat perlahan Kim mengangkat kepala Pim dan memindahkannya ke atas lengan kanannya, lalu tangan kirinya mengangkat kaki Pim hingga Kim dapat dengan sempurna menggendong putrinya ini ala bridal style menuju kamarnya...


Di perjalanan menuju kamar Pim, Kim memperhatikan wajah putri cantiknya ini...


menyadari waktu yang sudah bergulir dengan begitu cepatnya... seorang putri yang rasanya baru kemarin ia ajari caranya berjalan, kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang begitu cantik... seorang putri yang akan selalu menjadi kebahagiaan dan juga kehormatannya ini...


Tiba-tiba terlintas di dalam benaknya, apa yang akan ia lakukan jika nanti datang seorang pria yang akan mengambil putrinya dan membawanya pergi jauh setelah menikah? Kim rasa ini akan sangat sulit baginya untuk merelakan putrinya berada jauh darinya... tidak seperti kedua anak laki-lakinya yang pasti akan tetap tinggal bersama dengannya, malahan mereka juga pasti akan membawa orang-orang baru ke dalam rumah ini sebagai istri mereka masing-masing...


"menjadi orang tua... huuuhhh..." gumam Kim pada dirinya sendiri sambil tersenyum lalu mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang setelah menidurkannya diatas tempat tidurnya dengan sempurna...


Kim menyelimuti tubuh Pim dengan selimut, lalu menyibakkan rambutnya yang menutupi wajah cantik putrinya itu...


"suatu hari nanti, jika kamu sudah benar-benar jatuh cinta pada seorang pria... berusahalah mencari pria yang tulus dan bertanggungjawab sayang..." ujar Kim pelan sambil mengelus rambut Pim sebelum ia pergi dari kamar putrinya ini...


***

__ADS_1


Masuk ke dalam kamarnya, ia pikir Aom sudah tidur lagi karena kelelahan di perjalanan...


Tapi ternyata tidak... Aom sedang menunggunya kembali ke kamar mereka setelah membawa Pim ke kamarnya...


"kenapa lama sekali sayang?" tanya Aom saat Kim baru saja masuk ke dalam kamar mereka ini...


"ada begitu banyak pikiran yang masuk kedalam otakku tadi sayang... putri kita sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik... dan entah berapa lama lagi waktu yang aku miliki untuk bersamanya sebelum seorang pria membawanya pergi atas nama pernikahan..." ujar Kim sambil tersenyum lembut saat merebahkan dirinya di dekat Aom...


"oooouuuhhh... seorang papa yang penuh dengan perhitungan tentang masa depan anaknya..." goda Aom sambil menusuk-nusukkan jarinya di lesung pipinya Kim itu ...


"aku hanya merasa waktu berjalan begitu cepat... apa kita sudah setua itu?" ujar Kim sambil menatap langit-langit kamar mereka ini...


"tidak... mungkin hanya karena kita menikah pada umur yang masih terbilang cukup muda dibawah 25 tahun yang membuat kita merasa semakin tua saat melihat anak-anak tumbuh dan berkembang dengan begitu cepatnya... mempunyai 3 orang anak dengan jarak umur yang tidak terlalu jauh membuat kita semakin merasa tua karena mereka sudah mulai dewasa sayang... padahal sebenarnya untuk umur 40an seperti kita ini belum bisa dibilang tua kan... kamu pernah bilang kalau sudah berumur diatas 60 tahun baru bisa dibilang tua dan tidak produktif lagi..." sahut Aom panjang lebar...


"jadi kita masih benar-benar produktif kan?" tanya Kim dengan antusiasnya...


"ya kan sayang?" tanya Kim lagi sambil tersenyum penuh arti pada Aomnya ini...


"iya... kita masih produktif dan masih harus melakukan banyak aktivitas sebelum memasuki fase menopause kan..." ujar Aom menanggapi pertanyaan Kim itu...


Dan benar saja... pertanyaan ini hanyalah akal-akalan yang Kim lontarkan untuk mendapatkan alasan yang tepat untuk memulai subuh yang panas ini bersama dengan istrinya...


"kita masih sangat produktif kan... jadi tidak masalah jika berusaha untuk memberikan Art, Tan dan Pim seorang adik lagi... selain itu kita tidak akan merasa menjadi orang yang sudah begitu tua karena bisa merawat seorang bayi lagi... hehehe...." ujar Kim yang dengan cepat memutar posisi tubuh mereka berdua hingga Aom saat ini berada di bawahnya...


"dasar tukang cari-cari alasan... bilang saja kamu memang sedang ingin... kenapa harus berputar-putar seperti jarum jam..." ujar Aom sambil mencubit hidung mancung suami nakalnya ini...


"ya... aku sedang sangat ingin memakanmu sayang... karena kamu terlalu sayang untuk di lewatkan..." ujar Kim sambil mengedipkan matanya pada Aom yang sudah melingkarkan tangannya di tengkuk Kim itu...


"hahaha... do you want play with me baby?" ucap Aom di telinga Kim yang membuat Kim semakin menginginkan dirinya...

__ADS_1


"of course baby..." sahut Kim singkat dan langsung mencium bibir Aom dengan lembut namun penuh penekanan...


Memainkan foreplay favorit mereka berdua sebelum menuju tingkatan yang lebih panas lagi... ciuman mesra itupun mulai beralih ke bawah menuju leher jenjang Aom yang masih begitu mulus itu... dan seperti biasa Kim memberikan kissmark favorit disana, sementara tangannya sudah menjelajah kemana-mana mencari kesenangannya sendiri...


Turun lagi hingga Kim menemukan pegunungan yang begitu indah itu, yang sedemikian indahnya... sampai-sampai dirinya tidak rela untuk melewatkan kesempatan untuk tidak bermain-main disana...


Sementara Aom hanya bisa pasrah menikmati semua yang Kim lakukan subuh-subuh ini...


bohong jika Aom bilang ia tidak menginginkan ini juga... karena setiap hal yang dilakukan Kim untuk dirinya dalam hidupnya ini selalu bisa membuatnya bahagia...


Apalagi setiap sentuhan dari Kim'nya yang selalu berhasil membuat Aom merasa melayang-layang diangkasa seperti seekor burung yang terbang dengan bebasnya di udara...


"sayang... cukup bermainnya... jangan permainkan aku lagi..." pinta Aom sambil mencengkram kuat kepala Kim yang sedang menciumi perutnya itu...


"sudah tidak tahan? atau kamu sudah tidak sabar sayang?" tanya Kim mencandai istrinya ini... walaupun ia sebenarnya tahu bahwa Aom sudah benar-benar ingin merasakan dirinya saat ini...


"please baby... do it..." ujar Aom sambil menahan desahannya karena Kim masih saja belum memulai inti permainan panas malam ini bersama dengannya...


" aku menginginkanmu bahkan melebihi yang kamu tahu sayang... lebih, lebih dan lebih lagi... aku mencintaimu..." bisik Kim sambil tersenyum manis pada Aom yang berada di bawahnya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2