His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Percikan Api Kecil


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Dia adalah musuh negara ini, seseorang yang mencoba menggoyahkan negara dengan cara menundukkan badan intelijen negara terlebih dahulu seperti ini sangat pintar dan tentunya harus segera diberantas sampai ke akar-akarnya! orang-orang seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja... dia adalah pimpinan kelompok mafia besar yang sering disebut SDG, orang yang menjadi dalang dalam pemberontakan ini tidak lain dan tidak bukan adalah pria yang dikenal bernama Kim Hans Suppanad..." Sahut perdana menteri itu dengan lantang dan penuh keyakinan yang terpancar dari wajahnya...


"......................."


Mendengar jawaban itu, semuanya tiba-tiba hening sejenak... Tidak ada satu wartawan pun bereaksi setelah mendengar jawaban dari sang perdana menteri negara mereka ini...


"Apa anda yakin tuan perdana menteri? Apa tidak ada kesalahpahaman sedikitpun? Karena tuan Kim Hans Suppanad tidak akan pernah melakukan hal seperti ini pada negaranya sendiri... Malahan beliau sering membantu negara ini dengan caranya sendiri, contohnya ketika negara sendiri tidak mampu mendirikan sekolah dan rumah sakit di desa-desa terpencil beliau membangun dan memberikan fasilitas itu secara gratis pada semua penduduk yang ada di lingkungan yang tertinggal itu... Bagaimana mungkin orang sedermawan itu bisa melakukan ini kepada negaranya sendiri?" Tanya seorang wartawan dengan begitu lugasnya kepada sang perdana menteri yang sedang berdiri tegak di belakang podiumnya itu...


"Ya benar sekali... Bagaimana mungkin ini benar?" Sahut wartawan lainnya yang juga sependapat dengannya...


"Bukankah kalian sebagai media harus bersikap netral dan tidak memihak? Menayangkan kebenaran yang ada bukan hanya opini belaka? Apa kalian lebih percaya kepada para mafia itu daripada kepada pemerintah kalian sendiri? Yang benar saja kawan-kawan media..." Sahut sang perdana menteri


"Jadi apa ada bukti kuat yang telah pemerintah miliki untuk membuktikan tuan Kim Hans bersalah dalam kasus pemberontakan terhadap negara ini?" Tanya wartawan lainnya yang kembali bertanya...


"Ya kami telah memiliki banyak bukti dan saksi, namun maaf sekali semua itu tidak dapat dipublikasikan karena ini bersifat sangat rahasia..." Ujar perdana menteri itu lagi...


Braaakkkk!!!


Art memukul meja kayu yang ada di hadapannya hingga meja itu retak... Tatapan matanya sangat tajam dan menyiratkan kemarahan... Namun wajah datarnya bukannya dapat menetralisir hawa menakutkan yang langsung menyelimuti seluruh ruangan ini tapi malah memperburuknya... Membuat Art nampak semakin menakutkan, kejam dan bengis menjadi satu...


"Lee, Naw, Ace katakan pada yang lainnya tidak perlu menunggu lagi, mulai semuanya saat ini juga dan besok pagi buat kekacauan besar di segala sektor... Mereka harus tahu dan paham seberapa besar pengaruh dan kekuatan yang selama ini telah dipendam oleh SDG... Tidak peduli seberapa chaos'nya keadaan karena ini, karena pemerintah yang bertanggung jawab atas semua yang telah berani mereka lakukan saat ini..." Ujar Art dengan sangat dingin dan menakutkan...


"Baik kak..." Sahut mereka yang langsung pergi mengerjakan perintah Art itu...

__ADS_1


"Dia benar-benar putra Kim Hans... Hahaha" ujar Mario dan sahabat Kim yang lainnya ikut tertawa...


"Dan paman semuanya tolong bantu aku menyelesaikan semua ini... Bantu aku memberikan pelajaran kepada mereka yang telah berani mengusik ayahku dan juga SDG..." Pinta Art kepada para pamannya ini...


"Tentu saja nak... Tanpa kamu minta pun kami pasti akan melakukan segalanya untuk Kim... Sumpah setia kami padanya masih terus berlaku sampai kami sudah tidak bernapas lagi..." sahut Jeab dengan penuh keyakinan...


"Ingat lakukan semuanya dengan tenang dan tanpa emosi... Sama seperti apa yang selalu diajarkan dan ditekankan oleh ayahmu Art..." Sahut Zee mengingatkan keponakannya ini...


"Tentu saja paman... Dan paman Nan, aku akan merepotkan paman dengan beberapa hal lainnya tentang hacking... Tugas IT semakin bertambah untuk saat ini dan aku sudah memberikan semua rincian yang aku inginkan kepada Tao... Mohon bantuannya paman..." Ujar Art lagi sambil mengambil ponselnya dari atas meja yang ada dihadapannya...


"Siap bos" sahut Nan dan Art membungkukkan badannya memberikan hormat kepada paman-pamannya ini sebelum hendak keluar dari ruang kerja ayahnya ini...


"Kakak tunggu aku!" Seru Tan yang dengan cepat menyelesaikan tumpukan berkas-berkas perusahaan itu...


"Selesaikan pekerjaanmu dulu baru susul kakak nanti, jangan terburu-buru sehingga bisa terjadi kesalahan bagi perusahaan kita" sahut Art dengan tegas yang membuat Tan hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar karena memang benar masih ada begitu banyak pekerjaan kantor yang belum diselesaikan...


Bagaimana dengan pekerjaan Art?


Tentu saja semuanya sudah selesai karena kemampuan dan kemahiran Art sudah hampir setara dengan ayahnya Kim... Secara dia sudah terlatih untuk semua ini sedari ia berumur 10 tahun... Sedangkan terlatih untuk bela diri dan juga menggunakan senjata api Art sudah mulai dilatih sejak umur 5 tahunan...


Benar-benar manusia jenius sekaligus mesin pembunuh yang telah terlatih sejak dini, lalu apa ada yang bisa menghentikan langkahnya ketika ingin menggapai sesuatu?


Tentu tidak jika ia bersungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu hal yang ia inginkan...


Memang tidak banyak yang tahu kalau Kim Hans Suppanad Junior telah lahir ke dunia ini... ia bahkan sudah terlahir sejak hampir 20 tahun yang lalu dan saat ini dirinya sudah benar-benar siap menjejakkan kakinya untuk mengukir sejarahnya sendiri...


Seorang anak laki-laki dari Kim Hans yang bahkan belum genap berusia 20 tahun saat ini, namun sudah memiliki kemampuan fisik dan pola berpikir dari orang-orang yang sudah berusia 30 tahunan...

__ADS_1


Semua hal ini bukannya tidak mungkin...


mengingat segala pelatihan dan juga pembelajaran yang telah diberikan selama ini oleh ayahnya dan juga lingkungan sekitarnya yang sangat mendukung ini menjadikannya manusia yang tidak hanya hidup untuk memenuhi dunia ini tapi juga memiliki nilai dan kemampuan yang sangat memumpuni untuk menjadi seorang pemimpin yang disegani oleh siapapun dengan kemampuan yang dimilikinya...


***


Keesokan paginya,


Tanpa makan sarapan ataupun yang lainnya para pemuda ini langsung melesat pergi dari rumah menyelesaikan semua pekerjaan yang telah menunggu mereka untuk segera diselesaikan secepat yang mereka bisa...


"Mau kemana mereka tanpa sarapan sepagi ini?" Tanya Aom kepada Ace yang juga sudah terlihat hendak pergi juga...


"Menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh kak Art bibi..." Sahut Ace sambil tersenyum manis pada Aom yang sudah mulai cemberut karena ia sangat tidak suka ada yang pergi bekerja tanpa sarapan terlebih dahulu...


"Jangan cemberut begitu bi... Mereka bisa menjaga diri mereka sendiri, saat mereka sudah lapar pasti mereka akan makan secepatnya..." Ujar Ace berusaha memperbaiki mood bibi Aom nya ini...


"Ace, tunggu sebentar... Kamu harus membawakan sarapan untuk mereka semua dan juga untuk dirimu juga nak... Karena aku tidak percaya pada para fotocopy-an Kim dan juga sahabat-sahabatnya itu... Mereka semua akan melupakan segalanya saat mengerjakan sesuatu hal yang sangat penting!" Ujar Aom tak terbantahkan yang membuat Ace mau tidak mau harus menunggu bibi cantiknya ini membungkus sarapan yang sudah disiapkan oleh para koki di profesional yang dipekerjakan di rumah ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2