
Happy Reading Guys
_____________________
“ Dia bisa seperti saat ini pasti karena dia bekerja keras, mungkin saja ia sangat ingin menjadi orang yang bermanfaat bagiku dan sebagai ucapan terima kasih karena tetap membiarkannya menjalani hidupnya dengan cukup normal meskipun orang tuanya telah mati dengan cara itu, atau mungkin juga malah sebaliknya ia ingin menjadi orang hebat agar bisa memiliki nilai tawar agar bisa balas dendam? siapa yang tahu... ” ujar Kim sambil tersenyum simpul,
“ Memangnya seperti apa latar belakang gadis ini? kamu tidak pernah mengatakannya padaku ” tanya Aom sedikit curiga dengan perkataan Kim yang membahas tentang tujuan hidup gadis bernama Pie itu apalagi ada kata-kata balas dendam di dalamnya,
“ Sudahlah, jangan bahas hal yang tidak terlalu penting untuk sekarang... ingat kamu tidak boleh terlalu banyak pikiran, cukup fokus menjaga Kim dan Aom junior yang ada disini ” ujar Kim sambil mengelus perut Aom lalu mengecup pipinya penuh kasih sayang,
“ Selama ini selain makan, tidur, cek kesehatan dan kandungan apa saja yang kamu lakukan sayang? ” tanya Kim sambil mengajak Aom untuk beranjak dari meja makan itu,
“ Kamu akan terkejut saat melihat kamar kalian nak ” sahut ibu Wana sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan,
“ Kenapa? Apa putrimu ini punya hobi aneh baru lagi bu? hahaha ” tanya Kim sambil tertawa,
“ Huh, entahlah... Ibu tidak paham tapi hobi barunya itu membuat kamar kalian di rumah ini pasti terasa sangat ramai hahaha ” sahut ibu Wana sambil tertawa pelan sementara Aom hanya tersenyum malu-malu
“ Aku jadi makin penasaran sekarang... bisa kita lihat apa hobi barumu sekarang sayang? ” ujar Kim lagi lalu menggandeng tangan Aom menuju kamar mereka berdua yang ada di rumah ini,
__ADS_1
Ceklek,
Kim membuka pintu kamar itu lalu matanya cukup terkejut melihat betapa banyaknya perubahan yang terjadi di kamar mereka itu. Hampir di semua tembok kamar itu kini berisi seperti rak besi display sebuah toko mainan action figure berbagai rupa mulai dari Doraemon, Naruto, Dragon Ball, One Piece, Gundam, Transformers dan lain-lain yang tak terhitung jumlahnya...
“ ........... ” Kim sampai terdiam sesaat menatap sekeliling kamar itu,
“ Ada apa ini sayang? hobi barumu sekarang menjadi maniac action figure atau hobi barumu adalah mendirikan sebuah toko action figure terlengkap di negara ini? ” tanya Kim yang tidak habis pikir bagaimana bisa kamar berukuran 8 x 10 ini berubah menjadi seperti toko mainan seperti sekarang ini,
“ Ini belum semuanya sayang... Masih banyak yang belum datang, lihatlah ini ” sahut Aom begitu antusias menunjukkan keranjang belanjanya di toko online dan beberapa paket yang telah dikirim oleh para penjual yang belum sampai ke alamat rumah ini,
Kim hanya bisa tersenyum miris melihat masih begitu banyak yang belum dibeli dan ingin dibeli oleh istrinya saat ini, belum lagi rata-rata harga action figure original yang istrinya pesan itu senilai 1000$ per pcs nya. Kini Kim benar-benar tidak bisa membayangkan berapa kira-kira uang yang telah berubah menjadi ribuan action figure di kamar ini,
“ Apa ini salah satu efek perubahan hormon yang disebabkan oleh obat itu... hmmm... entahlah, yang terpenting adalah efeknya tidak berbahaya saja... seberapa banyak pun uang yang harus dibakar untuk hal yang sedikit kekanak-kanakan seperti ini tidak masalah bagiku ” gumam Kim dalam hatinya sambil menunjukan senyuman yang manis di bibirnya saat mendengar Aom masih saja membicarakan tentang action figure itu dengan sangat antusias,
“ Tidak masalah bagiku untuk tidur di tempat ini yang terlihat bak toko mainan terbesar dan terlengkap di Thailand ini, asalkan kamu bisa senang dan bahagia beli apa saja yang kamu inginkan dan aku tinggal bayar ” ujar Kim sambil mengusap kepala Aom dengan gemas,
“ Benarkah? lalu apa aku boleh membuat sebuah action figure power rangers raksasa di halaman depan rumah kita? ” tanya Aom dengan mata berbinar-binar,
“ Apa?! sayang... itu terlalu ekstrim, rumah kita bukan universal studio... aku mampu membelikannya untukmu semahal apapun itu, tapi sepertinya aku tidak akan kuat menahan malu jika orang luar yang berafiliasi dengan SDG dan juga rekan bisnis Hans Group datang berkunjung untuk suatu kesepakatan nantinya ” ujar Kim hampir tidak bisa berkata-kata lagi dengan imajinasi liar ibu hamil satu ini, bagaimana mungkin ia bisa menginginkan sebuah action figure raksasa di pajang di depan rumah seorang bos besar mafia seperti seorang Kim Hans? Sungguh...
__ADS_1
“ Hmmm... benar-benar tidak bisa? bagaimana kalau di dermaga? ” tanya Aom lagi,
“ Hey... Lebih baik kita berlibur ke universal studio di Amerika ataupun di Singapura sayang... bagaimana? bukankah ide itu menarik? kamu bisa menikmati banyak hal dan juga ada banyak patung besar juga di sana pastinya, pasti seru kan? ” ujar Kim berusaha mengalihkan semua ide gila itu, sambil mengajak Aom keluar dari kamar itu agar ia tidak meminta hal yang aneh-aneh lagi padanya,
Saat mereka berdua sampai di ruang tamu, ibu Wana langsung tertawa melihat ekspresi Kim yang baru datang dari kamarnya itu,
“ Bagaimana? kamar kalian itu jadi meriah kan? hahaha” tanya ibu Wana dengan nada setengah mengejek Kim, ia tahu dengan sangat jelas bahwa Kim tidak akan suka dengan hal-hal seperti itu, namun yang ibu Wana lihat sekarang Kim benar-benar bisa menyesuaikan dirinya dengan hobi baru istrinya itu, ini hanya demi kesenangan Aom yang sedang hamil saat ini tentunya...
“ Sangat... Sangat meriah ibu... Sungguh... ” ujar Kim sambil menunjukkan senyum dipaksakan seolah ia sedang gusar
“ Lalu bagaimana Kim Hans? Apa kamu suka toko mainan di dalam kamar kalian itu? Aom sungguh bekerja keras mengumpulkan semuanya hingga kurir paket tidak henti-hentinya datang ke rumah ” ujar ibu Wana lagi sambil tertawa tanpa suara,
“ Paket! ” teriak seorang kurir paket dari luar rumah,
“ Nah kan, panjang umur sekali kurir paket itu hahaha ” ujar ibu Wana lagi sambil tertawa lepas,
“ Hahaha... yang penting kamu bahagia sayang, tidak apa-apa walaupun anak buahku di depan harus bekerja lebih extra untuk memeriksa setiap kurir paket yang datang setiap harinya, ini bisa menghilangkan kantuk mereka yang menjaga pos mungkin ” gurau Kim lalu ia beranjak mengambil paket yang dibawakan masuk oleh anak buahnya yang menjaga di pintu depan rumah itu,
__________________________________
__ADS_1
See You Tomorrow