His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Keluarga


__ADS_3

  HAPPY READING GUYS


_______________


Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok pukul 11 siang...


Art dan semua adik-adiknya itu telah tiba di Bangkok lagi setelah menikmati masa liburan bebas yang diberikan oleh Kim untuk mereka semua...


Saat mereka baru saja keluar dari pintu kedatangan internasional itu, mereka langsung di sambut oleh 10 orang anak buah Kim yang sudah menunggu mereka sedari tadi...


"Tuan muda dan nona muda silahkan ikuti kami menuju mobil yang akan mengantarkan kalian menuju rumah utama... Tuan Kim sudah menunggu kalian semua..." ujar Torn yang menjadi anak buah Art dan sedari kecil selalu mengikuti perintah yang Art berikan...


entah apa yang sudah Art lakukan sampai dia benar-benar memberikan sumpah setianya pada Art di umur yang semuda ini...


"oke, cepat antarkan kami..." sahut Art sambil membenarkan gendongan tasnya itu


"biar saya bawakan tuan muda..." tawar Daw


"tidak usah, aku bisa membawanya sendiri... santai saja..." sahut Art sambil terus berjalan menuju wilayah penjemputan dengan mobil


"kak aku haus... belikan minuman..." pinta Pim dengan manja pada Art


"mau beli apa hmmm?" tanya Art sambil mengelus lembut pucuk kepala adik cantiknya itu...


"mau greentea latte kak..." sahut Pim dengan begitu antusias


"huh dasar manja!" gerutu Tan melihat sikap Pim pada kakak Artnya itu...


"kau iri kan... wleee...." ejek Pim pada Tan


"sudahlah kalian ini selalu saja bertengkar..." ujar Art sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua adiknya itu, sementara Naw, Tao, Benz dan Ace hanya tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu...


mereka semua sudah terbiasa dengan perselisihan kedua kakak beradik yang tidak pernah akur itu yang kadang-kadang sampai membuat kakak tertua mereka pusing sendiri..


Naw adalah anak dari Jirayu, Tao adalah anak dari Nan, Ace adalah putri dari Mario, dan Benz adalah anak dari Zee...


Persahabatan dari semua orang tua mereka juga menurun kepada mereka semua, seperti lingkaran persahabatan itu sudah benar-benar mendarah daging pada keluarga-keluarga ini...


mereka benar-benar sudah seperti keluarga besar walaupun tidak ada hubungannya darah sebenarnya...


Layaknya seperti orang tua mereka ketika masih muda dulu... anak-anak mereka juga memiliki formasi kemampuan yang sama dengan keahlian yang orang tua mereka miliki...

__ADS_1


bedanya hanyalah satu hal yaitu Art lebih tua hampir 5 tahun dari adik-adiknya itu... sedangkan Kim dan para sahabatnya dulu mereka semua seumuran...


***


Setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang karena kemacetan yang terjadi di perjalanan pulang itu, akhirnya mereka sampai di rumah megah yang telah mereka tinggalkan selama sebulan untuk berlibur itu...


"Ayah!!! Kami sudah pulang!" teriak Art saat ia masuk ke dalam rumahnya...


Namun tidak ada sambutan dari ayah kesayangannya ataupun dari ibu cantiknya itu...


hanya beberapa pelayan yang menyambut mereka dan membawakan barang-barang mereka ke dalam kamar mereka masing-masing...


"Aaaahhh... pasti di ruang kerjanya, kalian mau ikut kesana?" tanya Art pada kedua adiknya, sementara sahabatnya yang lain sudah masuk ke kamar mereka masing-masing...


"Aku kangen ayah tentu saja aku ikut kak..." sahut Pim penuh semangat


"aku juga ikut... ayah menyuruh kita pulang pasti karena ada sesuatu yang penting kan kak" sahut Tan


"ya sudah ayo kalau begitu..." ujar Art sambil berjalan menuju ruang kerja ayahnya yang ada di lantai 2 itu


"Ayah kami pulang..." ujarnya sambil membuka pintu ruangan itu


"astaga, kenapa kalian pulang di waktu yang kurang tepat begini..." gerutu Kim karena sedang menikmati momen kebersamaannya dengan Aom, dan ketika Art membuka pintu ia baru saja ingin mencium istri cantik yang sedang duduk manja di pangkuannya itu...


"Ayah!!!!" seru Pim berlari dan memeluk kedua orang tuanya itu dengan sangat manja


"hmmmm putri cantikku akhirnya pulang..." ujar Aom sambil mengelus lembut kepala putrinya itu


"makanya cari pacar sana... usiamu sudah 20 tahun sudah boleh pacaran kok" sahut Kim asal pada Art


"belum ada perempuan yang berhasil memikat hatiku yah... belum ada perempuan secantik ibu yang aku temui hahaha" sahut Art sambil tertawa


"Hey! aku mencium bau persaingan untuk mendapatkan perhatian istriku ini..." sahut Kim sambil mengeratkan pelukannya pada Aom...


"Hey ayah, sadarlah ibu lebih mencintai dan menyayangi kami tau wleeee..." ujar Tan semakin memanaskan suasana


"Tentu saja adikku... kita kan lebih tampan daripada ayah kamu ini bagaimana sih hahaha..." sahut Art sambil tertawa...


"Astaga... betapa cantiknya dirimu sampai 3 laki-laki tampan ini memperebutkanmu sayang..." ujar Kim sambil mencium pipi Aom gemas


"Awww... kenapa aku dicubit sayang..." protes Kim sambil terkekeh

__ADS_1


Aom mencubit perut Kim karena selalu seenaknya saja menciumi dirinya di depan siapapun... bukannya Aom tidak suka, tapi ia merasa sedikit malu jika banyak yang melihat tindakan Kim yang begitu manis padanya... seolah-olah dia bukanlah seorang mafia yang biasanya memiliki kesan yang garang...


"tapi kalau aku menikah dengan seorang laki-laki nanti aku lebih memilih tipe laki-laki yang seperti ayah atau kakak Art daripada seperti si bodoh yang duduk disitu itu..." ujar Pim sambil menunjuk Tan yang sedang tertawa disampingnya Art


"Hey kau mulai lagi! panggil aku kakak! kakak!" seru Tan tidak terima


"wleee...." ucap Pim sambil memeluk tubuh Kim mencari perlindungan


"sayang... apa kamu dulu ngidamnya sesuatu yang bertolak belakang saat hamil Tan dan saat hamil Pim? kenapa mereka tidak pernah akur seperti Tom & Jerry begini..." tanya Kim pada Aom yang sama-sama terkekeh melihat tingkah laku anak-anak mereka itu...


"kapan mereka akan bersikap dewasa jika ayahnya saja selalu bersikap seperti anak kecil yang manja juga di dalam rumah... namun bersikap seperti gunung es di luar rumah..." sahut Aom menggoda Kimnya


"Ooo... jadi begitu... baiklah, kurasa kini saatnya mendisiplinkan mereka..." ujar Kim sambil melemaskan otot-otot tangannya...


"ibu kenapa ibu berkata begitu... ini berarti latihan tanpa batas dari ayah..." protes Tan yang melihat ayahnya Kim sudah bersiap-siap seperti itu...


"Jangan terlalu keras latihannya ya, awas saja kalau anakku kenapa-kenapa karena ulahmu sayang..." ujar Aom sambil menarik dasi Kim mendekatkan wajah tampan suaminya itu kepada dirinya...


"Mereka juga anakku sayang... lagi pula siapa bilang hanya kami yang akan berlatih fisik hari ini? kalian juga harus ikut" sahut Kim sambil menatap Aom dan Pim bergantian


"Huh?! aku juga yah? tidak mau... capek..." rengek Pim manja


"Siapa takut... awas saja kalau kalian yang mengaku sebagai pria tangguh ini kalah dari kami berdua ya..." ujar Aom semangat karena merasa tertantang


Kehangatan keluarga ini hanya bisa dilihat di dalam rumah mereka saja... sedangkan sikap dan sifat mereka di luar rumah akan sangat jauh berbeda... berekspresi datar dan dingin, tatapan mata yang tajam...


Bahkan tidak ada yang tahu bahwa Art, Tan dan Pim sebenarnya adalah anak-anak dari seorang Kim Hans...


karena lahir di dalam keluarga Hans Suppanad otomatis akan menjadi spesial ID... identitas mereka hanya bisa diakses oleh beberapa orang-orang khusus...


__________________


Eh iya ada sedikit informasi nih... besok (tepatnya tanggal 2 Februari 2020) Author akan rilis sebuah novel baru....


Reader : Apa judulnya Thor?


Author : Ada deh... cek aja di profil Author, pasti ada list karyanya hehehe... 😁


Jangan lupa vote like dan komentarnya guys..


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2