Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
aku akan tunjukkan pada mu


__ADS_3

pagi pagi nya Adinda dibanguni, oleh Tania Anggara


"Dinda? kenapa kamu tidur disini?." tanya Tania


"hmm, ma? apa Satria sudah kembali?." kata Adinda menatap mama mertua nya itu


"mama sudah lihat ke kamar, Satria sudah pulang dan tertidur lelap, tapi mama bingung kenapa kamu malah tidur di sini? apa kamu bertengkar lagi nak?." tanya Tania lembut


"ah tidak ma, mungkin semalam aku yg lupa karena sedang menonton televisi dan akhirnya ketiduran." jelas Adinda


"ya sudah, jika kau masih mengantuk kembalilah ke kamar dan lanjutkan tidur mu." ucap Tania


"baik ma, terimakasih sudah membangunkan ku." balas Adinda bergegas pergi ke kamar nya


krekkkkkk....


pintu kamar terbuka, terlihat jelas suami tercinta nya sedang pulas di atas tempat tidur


"kau bahkan tidak memindahkan ku semalam." gumam Adinda menatap wajah Satria


Adinda memasuki kamar mandi dan berendam di dalam bathtub, setelah selesai ia pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaian nya


"Satria??." ucap Adinda seraya mengelus lembut bahu suaminya


"hmmm."

__ADS_1


"Satria bangun lah, apa kau tidak ke kantor hari ini??." tanya Adinda membuat Satria segera duduk terbangun


"hei! kau bisa diam tidak? aku lelah, aku tidak ke kantor hari ini." ucap Satria


"hm ma-maaf jika aku menganggu tidur mu, aku siapkan kamu makanan ya?? aku juga akan buat kan segelas susu untuk mu." ucap Adinda


"tidak usah! lebih baik kau menyingkir dari hadapan ku." Satria pun berdiri dan mulai melangkah kan kaki nya ke arah luar


setetes demi setetes air mata Adinda pun mengalir,,


"apa lagi yg harus aku lakukan untuk mendapat kan kembali perhatian itu??." gumam Adinda di sela sela tangis nya


di bawah..


"Satria?! sini kamu, ikut mama." ucap Tania Anggara menarik tangan putra nya ke sebuah ruangan


"apa yang kamu lakukan kepada Adinda?!!! kau pulang ke rumah malam hari dan melihat istri mu tertidur di sofa tapi kau tidak memindahkan nya?!!! Satria! kau melukai perasaan nya!." ucap Tania


"sudah lah ma, mama tidak tahu apa pun tentang pernikahan ku, jadi mama diam saja." kata Satria bergegas pergi


siang nya,, setelah menyantap makanan Satria kembali menuju kamar nya..


kreeeekk,, pintu kamar terbuka


"mengapa kau?." tanya Satria dengan salah satu alis yg terangkat karena melihat Adinda sedang kesakitan memegangi kepala nya

__ADS_1


"kepala ku.." ucap Adinda


"aku benci wanita yang berpura pura." kata Satria


"tapi aku tidak berpura pura." sahut Adinda yg masih memegangi kepala nya


"sayang sekali aku tidak percaya dengan kata kata mu." Satria pun melangkah kan kakinya untuk keluar, sebelum Satria benar benar pergi Adinda melemparkan high heels nya ke arah cermin,, Prakkkkk.


perlahan Adinda memungut serpihan cermin tersebut.


"kau membenci ku kan?! kau tidak ingin aku mengganggu hidup mu, iya kan?!!!." teriak Adinda seraya menangis, kepala nya masih sangat terasa pusing tapi ia coba bertahan untuk bisa berbicara pada suaminya


"apapun yang kau lakukan tidak akan bisa mengubah pikiran ku." ucap Satria


"benarkah? bagaimana kalau ini?." Adinda mengarahkan serpihan kaca itu ke tangan nya


"kau berani berbuat begitu?." kata Satria


"tidak ada yang bilang kalau aku takut untuk melakukan nya!." ucap Adinda


"baik lah, lakukan sekarang, ayo!." ucap Satria membuat Adinda kaget dan menangis kencang


"ternyata kau sudah tidak mencintaiku lagi, baiklah aku akan tunjukkan pada mu sekarang." Adinda memundurkan dirinya dan menggores pecahan kaca tersebut ke tangan nya


Satria sangat tidak percaya, ternyata istri nya benar benar nekat, ia melihat banyak darah mengalir di tangan Adinda sebelum akhirnya Adinda jatuh dan pingsan

__ADS_1


"Dinda!!."


__ADS_2