
di rumah sakit, Satria meminta dokter untuk cepat menangani Adinda, kemudian dokter itu pun meminta para suster membawa Adinda ke sebuah ruangan untuk ditindak lanjuti.
"dok, tolong cek kondisi bayi saya." kata Adinda memohon
"tenang nona, saya akan mengecek nya." ucap dokter
beberapa menit kemudian, dokter pun selesai mengecek keadaan Adinda dan segera menemui Satria.
"tuan?." ucap dokter
"bagaimana dengan istri saya? dia tidak apa apa kan? bayi nya baik baik saja kan??!." kata Satria panik
"tenang dulu tuan, istri anda tidak apa apa, akan tetapi saat ini kondisi janin yang nona kandung benar benar lemah, saya berharap anda bisa mengontrol apa saja aktivitas yang akan dilakukan oleh istri anda dihari hari berikut nya, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi, untung nya anda tidak terlambat membawa istri anda kemari, jika iya mungkin kandungan nya tak akan selamat. saya akan membuatkan resep obat untuk nona, anda bisa menebus nya di apotek rumah sakit ini." ucap dokter panjang lebar kemudian pergi
"kurang ajar! kenapa istri ku bisa jatuh?!!!!!." ucap Satria marah, ia menatap Desi dengan tatapan kebencian.
dari dalam ruangan, Adinda mendengar suami nya berkata dengan keras kepada Desi sehingga membuat diri nya terpaksa bangun dari ranjang untuk menghentikan kemarahan suami nya.
"i-itu semua salah...."
"apaaa?!!!! salah siapa?!." kata Satria emosi
__ADS_1
"mas?." sebut Adinda dengan nada sedikit lemah, Satria pun kaget karena istri nya bangun dari ranjang
"hei sayang, kenapa kamu kemari? ayo, kita kembali ke kamar." kata Satria memegangi tangan istri nya
"jangan marahi Desi mas, dia tidak salah dalam hal ini, kasihan Arkan ketakutan mendengar suara keras mu." kata Adinda
"huh, maafkan ayah ya sayang, ayah benar benar gila kalau sesuatu terjadi pada bunda mu." ucap Satria mengelus kepala Arkan lalu mencium nya, setelah itu Satria membawa Adinda masuk
"jadi kau bisa ceritakan pada ku apa yang terjadi sebenarnya?." kata Satria penuh dengan rasa ingin tahu
"iya mas, jadi waktu tadi aku meminta Desi menemani ku ikut ke supermarket, karena niat nya aku mau masak makan sore untuk mu, berhubung bahan masakan di dapur habis jadi aku pergi bersama Desi ke sana, saat aku baru sampai, aku melihat anak kecil yang nyaris terjatuh dari tangga itu, entah kenapa aku khawatir sekali, karena mungkin aku merasakan bagaimana jika anak ku terluka, pasti sakit rasanya mas, lalu aku berlari seraya membawa Arkan di pelukan ku dan menarik anak itu ke dalam dekapan ku juga, karena aku tidak bisa menahan kedua nya sekaligus jadi aku terjatuh, dan perut ku terbentur dengan lantai." ucap Adinda
"anak itu?." kata Satria
"ya, saat mas ingin berangkat ke kantor, mas melihat dia ingin menyebrang menyusul mama nya, tetapi tak seorang pun ingin membantu nya, aku khawatir dia tertabrak dengan mobil mobil yang lajunya sangat kencang, jadi aku memutuskan untuk menggendong dia sampai ke sebrang sana." kata Satria menjelaskan
"kenapa aku jadi berfikir kalau orang tua nya tak bisa menjaga anak itu dengan benar ya mas? atau mungkin hanya perasaan ku saja." kata Adinda menarik nafas
"memang, orang tuanya lalai menjaga anak itu, makanya anak itu selalu dalam hal hal berbahaya, dan sekarang justru anak nya telah membahayakan nyawa istri ku." kata Satria, terlihat jelas kekesalan ada di wajah nya
"jangan seperti itu mas, aku gapapa kok, anak itu tidak salah, kalau dia melakukan hal hal yang sedemikian masih wajar wajar saja karena dia tidak tahu mana yang baik dan buruk untuk diri nya, anak sekecil itu memang harusnya dalam pengawasan orang tua, agar tidak terjadi suatu hal yang membuat nya berbahaya, aku sudah katakan pada wanita itu agar lebih berhati hati ke depan nya." ucap Adinda
__ADS_1
"ya tuhan, betapa beruntung nya aku memiliki istri yang sangat baik dan penolong." ucap Satria menciumi punggung tangan istri nya
"aku juga sangat beruntung memiliki suami yang sangat mencintai ku." balas Adinda tersenyum senang
"cepat pulih ya sayang, aku sudah berencana untuk mengajak mu berlibur besok, tapi kau malah celaka seperti ini." ucap Satria
"mungkin kita bisa berlibur ketika aku sembuh, ya kan mas?." kata Adinda
"iya, kalau kau sembuh nanti aku akan turuti semua permintaan mu, mau ke mana? Paris? Korea? Singapura? Philippines? atau keliling dunia akan aku bawa." kata Satria membuat istrinya senang
"kau ini bisa saja membuat ku terhibur." balas Adinda tersenyum lebar
"apapun untuk mu sayanggg." ucap Satria kemudian mencium bibir kecil istri nya
Di lain tempat.
"jangan biarkan istri bos kakak ku kenapa kenapa ya tuhan, bagaimana kalau dia murka atas apa yang anak ku lakukan? dan memecat kakak dari perusahaan itu, dia pasti sangat sedih dan kecewa, aku datang kemari bukan nya membantu malah membuat masalah besar." kata Sofie frustasi
"mama, Rey capek." ucap Rey yang mulai lelah dan ngantuk
"mama temani kamu tidur ya nak." ucap Sofie menuntun putra nya ke kamar dan menemani Rey tertidur hingga pulas.
__ADS_1
aku harus rubah penampilan ku, aku harus rubah sikap ku, aku harus cari seseorang yang bisa menjadi papa untuk Rey, aku tidak tega melihat nya begini. gumam Sofie dalam hati, ia menangis karena kasihan pada putra nya yang kurang kasih sayang dari sang ayah
"mama janji nak sama kamu, mama akan carikan papa yang terbaik untuk Rey." kata Sofie