
tiba-tiba saja seorang laki-laki menyelinap masuk ke dalam toilet wanita dan menyeret sang wanita yang baru saja menyiksa Adinda itu keluar dari dalam toilet.
"wanita bodoh!." gumam nya
"kamu apa-apaan sih! kenapa menarik ku kemari?!." tanya wanita itu
"jangan ceroboh Emily! kita harus main dengan cara halus! tidak seperti tadi!." kata laki-laki yang menarik nya barusan
"aku sudah tidak bisa menahan diri, bagaimana kalau kamu yang ada di posisi ku?!." ucap wanita yang ternyata bernama Emily
"kalau kau terlalu ceroboh dalam menyusun rencana, lebih baik kau pulang ke tempat asal mu! aku tidak butuh orang bodoh seperti kamu!." kata laki-laki itu berlalu pergi
Satria yang meminta pelayan toko untuk mengecek CCTV dengan segera pun menemukan Adinda, ia melihat Adinda dengan lemas terduduk di lantai kamar mandi dengan pakaian basah kuyup dan ponsel yang hancur.
"Adinda!!!." ucap Satria terkejut melihat keadaan istrinya, ia segera menggendong Adinda dan keluar dari toilet tersebut, seluruh pengunjung hampir memperhatikan mereka berdua dengan tatapan bertanya-tanya
"sayang, apakah wanita itu yang menyakitimu seperti ini?!." tanya Satria memegang wajah istrinya di dalam mobil, Adinda hanya mengangguk lemas dan menatap suaminya sedih
"mas, aku takut, dia menendang ku tanpa rasa kasihan sedikitpun." kata Adinda, biasanya dia tak pernah mengeluh jika seseorang berusaha menyakitinya, tapi kali ini ia benar-benar bicara soal rasa takut pada suaminya.
"aku akan cari wanita itu!." kata Satria ingin menuruni mobil tetapi ditahan oleh istrinya
__ADS_1
"jangan mas, jangan pergi." pinta Adinda
"tapi aku harus beri wanita itu pelajaran karena berani main gila pada wanitaku!." ucap Satria mengepalkan tinju nya, Adinda hanya diam dan memeluk suaminya.
Satria mengambil sebuah ponsel dan meminta seseorang datang ke mall itu sekarang juga untuk mendapati wanita yang baru saja macam-macam pada Adinda
"apapun yang kau ketahui tentangnya, berikan informasi itu padaku!." ucap Satria dingin, raut wajahnya terlihat sangat emosi, namun ia tetap membelai kepala istrinya karena tak bisa meluapkan berbagai emosi itu jika Adinda memeluknya seperti ini.
saat mereka sampai di rumah, semua orang di dalam terkejut ketika menatap Satria menggendong Adinda yang masih basah kuyup.
"astaga sayang? kamu kenapa nak? apa yang terjadi dengan istrimu Satria?." tanya Tania khawatir
"bagaimana sayang? badan mu lebih baik dari sebelum nya kan?." ucap Satria
"iya mas, sudah lebih baik." jawab Adinda tersenyum, ia benar-benar kagum pada suaminya
"kamu jangan khawatir ya Din, mas akan cari tahu siapa orang itu, mas tidak akan tinggal diam jika dia berani mempermainkan kamu." kata Satria menangkup wajah istrinya dengan lembut
"aku boleh minta sesuatu?." tanya Adinda
"apa sayang? kamu mau minta apa sama mas?." jawab Satria
__ADS_1
"setelah aku mandi, mas buatkan aku semangkuk salad buah, aku sangat ingin." kata Adinda
"tentu saja mas akan buatkan untukmu, apapun yang kamu minta pasti akan mas kasih, tapi ingat? di dunia ini tidak ada yang gratis ya sayang, kau harus membayarnya." ucap Satria mencolek hidung Adinda gemas
"aku akan membayarnya, bahkan jika mas menginginkan nya sekarang." balas Adinda menantang
"baiklah." Satria mulai membuka pakaian nya dan ikut mandi bersama dengan sang istri, mereka juga melakukan hal selayaknya pasangan yang sah, walaupun belum memasuki malam hari, Satria tetap saja memintanya sekarang juga, mungkin karena sudah lama mereka tidak melakukan hal itu, jadi Satria jelas sangat merindukan istrinya.
ketika mereka selesai mandi dan berpakaian, Satria memenuhi omongan nya untuk membuatkan semangkuk salad buah.
"ini sayang salad yang kamu inginkan." ucap Satria
"mas mau? aku akan menyuapi mas." kata Adinda melayangkan sendok nya dihadapan Satria
lalu Adinda hanya mengerjai suaminya yang sudah berharap akan disuapi tersebut.
"berani nya kamu?." ucap Satria merebut salad itu dari tangan Adinda dan meletakkan nya di atas meja, ia segera menggelitiki tubuh istrinya sehingga membuat Adinda tak mampu menahan tawa.
"mas hentikan..." kata Adinda
"aku tidak akan menghentikan hal ini sebelum aku puas melihat tawamu sayang." jawab Satria
__ADS_1