
"waw, semua ini?." kata Adinda takjub
"selamat siang sayang." ucap Satria tersenyum
"kamu yang buat semua nya Sat?." tanya Adinda
"iya sayang, aku sengaja membuat semua ini, maaf ya tidak begitu mewah karena aku hanya memakai peralatan seadanya." kata Satria
"mewah itu tidak penting, kau melakukan nya dengan dasar cinta pun aku sudah sangat bahagia, terimakasih ya." ucap Adinda memeluk suami nya erat
"sama sama sayang, ya sudah kita makan dulu." kata Satria menyiapkan makanan yang sudah ia buat ke atas meja
"kamu juga masak semua ini sendiri?." tanya istri nya
"iya dong, aku berusaha memasak semua nya untuk mu." kata Satria
"hmm, aku coba ya.." ucap Adinda mencicipi makanan buatan suami nya
"sayaaaaang, enak bangettt." kata Adinda semangat menyantap makanan yang ada di hadapan nya
akhir nya kata kata sayang itu kamu ucapkan lagi, semenjak aku buat kesalahan terakhir kali, kau menghilangkan nya dan selalu memanggil nama ku saja. ucap Satria dalam hati
"wah bagus dong artinya kamu suka sama masakan ku." ucap Satria ikut menyantap makanan nya
ketika sedang asyik memakan tiba tiba Adinda tersedak dan segera batuk batuk
"uhhhuukkkk...uhuukk."
"sayang, minum dulu." kata Satria menyodorkan segelas air kepada istri nya dan mengelus elus bahu Adinda
"lain kali kau harus lebih hati hati ya." ucap Satria mengusap bibir istri nya
"aku terlalu semangat makan nya hehehe maaf ya." ucap Adinda melanjutkan makan lagi
Satria hanya tersenyum senang seraya menggelengkan kepala nya
beberapa jam kemudian,
Satria dan Adinda sudah kembali ke kamar nya
"sayang? kamu belum mandi ya?." tanya Satria
"iya belum." jawab Adinda
"pantas saja bau asam." sahut Satria tertawa meledek
__ADS_1
"ih! kau ini, bisa bisanya mengatakan hal itu." kata Adinda melempar kan bantal ke arah suami nya dan Satria mengejar Adinda
"hahaha, aku mengatakan nya dengan serius." kata Satria berlari menghindari istri nya
"awas ya kau, aku tidak akan melepaskan mu." ucap Adinda mengejar Satria, waktu mereka sedang berlari ke arah tangga tiba tiba kaki Adinda tersandung dan ingin jatuh, namun sebelum dirinya tersungkur sang suami sudah lebih dulu menyelamatkan nya
awalnya Adinda terkejut tetapi saat dia melihat suami nya berada di depan mata, ia segera memegangi tangan nya
"kenaaa!!!!." teriak Adinda kemudian tertawa
"sayang, sebentar, jangan tangkap aku dulu." kata Satria
"ah sudah, jangan menghindar lagi, kau tak akan bisa lari dari ku." ucap Adinda senang
"iya, tapi kau tidak boleh ceroboh begitu, kau hampir saja jatuh." ucap Satria mengingatkan
"aku tahu, tapi kan tadi kamu membantu ku, sekarang ayo masuk ke kamar, kau harus di beri pelajaran." ucap Adinda menarik suami nya ke kamar
"mau beri aku pelajaran seperti apa sih?." tanya Satria
"diam disini, aku akan mengambil sesuatu." ucap Adinda pergi membuka laci cermin dan mengambil beberapa makeup nya
"kau mau apa?." kata Satria kaget
"memakai kan lipstik ini ke bibir mu, dan bedak ini ke wajah mu." ucap Adinda
"hmm jadi kamu tidak mau?." ucap Adinda menunduk dan menghela nafas panjang
"baik laaaaah.... silahkan lakukan apapun sesuka hati mu." kata Satria menyerah ketika melihat istri nya cemberut
setelah Adinda berhasil memakai kan bedak serta lipstik di wajah suami nya, ia segera meminta izin kepada Satria untuk keluar mengunjungi toko kosmetik
"sayang? boleh kah aku keluar menuju toko kosmetik?." ucap Adinda
"lho? mau beli apa?." tanya Satria
"lipstik favorit ku habis." jawab Adinda
"ya sudah, pakai saja mobil ku, ada di parkiran depan." ucap Satria
"memang mobil ku dimana?." tanya Adinda
"oh ya, mobil mu sedang di bengkel karena hari ini jadwal service rutin." kata Satria
"oh gitu, ya udah aku mandi dulu ya." Adinda bergegas menuju kamar mandi
__ADS_1
30menit berlalu,
"Satria, aku jalan dulu ya, daaaah sayaangg." ucap Adinda mencium suami nya
"hati hati, kabari aku kalau ada apa apa." ucap Satria
Adinda langsung menaiki mobil suami nya dan menuju toko langganan yang sering kali ia datangi
sesampai nya di toko,
"selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu?." ucap pegawai yang bekerja di sana
"oh iya terimakasih, saya akan memilih nya sendiri." balas Adinda tersenyum
"baik kalau begitu, selamat berbelanja." kata nya
Adinda segera melihat lihat ke area lipstik, dan mencari cari merk serta shade yang dia butuh kan.
Adinda juga berpikir untuk membeli barang lain, seperti parfum dan body lotion.
15menit berlalu
"rasa nya segini sudah cukup." Adinda langsung menuju kasir dan menghitung total biaya yang dia belanjakan
"ini belanjaan nya nona, semoga anda selalu puas belanja di toko kami." ucap sang kasir
"terimakasih, saya selalu puas dengan semua pelayanan di toko ini." kata Adinda menuju mobil nya
di perjalanan, Adinda sempat melewati jalan yang memang lumayan sepi, lalu tiba tiba segerombol laki laki terdiri dari 2 motor datang menghadang mobil nya
"turun woy!!." ucap laki laki itu menggedor gedor kaca mobil Adinda, dengan cepat Adinda berusaha mengunci mobil nya terlebih dahulu dan menghubungi Satria
"Satria, ayo cepat angkat telfon ku." gumam Adinda gemetar, tak lama Satria mengangkat nya
"ada apa sayang?." tanya Adinda
"Sa-Satria, tolong aku." gumam Adinda gugup
"lho?!! kamu kenapa?! kenapa suara mu begitu?! apa yang terjadi?." ucap Satria panik
"a-aku di rampok, di jalan xxx, tolong cepat kemari, mereka menggedor kaca mobil nya dan meminta ku keluar, aku sangat taku... aaaaaa lepas!! lepaskan!." belum sempat menyelesaikan kalimat nya, pintu mobil sudah lebih dulu di dongkel dan para lelaki menyeret Adinda keluar dan membekap mulut nya
"halo sayang?!! sayang?!!!." Satria begitu khawatir karena mendengar jeritan istri nya, ia langsung bergegas menuju lokasi memakai mobil cadangan nya.
"jangan macam macam! atau pisau ini akan menembus tubuh mu." kata rampok itu kepada Adinda
__ADS_1
Adinda hanya diam tak berani bergerak melihat para rampok menggeledah mobil milik suami nya, seperti mencari sesuatu yang berharga, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh nya, Adinda juga merasa lemas
Satria, tolong cepat lah datang, selamat kan aku, aku sangat takut. gumam Adinda dalam hati