
lalu Adinda melepas tangan laki laki dibelakang nya, dan beralih pada Arkan
"lihat? bocah kecil ini belum bangun dari tidur nya." kata Adinda menatap Arkan
"heii, jangan ganggu dia, biarkan saja dia tertidur." balas Satria menarik Adinda agar menjauh dari Arkan
"lepas, aku tidak mengganggu nya, aku hanya ingin menatap nya sebentar." sahut Adinda
"tidak, ayo kita mandi, hari ini aku akan mengajak mu jalan jalan." ajak Satria
"hah? jalan jalan? kau tidak macam macam kan?!." jawab Adinda sinis
"hahaha tentu saja tidak, aku cuma ingin mengajak mu ke sebuah mall, aku rindu membelikan mu pakaian baru, tas baru, sepatu baru, apa kau tidak ingin???." kata Satria
"pakaian? tas? dan sepatu? apa saat aku masih menjadi istri mu kau selalu memberikan ku semua itu??." tanya Adinda mengerutkan alisnya
"ya tentu saja, aku selalu memberikan yg terbaik untuk mu, kau akan tetap menjadi istriku selama nya." balas Satria
"ta-tapi..."
"sudaaahlah ayo mandi." Satria menarik istrinya masuk ke dalam kamar mandi tersebut
"stop!! jangan bilang kalau kau mau i.."
"ya, aku memang mau ikut mandi dengan mu, kenapa? bukan kah sepasang suami istri sudah sewajarnya melakukan itu?." kata Satria
"tapi saat ini kau adalah orang asing untuk ku." sahut Adinda
"tenang saja, kau akan terbiasa dengan semua ini." Satria melepaskan pakaian nya dan masuk ke dalam bathtub bersama sang istri
30menit kemudian mereka selesai dan menuju keluar dari kamar mandi.
saat ini Arkan terbangun, untung saja Adinda sudah memakai pakaian nya lebih dulu di ruang ganti.
"waaaa anak kecil kau sudah bangun ya." ucap Adinda menggendong Arkan
"kau berikan dia pada Desi, pinta dia untuk memandikan nya." ucap Satria
"Desi yang mana? aku tidak tahu." balas Adinda
"kau tanya saja pada orang dibawah, lalu abis itu kau kembali lagi kesini." Pinta Satria
"baiklah aku ke bawah dulu." Adinda membuka pintu kamar seraya membawa Arkan dan turun ke bawah
__ADS_1
"Adinda? kau sudah mandi?." tanya Tania
"sudah tante, Satria menyuruh ku mandi karena katanya ingin mengajak ku pergi keluar." balas Adinda
"wah bagus kalau begitu, supaya kalian bisa lebih dekat lagi." ucap Tania senang
"oh ya tante, aku mau tanya yg namanya Desi itu yg mana ya tante? aku ingin memberikan Arkan pada nya, Satria meminta Desi untuk memandikan Arkan." ucap Adinda
"sini biar Arkan sama mama aja, oh ya jangan biasa kan memanggil mama dengan sebutan tante, karena mama bukan tante mu, melainkan orang tua mu, ibu mertua mu." kata Tania
"i-iya ma, ya sudah aku harus kembali lagi ke kamar kalau tidak Satria pasti akan memarahi ku." kata Adinda
"ya sudah sana kamu ke kamar, hati hati naik tangga nya." ucap Tania
Adinda hanya mengangguk tersenyum
dikamar
"sudah bertemu dengan Desi?." tanya Satria
"belum." jawab Adinda
"lho? terus Arkan sama siapa?." tanya Satria lagi
"sama mama mu." kata Adinda
"ga keluar aja? aku ga bisa dandan kalo ditungguin kamu." balas Adinda
"sudah cepat, aku tunggu disini, 5menit ya." pinta Satria
"cepet banget lho Sat 5 menit, aku gabakal bisa rias wajah secepet itu." sahut Adinda menggerutu
"dimulai dari sekarang." balas Satria yg segera duduk di atas kasur
"kau ini benar benar menyebalkan!." Adinda menduduki meja rias dan menata wajahnya dengan cepat dan rapih
5 menit berlalu
"waktu selesai." kata Satria menatap ponselnya
"ya ya aku sudah." Adinda segera berdiri dan menghadap Satria
"waw.. kau cantik, dalam waktu 5 menit bisa merias wajah mu seperti ini." kata Satria
__ADS_1
"aku meriasnya senatural mungkin, jika banyak yg aku pakai maka tidak akan cukup waktu nya." sahut Adinda sebal
"tidak masalah, kau memang lebih cantik berdandan natural begini." ucap Satria tersenyum
"dasar laki laki tukang gombal!." Adinda melemparkan lipstik nya ke arah Satria, lipstik tersebut mendadak terbuka saat dilempar dan mengenai wajah laki laki dihadapan nya.
"ups." Adinda menutup mulut seraya menahan tawa
"uh, jika saja kau bukan istri ku, kau tidak akan aku maafkan." kata Satria mengelap wajahnya dengan tangan yg membuat hasilnya semakin berantakan
"ahahahaha, bukan begitu cara nya, kau ini lucu sekali, menghapus noda lipstik saja tidak bisa." kata Adinda
"ini semua ulah mu." jawab Satria
"iya iya maaf, sini biar aku membersihkan nya, kau diam ya." pinta Adinda, ia duduk disamping Satria dan mengelap wajah laki laki dihadapan nya dengan kapas yg sudah ia pakaikan pembersih wajah
"dah selesaikan, sekarang kau kembali tampan lagi." kata Adinda tersenyum
"aku tetap tidak memaafkan mu walaupun noda ini sudah terhapus." ucap Satria menatap Adinda
"lalu??." tanya Adinda bingung
"kau harus meminta maaf dengan kata kata romantis." pinta Satria
"apaaa?!!! banyak sekali mau mu." Adinda mendecak kesal
"sudah ayo cepattt, kalau tidak mau kita tidak jadi pergi." kata Satria
"apa apaan kamu? aku sudah berdandan begini lalu kamu ingin membatalkan nya hanya karena aku tidak mau? oh itu tidak bisa." jawab Adinda
"makanya cepat lakukan itu sekarang." kata Satria tak sabar
"tidak ada cara lain?." tanya Adinda melipat kedua tangan nya
"tidak ada, aku hitung sampai 3, 1..2..ti.."
"sayaang, maaf kan akuu yaa, aku tidak sengaja melempar lipstiknya sampai mengenai wajah mu." kata Adinda manja membuat Satria mendadak gemas
"kau sangat menggemaskan ketika seperti ini." sahut Satria kemudian mencium bibir istrinya
cup😘
"iwhh." Adinda mengelap bibirnya dengan kasar
__ADS_1
"padahal aku sangat sangat sangat sengaja melemparkan lipstik itu ke wajahmu!!!!!." kata Adinda lagi yg kini segera menuju pintu kamar
Satria hanya tertawa bahagia melihat tingkah istrinya, lalu ia mengejar Adinda keluar kamar