Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Satria datang


__ADS_3

Reno memakaikan pakaian ke tubuh Adinda dan membawa nya ke rumah sakit.


"Rena?! jaga rumah, aku akan ke rumah sakit." ucap Reno menggendong Adinda


"baik tuan."


sampai di rumah sakit Adinda segera ditangani oleh dokter, Reno hanya menunggu Adinda di depan ruangan, ia takut dengan keadaan Adinda.


tak lama dokter keluar, dan berbicara pada Reno.


"tuan?." ucap dokter


"bagaimana dok? dia tidak apa apa kan?." tanya Reno


"nona Adinda tidak apa apa tuan, namun saya tidak bosan bosan untuk memberitahukan bahwa nona Adinda tidak boleh terlalu berat berfikir, jangan paksakan dia untuk mengingat masalalu nya, karena itu bisa membahayakan nyawa nya nanti." jelas dokter


"baik dok, saya boleh masuk?." tanya Reno


"boleh tuan silahkan, saya tinggal dulu." dokter itu berlalu pergi


Reno masuk kedalam melihat kondisi Adinda, ia menggenggam tangan wanita didepan nya dengan erat, ia menciumi punggung tangan tersebut.


"maafkan aku Din, aku tidak bermaksud membuat mu seperti ini." ucap Reno penuh penyesalan


di kediaman Anggara


Satria masih sibuk memerintahkan Farel untuk terus mencari keberadaan putra nya, dan Satria mencari Adinda, ketika dia ingin menuju mobil untuk melanjutkan pencarian, ponsel nya berdering, menandakan panggilan masuk


tringg..tringg


"ya?." kata Satria


"tuan, saya menemukan istri anda." kata pria disebrang telepon


"benarkah??? dimana dia sekarang?." tanya Satria

__ADS_1


"dia berada di sini, baru saja seorang laki laki membawa nya dengan wajah panik, dan ternyata yg ia bawa adalah nona Adinda." sahutnya


"baik kalo begitu saya segera kesana, tolong awasi laki laki itu sampai aku datang, terimakasih dok." Satria menurut panggilan tersebut


ketika dirinya sampai di rumah sakit, ia segera masuk ke dalam dan mencari ruangan sang istri, ia melihat laki kaki sedang menghadap Adinda dan memegangi tangan nya


brakkkkk


Satria membuka pintu dengan keras, membuat Reno sangat kaget


"kamu?!!!!!." kata Reno


dengan rasa amarah Satria segera memukul Reno sekencang mungkin, sampai sampai dia terpental ke dinding


"argh! apa apaan kamu?!!." kata Reno lagi


"diam!!!! aku tidak meminta mu untuk bicara!!!!!!." Satria kembali melakukan aksinya dengan Reno, tak lama Farel pun datang memisahkan mereka


"tuan tolong tahan emosi." ucap Farel


"cukup tuan, kau harus lihat istrimu, dia akan terganggu dengan semua ini." jelas Farel


mendengar kata istri, Satria pun menghentikan aksi tersebut.


"urusan kita belum selesai!." kata Satria, sebelum akhirnya Farel membawa Reno keluar dari rumah sakit itu


Satria duduk disebelah ranjang Adinda, ia membersihkan tangan istrinya yg habis disentuh oleh laki laki bejat seperti Reno.


bagaimana jika Satria mengetahui bahwa Adinda baru saja ternodai kemarin malam?? mungkin kah dia sangat marah??? apa yg akan dia lakukan???


berjam jam Satria menunggu Adinda hingga tersadar, dan saat istrinya tersadar Satria menatapnya dengan senang.


"kau sudah bangun sayang." kata Satria mengelus lembut wajah Adinda


tiba tiba setetes air mata jatuh begitu saja di wajah cantik istrinya

__ADS_1


"hei, kau kenapa? ada apa dengan mu?." tanya Satria lembut


"hiiksss...hiksss."


"Adinda? kenapa? apa yang terjadi? ceritakan pada ku." balas Satria


"semuanya pembohong!!!!!." sahut Adinda menjerit seraya menangis


Adinda menjatuhkan seluruh barang barang yg ada di dekat nya, Satria tak percaya bahwa Adinda bisa seperti ini, ia berusaha menenangkan sang istri dengan cara memeluknya


"tenang, tenang Adinda, kau kenapa???." kata Satria memeluk istrinya


"lepaskann!!!!!!!!." Adinda melepas kasar pelukan dari Satria dan kembali melempar lemparkan barang


30menit setelah itu Satria berhasil menenangkan Adinda, Satria juga kembali menanyakan hal yang sama


"kamu kenapa sayang? kenapa seperti ini?." tanya Satria


"hiikss..hiksss." Adinda menangis lagi


"tolong, berhenti membuat ku khawatir, aku mohon." Satria menundukkan kepala nya karena tak kuasa menahan sedih ketika melihat istrinya sendiri seperti sekarang


Adinda menatap Satria, hati nya bingung, kenapa laki laki di harapan nya sangat peduli, bahkan lembut kepada dirinya.


"kenapa kau disini? kenapa kau memperdulikan ku? sebenarnya kau siapa?." tanya Adinda seraya menghapus air matanya


"a-aku suami mu, jadi jangan tanya kenapa aku memperdulikan mu, aku menyayangi mu, itu lah alasan nya aku ada disini." jelas Satria


"suami? semua orang selalu berbohong, mereka mencari cari kesempatan disaat keadaan seperti ini. aku benciii!!!!!." kata Adinda meremas kuat selimut yg terpakai ditubuhnya


"aku bukan pembohong, aku adalah suami mu." jawab Satria


"tidak! kemarin seorang laki laki datang dan berkata bahwa dia adalah sahabat dekat ku, namun apa? lalu sekarang kau berada disini untuk mengaku kalau kau adalah suami ku? kau tega ingin menyakiti ku lagi sama seperti dengan nya? dunia ini sudah gila!!." Adinda kembali menjatuhkan air mata nya


tanpa sadar air mata pun mengalir di wajah Satria, jujur saja ia sangat tidak kuat melihat istrinya menjadi begini, ia ingin istrinya kembali seperti semula, menjadi wanita kesayangan nya.

__ADS_1


"kenapa menangis?! bukan kah harusnya aku yg menangis?." kata Adinda meninggikan suara


__ADS_2