Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
khawatir


__ADS_3

sehabis makan, Satria beranjak dari duduknya dan memeluk Adinda.


"tolong tetap disini selamanya bersama ku." kata Satria


diluar Selin sedang menuju kamar Satria untuk melihat apakah makanan nya sudah habis atau belum, saat pintu terbuka justru Selin terkejut dengan apa yang dilakukan sepupunya.


Selin segera menghampiri Satria dan memukul nya dengan kencang.


buggg.


"argh."


"Satria? apa yang kau lakukan!!!!." ucap Selin


"Selin, lihat istriku sudah kembali." balas Satria disertai senyum indah nya


Selin menyadari bahwa Satria sedang berkhayal memeluk istrinya, detik itu juga air matanya menetes.


"Satria, sadar! kau jangan bergurau." kata Selin


"hei aku ini tidak main main." jawab Satria


tanpa berkata kata, Selin memeluk Satria dengan erat, tangisnya semakin memecah.


"Selin? kenapa kau menangis?." tanya Satria


"aku sangat mengkhawatir kan mu." jawab Selin sesenggukan


"tidak perlu khawatir, istri ku sudah ada disini, dia akan merawat ku." balas Satria


Selin melepaskan pelukan nya dan pergi dari kamar itu, ia menghubungi Tio Anggara untuk menanyakan kabar tentang Adinda

__ADS_1


tut..tut


"halo ayah?." ucap Selin masih disertai air mata


"ada apa nak? kenapa suara mu seperti itu?." tanya Tio


"ayah, Satria mulai aneh, ia berkhayal bahwa Adinda ada disisi nya, ayah tolong aku.. aku takut jika hal ini terjadi terus menerus maka jiwa nya akan terguncang." jelas Selin


"seburuk itu keadaan putraku?." tanya Tio lagi


"iya ayah, bagaimana dengan mu? apakah sudah menemui keberadaan Adinda ?." ucap Selin


"Sebenarnya ayah sudah tau dimana Adinda, tapi Adinda menolak untuk kembali kesini." balas Tio


"kenapa ayah? kenapa dia menolak nya? apakah dia tidak tahu bahwa suaminya hampir gila saat dia pergi?!." Selin mulai kesal


"Selin, mungkin dia masih butuh waktu untuk sendiri, ayah akan usahakan lagi agar dia bisa secepat nya kembali." kata Tio


ditempat Tio, dia mulai kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana.


dia sangat takut jika putra nya terluka, tapi dia juga tidak mungkin membawa Adinda kembali secara paksa.


berjam jam dia berfikir akhirnya dia memutuskan untuk menyuruh pasukan Anggara kembali menemui Adinda


"bawa Adinda ke sini apapun caranya." perintah Tio


"baik tuan, saya akan laksanakan." para pasukan itu pergi menjalan kan tugasnya


saat di sana, Adinda menolak keras ajakan para pasukan itu, kemudian Adinda meminta waktu selama 3hari untuk berfikir sejenak langkah apa yang harus dia ambil


setelah 3hari ia berkata setuju untuk kembali, tapi dia ingin bertemu lebih dulu oleh kedua mertuanya.

__ADS_1


**


ting nong


bel kediaman Tio dengan istrinya berbunyi, Tania segera membuka kan pintu dan melihat siapa yang datang


"mama.." panggil Adinda


"Adindaaaaa." Tania segera memeluk menantu nya itu dan mengajak nya masuk ke dalam


"pa, papaa, lihat pa kesini, Adinda kembali." teriak Tania memanggil suaminya


Tio datang menghampiri istrinya lalu melihat bahwa Adinda sudah duduk disana


"papa.." panggil Adinda memeluk papa mertua nya


"nak, mengapa kau pergi?." tanya Tio


"aku merasa tidak pantas berada disisi Satria saat mantan kekasihnya datang kembali." Adinda berbicara dengan menunduk


"kau tau? saat ini Satria sangat sangat merindukan mu, bahkan dia bisa dibilang hampir gila karena kamu pergi." jelas Tio dan Tania


"jadi suamiku separah itu?." tanya Adinda khawatir


"iya nak, tolong ya kau kembali secepatnya kesana, mama takut jika sesuatu terjadi pada Satria." pinta Tania


"tapi ma, kasih aku waktu ya untuk menentukan kapan aku siap menemui suamiku." ucap Adinda


"jangan terlalu lama ya sayang, mama mohon."


"iya ma, mama tenang aja."

__ADS_1


"ya sudah yu mama antar kamu ke kamar." Tania mengantar Adinda ke dalam kamar lalu menyiapkan makanan


__ADS_2