
berapa menit kemudian dokter datang
"tuan, saat ini istri anda sudah boleh pulang." jelas dokter
"oh ya terimakasih." balas Satria
"tapi saya menyaran kan agar istri anda tidak terlalu banyak memikirkan sesuatu." kata dokter
"ya dok."
kemudian dokter itu pergi, dan Adinda segera pergi bersama suaminya.
"kau kuat berjalan sayang? jika tidak aku akan menggendong mu." ucap Satria
"kau pikir aku sakit apa sampai tidak bisa jalan seperti itu." balas Adinda
"hahaha."
mereka pun akhirnya kembali ke rumah, Desi dan Romi sudah menyambut nya
"selamat datang tuan dan nona." kata para pelayan itu
"kau beristirahat saja dikamar, aku akan menyusul mu nanti, aku ingin ke ruangan ku untuk mengurus pekerjaan." jelas Satria
Adinda hanya mengangguk dan menuju kamarnya, dia langsung membaringkan tubuhnya dan menenggelamkan matanya
Satria sedang mengerjakan beberapa pekerjaan nya melalui laptop, karena saat ini dia ingin di rumah saja menemani istrinya.
tidak terasa sudah hampir 2jam lebih Satria menghadap laptop, dan dia segera berdiri dari kursinya lalu menuju kamar nya untuk melihat sang istri
ketika membuka pintu, terlihat Adinda yang sudah tertidur pulas. Satria langsung mendekatinya dan ikut membaringkan tubuhnya di sana, Satria juga memeluk tubuh istrinya dan membalikkan wajah Adinda agar menghadap ke arahnya
maafkan aku Adinda, aku sudah melukai perasaan mu. tapi aku berjanji tidak akan pernah mengulangi nya, dan aku akan selalu melindungi mu. batin Satria
ditempat Monic
aku harus mengunjungi perusahaan itu, dan mencoba menggoda nya, lihat saja. kata Monic dalam hati
**
saat ini hari mulai sore, Adinda sudah bangun dan mandi, ia hanya menonton tv dan memakan makanan
tiba tiba Satria ikut terbangun, dan memeluk istrinya itu
"sayaang." suara nya berat
"ya aku disamping mu." balas Adinda
__ADS_1
"jangan tinggalkan aku, aku ingin tidur di pelukan mu." ucap Satria manja
"sini aku peluk, tapi habis ini kau harus bangun dan mandi ya karena sudah sore."
"iya iya habis ini aku akan mandi." jawab nya
Satria benar benar tidur di pelukan sang istri, dia sangat nyaman, dan belum lagi wangi istrinya yang begitu harum membuatnya seakan tak ingin lepas dari pelukan itu.
sudah beberapa menit, Adinda membangun kan Satria untuk menyuruh nya mandi, Satria pun menuruti perintah istrinya
"sayang sehabis ini kita makan ya." kata Adinda
"iya sayang." balas suaminya
Satria menggandeng tangan Dinda dan menuju ruang makan, kemudian ia makan bersama.
"Satria, aku ingin pergi keluar bersama mu." pinta Adinda
"kemanapun yang kau inginkan pasti aku turuti." jawabnya
"bahkan jika aku minta ke bulan sekalipun?." tanya Adinda meledek
"hahaha ya aku akan menuruti nya."
"tapi aku benar benar ingin pergi keluar dengan mu." ucap Adinda yg kini menyenderkan kepalanya di bahu Satria
"benarkah???." tanya Adinda dengan mata berbinar
"benar sayang, nanti malam kau bersiap saja."
Adinda segera masuk kedalam kamar nya dan menunggu hingga malam tiba
saat sudah malam Adinda telah bersiap, ia langsung menagih ucapan suami nya itu.
"sayang, aku sudah siap." kata Adinda sembari mongolkan giginya
"kau ini kalau tentang pergi pergian cepat sekali ya." ucap Satria meledek
"hehe, tapi kita jadi kan?." tanya Adinda
"tentu saja sayang, ya sudah ayo kita berangkat."
mereka menuju mobil dan segera berangkat. beberapa jam kemudian ia sampai di villa tersebut.
"waaah bagus sekali, sangat indahhh." kata Adinda
__ADS_1
"kau suka?." tanya Satria
"sangat, sangat menyukai nya." balas Adinda yang langsung memeluk suaminya itu
Satria dan Adinda pun memasuki nya, dan disana terlihat beberapa pelayan yang menyambut kedatangan nya.
"selamat datang tuan dan nona." kata mereka
Adinda hanya tersenyum mengangguk sambil menuju kamar.
"sayang, kau istirahat saja, lelah kan diperjalanan berjam jam." ucap suaminya
"sedikit, pastinya kau lebih lelah daripada ku karena kau yang membawa mobilnya. benarkan?." balas Adinda
"aku tidak lelah jika bersama dengan mu." kata Satria
Dinda sedang mengambil sebuah minuman di kulkas nya dan kembali menuju suaminya, dia melihat bahwa suami nya sudah tertidur pulas.
dasar, belum lama kau bilang bahwa kau tidak lelah jika bersama ku tapi saat aku tinggal 2menit saja kau sudah terlelap. batin Adinda tertawa sambil mengelus wajah suaminya dan mencium Satria
Adinda pun ikut membaringkan tubuhnya, ia juga memeluk suaminya itu
ditengah malam, sekitar pukul 01.15 Satria terbangun dan melihat istri cantiknya sedang tidur disebelahnya
"kau cantik." Satria berbicara sendiri
Istrinya merasa terganggu saat tangan Satria mencubit cubiti pipi nya itu.
"heii..heii, kau sedang apasih?." tanya Adinda yg masih mengucak ngucak matanya
"bagus sekali kau bangun." ucap Satria senang
"apa maksud mu? kau sengaja mengganggu tidur ku?." Adinda masih bertanya pada suaminya
"ya aku memang sengaja." balas Satria
"untuk apa sayang, ini sudah malam, kalau kau ingin minum ambil saja di kulkas, apa harus aku yang mengambilnya?." kata Adinda
"tidak sayang, aku tidak ingin minum ataupun makan." jawabnya
"lalu apa mau mu?." Adinda bingung
"masa kau tidak tau sih maksud ku." ucap Satria mulai cemberut
"memang nya apa? kau saja tidak memberitahu ku bagaimana aku mengetahui nya?." kata Dinda
"heuh."
__ADS_1