Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
menemukan info tentang Adinda


__ADS_3

1bulan kemudian.


beberapa pasukan Anggara kembali dan membawakan sebuah kabar untuk Tio.


"permisi tuan, ada yang ingin saya info kan." ucap salah satu pasukan itu


"silahkan ikut saya ke ruangan." balas Tio


mereka memasuki ruangan Tio, dan duduk untuk membicarakan apa yang ingin disampaikan.


"tuan, saya menemukan info tentang nona Adinda."


"jelaskan."


"saya sudah menemukan keberadaan nya, saat ini dia berada di luar indonesia."


"benarkah? lalu bagaimana keadaan nya?."


"keadaan nya baik baik saja, tapi maaf tuan saya tidak bisa membawanya kemari karena nona itu sempat menolak."


memang benar, Adinda sudah bertemu dengan beberapa pasukan Anggara, dirinya sempat ingin dibawa kembali tapi justru pasukan Anggara mendapat penolakan.


kemudian pasukan itu menjelaskan keadaan putra tunggal nya tuan besar Tio, Adinda sebenarnya sedikit tak tega, tapi dia berusaha untuk menahan rasa ketidak tegaan itu.


pasukan Anggara sempat berkata "jika nona Adinda berubah pikiran, tolong kembali demi tuan muda."


Adinda mengangguk lalu pergi.


perut nya kini terlihat sedikit membesar karena sudah memasuki 4bulan.


dia juga belum mengurus surat perceraian dengan Satria, karena sebenarnya dia juga tidak ingin bercerai.


"ya sudah tidak apa apa, yang penting aku sudah tau bahwa dia baik baik saja." jawab Tio


beberapa menit kemudian Tania Anggara masuk ke dalam ruangan suaminya


"paa, gimana? menantu ku sudah ketemu?." tanya Tania

__ADS_1


"sudah ma, tapi dia tidak mau kembali kesini." balas suaminya


"ayo dong pa bawa Adinda kesini, mama ga mau kalau dia sampai berpisah dari putra kita."


"ma, anak buah papa sudah berusaha membujuknya tapi dia tetap menolak, biarkan saja mungkin dia masih butuh waktu untuk sendiri."


"ya sudah lah pa, mama juga bisa apa."


💦


sekitar 2minggu lagi adalah hari ulang tahun Satria, dia sangat berharap bahwa di hari itu Adinda ada disisi nya.


setiap hari Satria selalu memikirkan keadaan Adinda, terutama calon anak nya.


sayang? sebenarnya kau dimana? apa kau tidak lihat aku disini sangat merasa kehilangan mu. ucap Satria dalam hatinya seraya memegang foto kebersamaan mereka


di sisi lain..


Sheira datang ke rumah Anggara, tapi Romi dan Desi menghalang nya.


"hei dengar ya, kau ini bukan siapa siapa, dan aku berhak masuk ke dalam rumah ini." kata Sheira mendorong dorong Desi dan Romi


"tuan Satria dan nona Selin memberi kami perintah agar nona tidak masuk, jadi silahkan nona pergi." ucap Romi


"apa?! kau mengusir ku? aku ini ingin melihat keadaan Satria!!! dia itu akan menjadi calon tunangan ku, mengerti kalian!." jawab Sheira


"silahkan pergi, atau saya panggil security?." balas Desi


"Satria?!!!! keluar kamu! Satriaaaaa?!!!." teriak Sheira


kemudian Desi memanggil beberapa Security untuk membawa Sheira keluar dari halaman Anggara


"Security?." panggil Desi


"ya?."


"atas perintah tuan dan nona, bawa wanita ini keluar dari sini." ucap Desi

__ADS_1


"siap, mari nona ikut kami." jawab security itu seraya membawa Sheira dengan paksa


"Satriaaaa!!!! awas kamu ya, aku akan hancurkan hidup kamu!!!!!." teriak Sheira


didalam terdapat Selin yang melihat kejadian tersebut.


"dasar wanita gila." gumam nya


Selin memanggil Desi dan menyuruh nya mengantarkan makanan ke dalam kamar Satria


"Desi? buatkan makanan untuk Satria dan bawa ke dalam kamarnya, pastikan kalau dia menghabisi makanan tersebut."


"baik nona." Desi segera membuatkan makanan itu lalu mengantar nya


tok..tok


Satria yg mendengar ketukan pintu langsung menggeletakkan foto kebersamaan nya di kasur.


"masuk." ucap Satria


"maaf tuan mengganggu, nona Selin menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ini dan tuan harus menghabiskan nya." kata Desi


"letakan saja dimeja, nanti aku makan." jawab Satria


"baik tuan, kalau begitu saya permisi."


Satria melihat ke arah makanan itu.


andai saja kau yang membuatkan makanan ini, aku pasti langsung melahap nya. pikir Satria


tiba-tiba terdapat Adinda di hadapan nya, seketika Satria tersenyum.


"sayang? kau disini?." tanya Satria dengan senang


"aku selalu disini untuk mu Satria, kau harus makan ya agar tidak sakit." balas Adinda


"aku akan memakan nya untuk mu." dengan cepat Satria melahap makanan itu sampai habis

__ADS_1


__ADS_2