Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
penasaran


__ADS_3

malam nya..


Adinda sudah sedikit membaik, lalu Satria mengajak nya berbicara


"sayang, aku ingin membawa kamu pergi dari rumah ini."


"kemana?."


"ke apartemen ku."


"kenapa kamu harus membawa ku pergi?."


"aku tidak ingin wanita itu datang dan mencoba menyakiti mu lagi."


apa Satria benar benar melakukan hal yang dikatakan oleh wanita itu?. batin Adinda


Adinda hanya diam tak menjawab perkataan suami nya lagi.


Satria menggandeng istrinya memasuki mobil, di sana ia menempati apartemen milik Satria yang cukup besar.


seluruh ruangan nya tertata dengan rapih.


"sayang? kau suka?." tanya suaminya. Adinda hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


kemudian mereka berdua tidur didalam kamar, Satria melingkarkan tangan nya pada tubuh Adinda seperti biasa, tapi kini istrinya tidak lagi membalas pelukan nya.


2bulan berlalu..


usia kandungan Adinda mulai memasuki kurang lebih 3bulan setengah


Satria setiap hari harus bekerja dikantor bahkan ketika pekerjaan nya sangat menumpuk dia harus pulang hingga larut malam. ia juga merasa setelah keluar dari rumah milik Anggara, istrinya begitu berbeda, sudah tak ada lagi perhatian lembut yang diberikan olehnya, entah karena apa Adinda menjadi seperti itu.


"sayang, aku ke kantor dulu ya, jaga dirimu baik baik." kata Satria mencium kening sang istri dan berlalu pergi


saat dikamar Adinda hanya mengelus elus perutnya

__ADS_1


sayang, bunda sangat takut jika nanti akan kehilangan ayahmu, bunda juga takut kalau wanita yang pernah singgah di masa lalu nya akan menyakiti kita, bunda ga mau ada apa apa sama kamu nak. gumam Adinda


di kantor


Sheira datang menemui Satria, dan menanyakan dimana saat ini Satria tinggal bersama istrinya


"Satria!! berulang kali aku mendatangi rumah mu kenapa kau tak ada?!." kata Sheira menggebrak meja


"bukan urusan mu, tolong bersikap lebih sopan sedikit." sahut Satria


"kamu jangan macem macem ya, jangan pernah coba lari dari aku, aku akan cari kamu sampai ke ujung dunia sekalipun." balas Sheira


"kau adalah wanita yang tidak tahu malu Sheira, mencoba merebut laki laki yang sudah menjadi suami orang lain." ucap Satria pedas


"apa kau bilang?! aku wanita tidak tahu malu?! istri mu yang tidak tahu malu karena sudah mengambil hatimu dariku!!!! Adinda tidak lebih dari seorang murahan karena memberi tubuh nya padamu. katakan, apa yang sudah dia berikan sampai sampai kau begitu mencintai nya hingga semudah ini melupakan ku?!!!!!." kata Sheira


plakkkk


"tutup mulut mu!!!!! istri ku bukan seorang murahan seperti yang kau maksud!! aku menikahi nya berdasarkan cinta! aku bersama dengan nya karena aku bahagia! itu semua akibat diri mu yg telah meninggalkan ku tanpa sebuah penjelasan!!!!!." emosi Satria mulai terpancar karena Sheira menghina istrinya


"kau tega menamparku Sat? lihat akuuuu!!! lihattttt?! katakan kalau kau sudah tidak mencintai ku lagi." tangis Sheira mulai pecah


Satria hanya diam membisu, hatinya begitu bimbang, dia tidak tahu apakah dirinya masih mencintai Sheira atau tidak.


Sheira menangis dan terkulai lemas hingga akhirnya terjatuh dihadapan Satria.


"Sheira!!!!." Satria segera memegang tubuh wanita itu dan memeluknya, ia membawa Sheira ke kamar yang biasa dia pakai untuk istirahat didalam ruangan nya.


didepan perusahaan Anggara terlihat wanita cantik sedang menuju masuk kedalam. dia menuju meja resepsionis dan menanyakan Satria


"maaf ada perlu apa nona?." kata resepsionis itu


"apa tuan Satria berada diruangan nya?."


"tuan Satria ada diruangan nya, tapi beliau sedang menerima tamu nona."

__ADS_1


"kalau boleh tau tamunya siapa ya?." tanya wanita itu


"nona Lady Sheira."


wanita itu segera pergi meninggalkan kantor tersebut.


Lady Sheira? namanya ga asing buat aku, apa dia wanita yang dulu pernah mendatangi ku karena aku mendekati Satria?. pikirnya


wanita itu segera mencari tahu nomor Adinda dan memberitahu nya tentang penerimaan tamu yg bernama Lady Sheira di perusahaan Anggara


tidak menunggu waktu lama Wanita itu menemukan nya, lalu mengirim sebuah pesan :


di apartemen


Adinda menerima satu pesan dari nomor tidak dikenal, ia segera membuka ponselnya dan melihat isi pesan tersebut


"datang lah ke kantor suami mu sekarang, disana sedang ada Lady Sheira."


Lady Sheira? apa maksudnya?. batin Adinda


dengan rasa penasaran Adinda mendatangi kantor suaminya, tapi saat ingin memasuki ruangan Satria, asisten Farel menahan nya.


"nona tunggu." kata Farel


"ada apa??."


"sepertinya tuan sedang sibuk, jadi apa tidak sebaiknya nona tunggu sebentar biar aku memanggil kan nya?." ucap Farel karena mengetahui didalam sedang ada Sheira.


"aku istri sah suamiku, jadi jangan halangi aku untuk masuk kesana. apa kau menyembunyikan sesuatu?." balas Adinda menatapnya serius


"tidak nona."


duh bagaimana jika nona Adinda mengetahui hal ini, dia akan sangat tersakiti jika melihat nya. pikir Farel


Adinda menerobos masuk kedalam, matanya tidak melihat siapapun disana tapi ketika dia membuka ruang istirahat Satria, tubuhnya mendadak kaku, mulutnya tak bisa berkata kata

__ADS_1


ada apa dengan wanita itu? mengapa suamiku memegangi tangan nya?.


__ADS_2