Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
penghinaan


__ADS_3

2minggu kemudian..


sekitar jam 9pagi Adinda mendekati Satria sambil tersenyum senyum


hari ini kebetulan Satria tidak datang ke kantor.


"aku tau, kau kalau sedang seperti ini pasti menginginkan sesuatu kan?." tanya Satria


"benar sekali sayang, apa kau mau menuruti ku?." ucap Adinda manja


"ya ya tentu saja, kau ingin apa manis?." jawab Satria memegang kedua pipi istrinya


"aku ingin berjalan jalan ke mall." kata Dinda


"hanya berjalan jalan ya, tidak membeli." ucap suami nya meledek


"hmm percuma saja dong ke sana kalau tidak membeli, beli ya sayang." rengek Adinda


"hahaha aku cuma bercanda, kamu boleh beli apa pun yang kau inginkan, kapan kita berangkat?." tanya Satria


"sekarang."


"cium aku dulu maka kita akan segera berangkat." Satria memasang wajah imut nya didepan sang istri


"kau sungguh menggemaskan." kata Adinda yg langsung menciumi wajah suaminya


lalu mereka berdua keluar dan menaiki mobil. tidak menunggu waktu lama mereka tiba di sebuah mall terbesar


Satria membuka kan pintu sang istri dan mengulurkan tangan nya


"ayo sayang." kata Satria


Satria bersama Adinda masuk kedalam mall itu, lalu para pengunjung hampir menatap ke arah Satria


"tampan sekali ya laki laki itu." begitu yang Adinda dengar secara samar samar


"sayang, lihat lah mereka semua menatap mu." ucap Adinda cemberut


"hei, biarkan saja tidak usah memperdulikan mereka, mereka hanya bisa menatap ku, tidak bisa memiliki ku bahkan merasakan sehebat apa diriku saat sedang melakukan olahraga malam hahaha." perkataan Satria sontak membuat istrinya tertawa


"hahaha dasar bodoh."

__ADS_1


Adinda mengunjungi beberapa barang ditemani oleh suaminya, tiba-tiba ponsel Satria berdering


"sayang, aku menerima panggilan dulu ya sebentar." ucap Satria


"iya jangan lama lama ya."


Satria segera menjauh dari kerumunan orang dan menerima panggilan tersebut


"halo ma, ada apa?."


"nak seperti nya mama tidak bisa ke sana sekarang sekarang ini, papa mu mendadak ada pekerjaan dan kemungkinan baru bisa ke sana bulan depan." ucap Tania


"oh ya ma, tidak masalah."


"kamu sedang dimana? ko ramai sekali?."


"aku sedang menemani istriku, dia minta berjalan jalan."


"ya sudah kalau seperti itu, jaga istrimu."


"baik ma."


..


"maaf ya mba, saya tidak sengaja." kata Adinda


"apa kata mu? maaf? mba? kamu pikir aku mba mba??! kau tidak punya mata atau bagaimana? menabrak orang sembarangan." ucap wanita itu


"iya tapikan saya sudah minta maaf, saya tidak sengaja."


"halah, lagi pula untuk apa kau kemari? memang kau punya uang? hahaha wanita seperti mu mana mungkin mampu membayar suatu barang disini."


"kau itu wanita aneh, saya tak sengaja menabrak mu lalu meminta maaf tapi kau malah menjatuhkan saya seperti itu." ucap Adinda, wanita itu kesal dan mendorong Adinda sampai ingin terjatuh, tapi seorang laki laki datang untuk menangkap nya.


"anda tidak apa nona?." kata laki laki itu


"Farel? kau bukan nya?." ucap Adinda


"wah wah wah, ada laki laki yang ingin menjadi pahlawan ceritanya." kata wanita itu


"kau berani sekali menyakiti nona ini, kalau aku jadi kamu, aku sangat takut." ucap Farel

__ADS_1


"iya mba, jangan sombong jadi orang apalagi sampai mendorong nya seperti itu." kata Helen, wanita yang dibawa oleh Farel ke mall itu


"diam kau!." kata wanita itu


kemudian Satria datang dan melihat perdebatan itu dihadapan istrinya


"ada apa ini?!." ucap Satria


wah tuan ini kan terkenal kaya raya, aku juga sering melihat nya dulu saat dia datang bersama ibu nya. batin wanita itu


"ini tuan, wanita ini.. dia menabrak ku, lihat saja dia sedari tadi hanya melihat lihat barang yang ada disini tanpa membelinya, kalau tidak mampu saran saya jangan datang kesini tuan." wanita itu coba menjelaskan kepada Satria


Satria melihat ke arah istrinya yg kini menunduk


"tadi wanita ini mencoba mendorong nona tuan, nona hampir saja terjatuh tapi saya menangkap nya." kata Farel


Satria memegang dagu Adinda dan mengangkatnya


pasti wanita itu mau dimarahin sama tuan ini. pikir wanita yang mendorong Adinda tadi


kemudian Satria memeluk istrinya.


"tuan, kau kenapa memeluk wanita kere itu?."


"sayang, kau tidak apa?." kata Satria lembut dan merapihkan rambut istrinya


"sayang?." kata wanita itu


"ya, nona yang kamu dorong tadi adalah istri tuan Satria, dan kau salah besar telah menghina nya." ucap Farel


wanita itu sungguh tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"kau bilang istriku tidak mampu membeli barang disini? dengar?! jangan kan satu barang, mall inipun bisa aku beli untuk istriku!! jadi jaga mulut mu dan belajar lah menghormati seseorang!." ucap Satria


"urus wanita ini karena sudah berani menghina istriku, buat dia tidak bisa bekerja lagi di manapun." kata Satria dingin


Satria dan Adinda pergi dari sana


"kau tidak apa kan sayang?." tanya suami nya lagi


"aku tidak apa, tapi apa kau tidak terlalu keras pada wanita itu jika pekerjaan nya dicabut? bagaimana nasib keluarga nya nanti?." kata Adinda khawatir

__ADS_1


"dia pantas mendapatkan itu karena hampir melukai istriku yang sedang mengandung."


__ADS_2