
"jadi kau tidak berangkat ngantor lagi?." tanya Selin
"aku rasa tidak, aku ingin menemani istriku disini." jawab Satria
"baiklah kalau begitu aku ke kamar dulu." ucap Selin
"kak?." panggil Adinda
"ya kenapa?."
"terimakasih sudah menolongku tadi." ucap Dinda
"hei kau tidak perlu berterima kasih, itu juga sudah kewajiban ku untuk membantu mu." kata Selin tersenyum
lalu Selin pergi ke kamar nya, dan Satria bercanda ria dengan istrinya
"sayang bagaimana kalau kita beritahu hal ini pada mama dan papa? mereka pasti bahagia mendengarnya." ucap Satria
"iya, tapi nanti kau saja yang memberitahu nya ya aku ingin istirahat sebentar." balas Adinda
"iya sayang kau istirahat saja, aku akan menemanimu disini."
dikamar Selin
tring..tringg
"siapa lagi sih?!." ucap Selin
Selin menjawab panggilan tersebut, dan terdengar suara yang sudah tak asing lagi
"halo cantik, bagaimana kabar mu?." kata pria itu
__ADS_1
"mau mu apa sih?! kenapa selalu mengganggu ku?." tanya Selin kesal
"habisnya kau membuat ku terpesona." balas Jonatan
"jangan aneh aneh kamu ya, pria seperti kamu itu sudah banyak, mencoba mendekati ku dengan ucapan ucapan manis seperti itu." kata Selin
"nanti malam kita kencan bagaimana?." tanya Jonatan percaya diri
"tidak bisa, jangan ganggu aku lagi." ucap Selin seraya mematikan ponsel nya
tut..
dikasih hati malah minta jantung. kata Selin dalam hati
Satria menghubungi mama dan papa nya, ia memberitahu bahwa Adinda sedang mengandung.
tut..tut..tut..
"halo ma." panggil Satria
"ma aku ada kabar gembira untuk mama dan papa." ucapnya
"ada kabar baik apa? sepertinya senang sekali?." tanya Tania
"Adinda saat ini sedang mengandung ma, dia mengandung anak ku, cucu mama." Satria tersenyum senang saat mengatakan nya
"benar kah menantu ku sedang mengandung?? selamat ya nak, mama ikut senang mendengar nya, nanti mama akan memberitahu papa mu dan membuat jadwal keberangkatan ke sana." jelas mama nya
"mama mau kesini?. tanya Satria
"iya sayang mama mau ke sana, kasian kan Adinda kalau kamu sedang kerja dia sendirian di rumah." balas nya
__ADS_1
"Adinda tidak sendiri lagi ko ma, Selin sekarang berada disini bersama kita, dia yang menjaga istriku saat aku tidak ada."
"bagus lah kalau begitu, tapi mama akan tetap ke sana nanti."
"ya sudah, mama kabari aku ataupun Adinda jika ingin kemari." ucap Satria
"iya nak, mama tutup dulu ya panggilan nya.. mama ingin membuatkan makan siang untuk papa mu dan memberitahukan kabar baik ini." kata Tania
"iya ma."
Tania menutup panggilan tersebut
..
"sayang apa kata mama mu?." tanya istrinya
"mama bilang dia ingin membuat jadwal keberangkatan untuk kemari, sepertinya dia senang saat tau kau sedang mengandung cucu nya, maka dari itu dia ingin menjaga mu disaat aku tak ada." Satria menjelaskan
"kalau mama kesini artinya aku tidak akan kesepian lagi." ucap Adinda senang
"iya sayang, kau tak akan kesepian lagi karena mama, papa, dan juga Selin akan menemanimu." balas Satria mencium pipi sang istri
***
"paa, aku sudah buat kan makanan untuk mu." kata Tania
"ya sebentar." Tio Anggara segera menghampiri istrinya di ruang makan
"paa duduk paa, mama ada kabar baik untuk papa." kata istrinya terlihat begitu gembira
"kabar baik apa sih ma, kelihatan nya menyenangkan sekali sampai mama senyum senyum seperti itu." balas Tio
__ADS_1
"jadi pa Adinda kini sedang mengandung, mama ingin kita atur jadwal keberangkatan untuk pergi ke sana, kasian kan pa kalau Satria kerja Adinda harus sendiri." jelas Tania
"benar kah? ya ma, nanti kita atur untuk segera ke sana." ucap Tio seraya menyantap makanan yang sudah disiapkan istrinya