
sore hari nya, Adinda izin pada Satria untuk keluar kantor sebentar, ia ingin membeli makanan tanpa mengandalkan siapapun.
Satria sudah meminta agar asisten Farel yang membelikan nya tapi Adinda menolak
"ya sudah aku keluar dulu ya, ga lama kok." ucap Adinda memegang pipi suaminya
"hati hati ya sayang kalau ada apa apa kabari aku." balas Satria
Adinda mengangguk lalu pergi.
diluar kantor Satria ternyata ada Sheira yang masih menunggu nya di tepi jalan, ia berada didalam mobil, saat Adinda keluar dia segera merencanakan hal busuk untuk Adinda.
akan aku balas kamu!. batin Sheira
ia menancapkan gas, lalu melaju dengan kecepatan tinggi.
terdengar suara teriakan yang tak jauh dari Adinda
"Adindaaaaa awasssss!!!!!!!." seorang wanita berlari lalu mendorong Adinda kepinggir
BRUGHH
mobil Sheira segera pergi saat sudah menabrak wanita tersebut.
beberapa karyawan ada yang melihat Adinda saat ingin pulang kantor, lalu dia berlari menuju ruangan Satria dan memberitahukan kabar tersebut
di ruangan Satria..
"tuan?! tuan.."
"hei ada apa kau? masuk tanpa seizin saya."
"nona Adinda tuan, dia hampir saja tertabrak mobil."
__ADS_1
"apaa?!!!!!." Satria segera berlari meninggalkan karyawan nya itu
di tempat kejadian
Adinda melihat wanita tergeletak dengan bersimpah darah, ia mendekati nya lalu membalikan tubuhnya
"Monic??." ucap nya tak percaya
"tolong.. tolonggg." teriak Adinda meminta pertolongan
banyak orang yang berdatangan menolong mereka, kemudian Monic dibawa oleh orang orang tersebut ke rumah sakit.
"sayang?!." kata Satria segera memeluk istrinya
"kau tak apa kan?." nafas suaminya terdengar naik turun
"a aku.."
Satria memeluk nya erat sekali lagi
"ya sayang, apa kau terluka? bagian mana? kita ke rumah sakit sekarang ya." balas Satria yang begitu panik dengan keadaan istrinya
"aku tidak apa apa hanya tangan ku tergores sedikit karena tadi terjatuh, tapi.."
"tapi kenapa sayang? sakit?."
"Monica menolong ku."
"Monica?!."
"kita ke rumah sakit sekarang, aku takut dia kenapa napa." pinta Adinda
"ya sudah kita ke sana sekarang."
__ADS_1
mereka berdua meninggalkan kantor dan pergi ke rumah sakit terdekat.
sampai di sana, Adinda bertanya pada suster, suster itu segera memberitahu ruangan nya
tepat sekali saat Adinda dan suaminya datang, dokter tersebut keluar dari ruangan itu
"apakah tuan dan nona keluarga dari pasien?." tanya dokter
"iya saya keluarga nya, bagaimana keadaan Monica dok?." tanya Adinda khawatir
"pasien mengalami pendarahan yang cukup banyak, hingga kini keadaan nya kritis."
perkataan dokter tersebut sontak membuat Adinda menangis dan terduduk lemas di bangku rumah sakit.
"sayang, jangan bersedih." ucap Satria
"tapi Monica begini karena aku Satria." balas Adinda
beberapa menit kemudian orang tua Monica datang dan memasuki ruang itu.
Satria hanya memeluk istrinya agar tidak bersedih dan menyalahkan dirinya sendiri.
saat sudah malam dokter memanggil Adinda untuk masuk menemui Monic
"nona Adinda? anda diminta pasien masuk ke dalam." kata dokter
"aku masuk dulu." ucap Adinda
"biar aku temani kamu." jawab suaminya
mereka berdua masuk dan menemui Monic, nampak senyuman Monic disana
"Adinda, maaf kan aku, selama ini mungkin aku selalu mengacaukan kehidupan kalian, aku sadar, seharusnya aku tidak melakukan hal bodoh seperti itu, aku memang mencintai suami mu dari dulu sampai sekarang, tapi aku tau bahwa cinta nya hanya untuk kamu." ucap Monic lemah
__ADS_1
"gaperlu minta maaf, kamu kaya gini gara gara aku Monica, kamu harus sembuh." balas Adinda yg kini mulai berlinang air mata
"Satria, aku yakin kamu sekarang ada di orang yang tepat, Adinda pasti bisa membuat kamu bahagia." ucap nya tersenyum