
sebelum mereka berdua sampai di kediaman Anggara, ponsel Satria berdering
tringg..tringgg
"halo? ada apa?." tanya Satria
"jadi begini Sat, kami mengadakan reuni di sebuah cafe dekat jalan xxx, acara itu akan dilaksanakan nanti malam tepat nya pukul 8, aku berharap kau dapat menghadiri nya." ucap teman Satria di sebrang telepon
"akan ku usahakan, terimakasih informasi nya." balas Satria kemudian menutup panggilan tersebut
"ada apa mas?." tanya Adinda
"apa kau mau menemani ku datang ke acara reuni SMA?." tanya Satria
"aku akan menemani mu jika kau ingin." ucap Adinda
"ya sudah, nanti malam jam 7 kau harus sudah siap karena acara nya pukul 8." kata Satria di anggukan oleh Adinda
.
.
.
.
.
.
.
.
.
pukul 20.00wib, di cafe..
"oh ya ampun Sat, apa kabar?." tanya teman Satria bernama Roy
"kabar ku baik, kau sendiri bagaimana?." tanya Satria
"aku juga baik, ini istri mu?." tanya Roy
"benar, dia adalah istri ku." ucap Satria mengenalkan Adinda di hadapan teman teman nya
"beruntung kamu ya bisa mendapatkan Satria." sahut wanita bernama Indri
"haha, justru aku yang beruntung bisa mendapatkan wanita secantik dan sebaik istri ku." sahut Satria
"aku salut pada mu, selain pintar di dunia bisnis, kau pintar mencari pendamping hidup." kata Roy
"iya Sat, ajarin kita dong bagaimana caranya menjadi orang sukses seperti mu?." ucap Daffa
"jangan bicara begitu, aku hanya meneruskan perusahaan papa, dan didampingi oleh Adinda." kata Satria
__ADS_1
"ekhmm, selamat malam, maaf aku telat." kata wanita yang baru saja datang
Adinda mendadak terkejut melihat nya, dan langsung tersenyum senang
"Monic?!!." ucap Adinda
"hai Adinda! aku rindu sekali pada mu." ucap Monic langsung memeluk Adinda
"apa kabar? kenapa kau tidak pernah lagi datang ke rumah? seolah olah kau sudah melupakan aku dan suami ku." ucap Adinda
"aku baik baik saja, maaf ya aku tak pernah datang berkunjung, saat ini aku hanya sedang belajar perbaiki diri, karena semenjak aku menikah dengan pria yang benar benar mengajarkan ku banyak hal, aku jadi sadar." ucap Monic
"kalian sudah saling kenal?." tanya Indri dan Keyla
"sudah Key, Dri. aku mengenalnya sudah lumayan lama, tapi baru kali ini kita bertemu lagi." kata Monic
"oh begitu ya, aku tidak menyangka kau bisa berteman baik dengan istri CEO terkaya di kota ini." sahut Indri tertawa
"lebih tepatnya mungkin aku membuat kesalahan besar pada keluarga mereka sehingga pada akhirnya sekarang kita bisa saling mengenal dan dapat berteman baik." ucap Monic
"jangan di ingat lagi Monic, itu sudah masa lalu." balas Adinda tersenyum
"Arkan tidak ikut?." tanya Monic
"tidak, aku baru saja berkunjung ke makam orang tua ku, jadi Arkan tidak diajak kemari." jawab Adinda
"sayang, mau makan apa?." tanya Satria pada Adinda
"aku ikut kamu aja mas, kamu mau apa?." kata istri nya
"kau pasti mendapatkan nya suatu hari, percaya lah." sahut Adinda dibalas senyuman oleh Indri
"jadi? kalian mau makan apa?." tanya Satria
"aku sih ikut aja, sama kaya istri mu." kata Monic
"yang lain?." kata Satria lagi
"bebas Sat, pesan saja apapun, pasti kita makan." kata Roy
"baiklah." Satria segera memanggil pelayan dan meminta agar makanan favorit di cafe itu segera disiapkan sebanyak yang dipesan.
setelah makanan itu datang mereka semua langsung menyantap nya bersama sama.
"kau mau nambah sayang?." tanya Satria pada istri nya
"aku aja belum habis mas, udah di tanya nambah aja." jawab Adinda tertawa kecil
"kebiasaan kamu, kalau makan kaya anak kecil, sini." Satria mengusap sudut bibir Adinda yang tertempel oleh sedikit makanan
"ekheeemm..ekheemm." kata Roy
"jangan romantis romantisan disini dong Sat, kami masih jomblo." ucap Dafa
"betul itu." sahut Roy, para wanita hanya tertawa menyaksikan reaksi Roy dan Dafa
__ADS_1
setelah acara selesai, Satria dan Adinda langsung pulang ke rumah.
"mas, aku cek kamar Arkan dulu ya." kata Adinda
"iya sayang, aku juga mau ganti pakaian dulu." sahut suami nya
di kamar Arkan, Adinda mencium putra nya yang sudah tidur lelap di atas ranjang khusus untuk nya
"selamat tidur ya sayang." kata Adinda mengusap kepala Arkan
"Des, makasih ya sudah menjaga putra ku." ucap Adinda
"tidak perlu berterimakasih nona, ini sudah tugas ku." sahut Desi dibalas senyuman oleh Adinda
Adinda segera menuju kamar mandi bawah untuk membasuh wajah nya, tapi tiba tiba saat menggeser tangan nya di depan cermin, ia mendadak terkena pinggiran tembok yang sudah terkikis tajam sehingga membuat tangan nya berdarah
"aaargh." ucap Adinda kesakitan, Desi yang mendengar hal itu langsung memberitahu tuan nya
"tuan, nona tuan." kata Desi
"ada apa? kenapa dengan istriku?!." ucap Satria
"saya tidak tahu tuan, tapi suara teriakan nya terdengar dari kamar mandi bawah tuan." ucap Desi kemudian Satria berlari ke lantai bawah dan mengecek keadaan istri nya
"sayang?! kamu kenapa?!." tanya Satria
"mas, kenapa mas disini?." tanya Adinda
"tangan kamu terluka, ayo kita obati." Satria menarik istrinya pelan untuk duduk di sofa
"aku gapapa ko mas, ini cuma luka kecil." kata Adinda
"apa sih?! kaya gini kok kamu bilang luka kecil?! mas ga suka ya kamu pura pura ga kesakitan, mas ga mau jadi suami yang gagal menjaga istri." kata Satria membuat Adinda kagum dengan perhatian dan kasih sayang suami nya
Satria segera fokus mengobati luka Adinda seraya mengoceh agar Adinda selalu berhati hati.
"besok mas suruh Pak Rahman untuk benerin tembok nya, kamu juga jangan ke kamar mandi itu lagi kalau belum dibetulkan." kata Satria panjang lebar, sementara Adinda hanya tersenyum senyum mendengar ocehan suami nya
"kamu ko malah senyum senyum dikasih tau?." kata Satria menatap Adinda
"habis nya mas lucu, baru kali ini aku denger mas ngoceh panjang lebar cuma gara gara hal kecil." kata Adinda
"sayang?! tadi mas bilang apa? mas ga suka kamu anggap ini hal kecil, sekali lagi mas tegasin, mas ga suka." kata Satria
"hmm iya mas, maafin aku ya, janji deh nanti aku ga akan ke kamar mandi itu lagi." ucap Adinda
"mas sayang sama kamu." kata Satria mengelus kepala Adinda kemudian memeluknya
"aku juga sayang sama mas." balas Adinda
"tidur yuk? sudah malam." kata Satria di anggukan oleh istri nya
di kamar,
"good night istri ku yang paling manis." ucap Satria
__ADS_1
"night to sayang." balas Adinda memeluk suami nya dan tertidur lelap di pelukan Satria