
beberapa bulan berlalu, sampai tiba waktu nya Arkan bertambah umur menjadi 1tahun.
"Satria? bagaimana kalau kita rayakan ulang tahun Arkan nanti malam?." tanya Adinda
"iya, kau suruh Desi untuk mengerjakan dekorasi nya karena dia cukup pandai melakukan hal itu." ucap Satria
"Satria? bisakah kau tutup dulu layar laptop mu sebentar, aku ingin kau serius untuk merayakan ulang tahun anak kita." kata Adinda melesu
"aku selalu serius, apa yg membuat mu berfikir kalau aku main main?." tanya Satria dengan wajah tak mengenakan
"tapi beberapa bulan terakhir ini kau selalu sibuk dengan pekerjaan mu, tanpa memperhatikan ku dan Arkan." ucap Adinda sedih
"bisa kah kau keluar dari ruang kerja ku sekarang? aku sedang sibuk, kepala ku pusing mendengar rengekan mu terus menerus." ucap Satria, untuk pertama kalinya Adinda mendengar ucapan yg begitu menyakiti hati nya sekarang dan kata kata itu keluar dari mulut suami nya sendiri
dia mengusir ku?. batin Adinda yg kemudian pergi meninggalkan suami nya tanpa suara, namun air mata nya menetes sedikit demi sedikit begitu saja.
"sabar lah Adinda, ini belum seberapa, jangan biasakan diri mu untuk terus mendapat perhatian, karena kesibukan suami mu bukan hanya tentang mu dan anak mu saja, tapi juga soal pekerjaan." gumam Adinda berbicara sendiri pada hati nya
di ruang keluarga..
"bagaimana nak? apa kamu sudah berbicara pada suami mu soal ulang tahun Arkan?." tanya Tania Anggara
"sudah ma, Satria menyetujui nya." kata Adinda
"mengapa wajah mu muram begitu? apa kalian ada masalah? mama juga saat ini jarang melihat kamu dan Satria keluar bersama." kata Tania
"tidak ma, semua nya normal dan baik baik saja." balas Adinda tersenyum
"benarkah begitu?." tanya Tania lagi
"benar, ya sudah aku menemui Arkan dulu ya, dia sedang bermain di kamar nya oleh Desi." ucap Adinda
di kamar Arkan...
"Des? nanti bantu aku menyiapkan semua keperluan ulang tahun Arkan ya." ucap Adinda
"baik nona, nanti saya akan membantu nya." jawab Desi
sewaktu hari sudah malam semua dekorasi di rumah itu selesai, dan kira kira 1 jam lagi acara akan di mulai.
Adinda telah mengundang beberapa teman nya yg sudah memiliki anak untuk datang ke acara Arkan malam ini, begitu juga karyawan di perusahaan suaminya telah diundang untuk datang
tiba tiba..
"kamu mau kemana?." tanya Adinda mencegah suami nya yg terlihat ingin pergi
"aku ada urusan mendadak diluar, aku akan segera kembali." sahut Satria
"tapi Sat, acara anak kita akan dimulai sebentar lagi, aku tidak yakin kau bisa datang tepat waktu." ucap Adinda khawatir
"kau meragukan ku?." tanya Satria dengan tatapan sinis
"e-tidak bukan begitu, tapi..."
"sudahlah, aku ada urusan dan ini penting." balas Satria
"apa ada yg lebih penting dari anak kamu?." tanya Adinda membuat Satria kesal
__ADS_1
"berhenti untuk berkata yg tidak tidak! aku akan kembali." ucap Satria yg segera beranjak pergi
....
1jam lewat 20menit kemudian..
"dimana kamu? kenapa belum juga kembali?." gumam Adinda khawatir
"Adinda? apa tidak kamu mulai saja acara ini? lihat, semua orang sudah datang dan menunggu, kasian jika harus menunggu lebih lama lagi." ucap Tania
"benar nak, ayo mulai lah." ucap Tio
"tapi ma, pa Satria be.."
"tidak usah hiraukan anak itu, sekarang adalah hari anak mu, jadi kau harus utamakan Arkan dari pada ayah nya." ucap Tio Anggara
"semua akan baik baik saja nak, percayalah dengan mama." ucap Tania meyakinkan
kini mereka pun memulai acara tersebut, dari pembukaan acara sampai ke akhir.
ketika hampir mencapai akhir, para tamu memberikan kado dan juga masing masing mendapat bingkisan dari Adinda.
"selamat ulang tahun Arkan, ga kerasa ya kamu udah besar." ucap teman Adinda
"happy birthday jagoan mama Dinda, yeayy nih tante bawa kado buat kamu, cup." ucap teman Adinda lagi kemudian mencium pipi Arkan
"selamat ulang tahun nak, semoga kamu menjadi anak yg baik dan berguna bagi orang tua mu, ini kado dari saya." kata salah satu karyawan perusahaan yg datang ke sana
ketika para tamu hampir habis karena mulai pulang ke rumah nya masing masing, seseorang datang membawa kado yg sangat besar untuk Arkan
"Happy birthday handsome boy, hope you become a useful child and not like your father." wanita itu memberi kado besar nya dan mengecup pipi Arkan lembut
"maksud saya, jangan seperti ayah nya yg tidak bertanggung jawab." kata wanita itu
"hei! apa maksud mu?!tanggung jawab apa?!." kata Adinda mulai emosi, Arkan hanya diam ketakutan dan Tio segera mengambil Arkan dari pelukan Adinda
"Dinda? ada apa ini? jika kalian punya masalah selesaikan secara baik baik, dan jangan didepan anak mu." ucap Tio
"maaf pa, tapi aku harus bicara sama wanita ini." ucap Adinda menarik wanita dihadapan nya ke belakang rumah
"hei, pelan lah sedikit, tangan ku sakit tau." ucap wanita itu
"apa maksud mu barusan? katakan yg jelas, aku benci orang yg bertele tele." kata Adinda
"ya, aku hanya bilang jangan sampai Arkan seperti ayah nya, tidak bertanggung jawab."
"siapa kamu sebenarnya?!." tanya Adinda
"ah rupa nya kamu pelupa yah, kenalkan aku Wina, karyawan perusahaan yg sebentar lagi akan menggantikan posisi mu di samping Satria.
"kau?!!!!!." Adinda terlihat geram
"suami mu berhasil membuat ku jatuh cinta pada nya dari awal bertemu, kau tau? seseorang yg berhasil membuat ku jatuh cinta akan jatuh ke pelukan ku selamanya, karena aku akan melakukan cara apapun untuk mendapat kan itu." kata Wina
"kurang ajar kau!!! plakkkk!!!!." Adinda menampar Wina dengan keras dan tak lama Satria datang
"Adinda!!! apa yg kamu lakukan dengan Wina?!!." tanya Satria membentak
__ADS_1
"Sat-Satria?? dia mencoba mengusik ku barusan.." kata Adinda
"bohong tuan, dia mencoba memfitnah ku atas perubahan sikap anda." kata Wina memanfaatkan keadaan
"ikut aku sekarang!!." Satria menarik Adinda menjauhi Wina
"lepaskan! kau tidak seharusnya kasar pada ku." ucap Adinda
"apa yg kamu tuduhkan pada Wina itu tidak benar!!! kau bisa kena pasal jika menampar nya barusan!." kata suaminya
"ka-kau percaya dia dibanding aku istrimu sendiri?." tanya Adinda melemah
"ya! aku percaya dia karena aku melihat dengan jelas kalau kau menampar nya." ucap Satria
"aku menampar nya bukan karena aku menuduh dia!." sahut Adinda
"argh! sudah lah, kau lama lama membuat ku muak." Satria pergi meninggalkan Adinda yg kini mematung
beberapa menit setelah Satria masuk ke dalam, Wina mencoba mendekati Adinda
"apa yg kamu rasakan? ketika suami mu lebih percaya orang lain dari pada istri nya sendiri? hahahaha aku rasa itu jauh lebih sakit dari tamparan mu barusan." kata Wina
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**hai para readers😍jangan lupa untuk dukung terus karya ku yaa!!!😍😍😍
oh iya, jangan lupa juga untuk membaca cerita ku yg lain nya..
JUDUL : WANITA BAYARAN
GENRE : ROMANTIS
Cerita nya ga kalah seru lho dari Istri CEO Tampan😍😍😍yuk langsung ajaa...
happy reading guys❤❤❤**
__ADS_1