Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
hal menakjubkan


__ADS_3

"sabar mas, kau harus tenang, jangan biarkan emosi menguasai tubuh mu, aku buat kan minuman ya agar kamu lebih fresh." ucap Adinda bergegas membuat minuman untuk suaminya, 3menit kemudian ia kembali dan memberikan minuman itu.


"terimakasih ya sayang." ucap Satria menenggak minuman itu hingga habis


"pelan-pelan saja mas minum nya." kata Adinda, Satria menarik istrinya untuk duduk dipangkuan nya sejenak


"sayang, bagaimana aku bisa meninggalkanmu beberapa hari untuk bekerja jika sangat besar kemungkinan kau akan diganggu oleh laki-laki itu." ucap Satria resah seraya memegang pinggang istrinya


"mas, jangan terus menerus memikirkan aku, kau percaya kan kalau aku akan baik-baik saja, kau harus fokus pada pekerjaanmu terlebih dahulu, para karyawan atau bahkan Farel sangat membutuhkan mu di sana mas." balas Adinda meyakinkan suaminya


"tapi mas takut Din, mas takut kamu di ambil oleh bajingan itu." ujar Satria, wajahnya benar benar menggambarkan sesuatu yang paling menakutkan, seketika Adinda mencium bibir Satria dan mengelus dadanya perlahan


"kau harus tau, bahwa tidak ada satupun orang yang dapat memisahkan kita kecuali tuhan." kata Adinda membuat Satria tersenyum


"istri yang pandai, kau mampu meyakinkanku." sahut Satria mencubit hidung Adinda


"iiiihhhh mas! jangan cubit hidungku." gumam Adinda dibalas tawa suaminya


"sayang..." panggil Satria dengan nada sedikit manja


"ya mas? kenapa?." tanya Adinda menatap Satria


"kapan kita buat adik untuk Arkan?." tanya Satria memeluk Adinda


"mas ah, kamu ini bicara apa." balas Adinda malu-malu


"mas kangen kamu Dinda." ucap Satria


"lho mas kan sekarang kamu sedang bersamaku masa kangen sih." kata Adinda


"huh, istriku tidak peka sekali." ucap Satria menghela nafas


"tunggu sebentar ya mas, aku mau lihat Arkan." ucap Adinda


"sayang.." sebut Satria lagi menahan tangan Adinda dengan wajah tertekuk


"apa mas? aku cuma sebentar kok." kata istrinya, Satria berdiri dan bergegas mengunci pintu kamarnya agar Adinda tak bisa keluar


"mas?! kenapa dikunci?." tanya Adinda kaget, Satria menyimpan kunci itu di laci dan segera mendekati Adinda.


🌼🌼🌼


4 hari telah berlalu, dan hari ini sangat bertepatan dengan ulang tahun Adinda.


pukul 06.15


"sayang, mas ke kantor dulu ya." ujar Satria yang mengecup kening istrinya saat tertidur, lalu Satria pergi menuju kantor untuk membereskan pekerjaan dengan cepat hari ini.

__ADS_1


di kantor,


"selamat pagi tuan." kata karyawan, Satria segera menuju ruangan nya dan memanggil Farel


"ada apa tuan?." kata Farel


"hari ini istri saya ulang tahun, jadi saya mau pekerjaan hari ini selesai dengan cepat." kata Satria


"baik tuan, oh ya apakah tuan sudah menyiapkan tema pesta nya?." ucap Farel


"tenang saja, saya sudah mengatur semuanya." jawab Satria


"baiklah kalau begitu saya permisi." pamit Farel berlalu pergi


ketika menjelang sore, Satria menaiki lift untuk turun ke lantai bawah, ia segera memberitahukan para karyawan nya untuk hadir ke pesta ulang tahun istrinya malam ini.


"sore semuanya." ucap Satria seraya menarik jaz nya agar terlihat rapih


"sore tuan." sahut para karyawan


"nanti malam saya akan mengadakan sebuah pesta di kediaman keluarga Anggara, dan saya mengundang kalian semua untuk hadir pada malam hari ini." kata Satria yang berdiri tegak dihadapan orang banyak


"baik tuan, dengan senang hati saya akan datang ke pesta anda." ucap karyawan


"terimakasih, kalau begitu lanjutkan tugas kalian semua, jika sudah selesai kalian boleh segera pulang." ujar Satria yang segera di anggukan dengan hormat, lalu Satria pun kembali ke rumah dan menemui istrinya.


"sore sayang." ucap Satria


"sudah makan? kalau belum kita ke cafe sekarang." kata Satria


"sudah kok mas, lagi pula kamu kan baru saja pulang masa sudah mengajak ku makan di cafe, apa kau tidak lelah?." kata Adinda


"tidak ada kata lelah untukmu sayang." balas Satria mengelus kepala istrinya


"oh ya mas, di halaman belakang banyak sekali orang orang yang sedang menyiapkan pesta, apa kau yang meminta nya?." tanya Adinda


"ya, aku yang meminta orang-orang itu untuk membuat pesta malam ini." jawab Satria


"untuk apa?." kata Adinda


"jelas untukmu Dinda, hari ini adalah hari ulang tahunmu kan? mas hanya ingin membuatmu bahagia walaupun dengan cara sederhana seperti ini, maaf ya sayang mas tidak bisa berikan banyak hal untukmu, belakangan ini mas juga selalu sibuk di kantor." kata Satria


"ya ampun jadi pesta itu untuk ulang tahunku, jangan bicara begitu mas, sudah kewajiban kamu untuk bekerja keras di perusahaan, dan kamu juga selalu membuat aku bahagia, kamu banyak memberikan ku hal hal yang tak bisa aku lupakan seumur hidup." ucap Adinda dibalas senyuman oleh Satria


"ya sudah, mas ganti baju dulu." kata Satria menuju kamar


waktu malam sudah tiba, semua tamu undangan pun telah hadir di pesta tersebut.

__ADS_1


Satria pun segera berbicara panjang lebar di atas panggung lalu memanggil istrinya untuk naik.


"sayang, selamat ulang tahun ya, semoga kamu selalu menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk ku dan Arkan." kata Satria lalu mencium kening Adinda dihadapan semua orang


"terimakasih ya mas, aku janji sama kamu, aku akan selalu menjadi istri yang baik." balas Adinda, lalu para tamu undangan itu bertepuk tangan dengan meriah


"kenapa ya tuan Satria romantis sekali kepada istrinya, aku bahkan tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti itu oleh suamiku." gumam tamu undangan 1


"sama, suamiku malah tidur terus kalau ada di rumah." gumam tamu undangan 2


"hahaha, sudah sudah syukuri saja apa yang kalian miliki sekarang, masih banyak orang yang tidak seberuntung kalian." gumam tamu undangan lain nya


"sebelum tiup lilin nya pejamkan dulu matamu, lalu buatlah satu permintaan." pinta Satria, kemudian Adinda memejamkan mata dan berkata


"ya tuhan, tolong jauhkan keluarga kecilku dari berbagai masalah yang tak kunjung selesai, dan buatlah cinta kami semakin tumbuh besar agar selalu bersatu selamanya."


setelah membuat satu permintaan, Adinda segera meniup lilin tersebut, dengan sangat senang Satria pun mencium kembali keningnya.


"sekali lagi selamat ulang tahun sayang." kata Satria lalu memberikan kue tersebut kepada pelayan dan memeluk istrinya


"terimakasih banyak mas." ucap Adinda


"oh ya, mas punya hadiah buat kamu." kata Satria


"hadiah? apa itu mas?." tanya Adinda, lalu Satria memetik jarinya dan datanglah seorang laki laki yang membawa kotak lumayan besar lalu diberikan kepada Satria.


"ini untuk mu." ucap Satria


"boleh aku buka?." tanya Adinda di anggukan oleh suaminya, ketika dibuka Adinda sangat terkejut dengan apa yang dia lihat karena ternyata isinya adalah satu set perhiasan berlian yang keberadaan nya sangat terbatas dalam negri.


"mas? ini semua untuk ku?." tanya Adinda tak percaya, para tamu undangan pun ikut tertegun melihat hadiah itu, mereka tak menyangka Satria sangat sangat memperlakukan istrinya sebagai seorang ratu mahkota.


"iya sayang, semua ini untuk mu." balas Satria tersenyum, sontak Adinda segera memeluk suaminya dan menangis haru


"aku tidak tahu lagi harus berkata apa padamu, malam ini kau benar-benar membuatku seperti berada di alam mimpi." kata Adinda


"hei, ini baru hadiah pertama, aku masih punya hadiah kedua untukmu." ucap Satria, lalu Adinda menatap nya bingung


"hadiah lagi mas?." kata Adinda, Satria mengeluarkan ponsel nya untuk mengetik sesuatu entah kepada siapa, kemudian setelah itu datang sebuah mobil yang amat sangat mewah



seseorang keluar dari mobil tersebut dan memberikan kuncinya kepada Satria, lalu Satria memberikan kunci mobil itu kepada istrinya.


"ini untukmu juga." kata Satria, seluruh tamu yang berada di sana mulai tercengang dengan apa yang mereka lihat saat ini.


sementara Adinda hanya menatap tak percaya karena suaminya memberikan hadiah yang sangat banyak.

__ADS_1


"mas?." sebut Adinda menatap mata suaminya, lalu Satria memegang pipi Adinda dengan kedua tangan nya.


"sayang, mas berharap kamu bahagia malam ini, ini semua mas berikan sebagai tanda permintaan maaf dan rasa cinta mas ke kamu." kata Satria, karena Adinda yang sudah tidak bisa berkata kata lagi, ia memilih mencium bibir suaminya dan memeluknya dengan sangat erat, saat hal itu terjadi semua orang serentak bertepuk tangan dan bersorak riuh, lalu pelayan pesta tersebut melemparkan puluhan ribu kelopak bunga mawar di atas panggung tempat dimana Satria dan istrinya saling memeluk.


__ADS_2