
benar saja ketika Adinda berkata seperti itu Farel langsung menghubungi Satria.
tringg..tringg
"siapa?." tanya Adinda
"Farel, aku menjawab nya dulu ya." ucap Satria dibalas anggukan oleh sang istri
"semoga mama Tania baik baik saja." gumam Adinda
"halo Farel? ada kabar apa??." kata Satria
"saya sudah mencari tahu tentang Sheira namun tidak menemukan apa apa tuan, saya hanya menemukan ayah nya di rumah kecil itu, ia juga tidak memberitahu saya dimana Sheira." kata Farel
"bagaimana kau ini! aku memberi mu gaji yang besar Farel, jangan sampai kau buat aku marah." ucap Satria
"iya tuan saya akan berusaha mencari tahu lebih dalam lagi." kata Farel
Satria segera mengakhiri panggilan tersebut
"bagaimana bisa dia tidak menemukan apapun!." gumam Satria
"Satria? kau harus sabar, dia membutuhkan proses untuk mencari tahu kebenaran nya, jangan buat dia cemas dengan perkataan mu atau dia benar benar tidak bisa menemukan apapun." kata Adinda
"tapi sayang aku..." belum selesai menjelaskan, Adinda mengecup lembut pipi suaminya dan berkata
"sudah, kau bisa lanjut lagi besok, sekarang kita tidur, kau lihat kan ini sudah malam." ucap Adinda
__ADS_1
"kau ini sudah tau ya cara nya menenangkan ku, baik lah kita ke kamar sekarang." Satria mencubit hidung istrinya dan menggendong Adinda menuju kamar
"hei tunggu?!! kita tidur di kamar Arkan saja." kata Adinda
"oke kalau begitu pesawat ini akan meluncur ke kamar Arkan." kata Satria
"astaga, kau pikir aku anak kecil ya hahaha." ucap Adinda
sesampai nya di kamar Arkan mereka pun menaiki ranjang besar dan tidur dengan cara berhadapan.
"good sleep my wife." ucap Satria mencium kening istrinya
"good sleep to my hubby." balas Adinda memeluk Satria dan tertidur
keesokan hari nya...
"Satria, bangun." ucap Adinda
Satria pun membuka mata dan melingkarkan tangan nya di pinggang Adinda
"bangun Satria, aku sudah menyiapkan susu hangat untuk mu, cepat kau mandi." pinta Adinda.
"mengapa meminta aku mandi cepat cepat?." tanya Satria masih dengan mata terpejam
"aku ingin pergi ke supermarket karena susu Arkan habis." jawab Adinda
Satria tidak bangun bangun, akhirnya Adinda pergi sendiri
__ADS_1
dibawah...
"nona tidak apa pergi sendirian? kenapa tidak saya saja yg membeli susu itu di supermarket??." kata Desi
"gapapa ko aku bisa, kamu jaga Arkan aja ya sebentar, lagi pula aku ingin membelikan nya sendiri untuk anak ku." Kata Adinda
"baiklah, hati hati nona."
Adinda pun menghentikan taksi didepan gerbang rumah nya dan menaiki taksi tersebut
"kita ke supermarket terdekat ya." ucap Adinda
"baik nona."
sesampai nya di supermarket Adinda membayar sewa taksi itu dan masuk ke dalam
"selamat siang dan selamat datang nona, kami sedang mengadakan diskon untuk setiap barang barang tertentu." ucap karyawan di supermarket itu
"ah tidak, aku ingin mencari susu bayi." karyawan itupun menunjukan tempat tempat susu
"terimakasih." kata Adinda
"sama sama nona."
Adinda memilih susu yg sudah diberitahukan oleh Desi karena semenjak ingatan nya yg hilang dia tak bisa lagi mengingat susu apa yg diminum oleh anak nya
ketika sudah menemukan susu nya dan membayar ke kasir, Adinda melihat seorang laki laki yg tak asing menurut dia
__ADS_1
"bukan kah itu???." gumam Adinda agak takut