
ketika Adinda hampir menggapai obat milik nya itu ia terjatuh ambruk ke lantai, tidak ada seorang pun yg tau kalau Adinda terjatuh pingsan, pintu kamar nya pun terkunci rapat.
berjam jam Adinda tak sadarkan diri di dalam kamar, sampai Desi merasa aneh saat mengetuk pintu kamar Adinda
"mengapa seperti tidak ada suara? bukan kah seharusnya nona berada di dalam?." gumam Desi yg kemudian turun lagi ke lantai bawah
di bawah...
"kemana Adinda??." tanya Tio Anggara
"seperti nya nona berada di dalam kamar, tapi aneh nya nona belum juga keluar tuan." kata Desi
"mungkin saja menantu ku sedang tertidur pulas, biarlah tidak usah diganggu, sebentar lagi suami nya akan pulang." jelas Tio
"baik lah tuan, saya akan memandikan Arkan dulu." ucap Desi
"oh ya silahkan."
saat Satria sudah pulang ke rumah ia pun masuk ke dalam dan langsung menuju kamar, tapi saat ia ingin membuka pintu kamar itu justru pintu nya terkunci, dan ketika dia berusaha memanggil manggil nama istrinya tak ada satu jawaban pun yg ia dapat kan
"apa istriku tidak ada di dalam? tapi jika itu benar mengapa pintu ini terkunci?." gumam Satria
ada salah satu pelayan yang sedang menyapu lantai serta membersihkan pajangan pajangan yg ada di dalam rumah besar itu, kemudian Satria menghampiri dan bertanya
"maaf, apa kau melihat istri ku?." tanya Satria
"tidak tuan, sedari tadi saya tidak melihat nona Adinda sama sekali." jawab pelayan tersebut
Satria segera membuka pintu kamarnya secara paksa
__ADS_1
Brakkkk... pintu itupun terbuka
Satria tidak melihat Adinda berada di atas ranjang, ia masuk ke dalam dan membuka pintu menuju balkon tapi tetap saja tidak ada, Satria ingin melihat ke arah kamar mandi namun dia melihat istri nya lebih dulu sudah tergeletak di samping tempat tidur
"Adinda?!!!!." ucap Satria segera mengangkat istrinya dan dibaringkan ke atas kasur
"sayang bangun! kau kenapa?!." ucap Satria lagi seraya menepuk nepuk pelan wajah istri nya
Satria menghubungi dokter untuk segera datang ke rumah nya dan dia juga mencari semua pelayan yg ada di dalam rumah itu
"Desi!!!!." panggil Satria
"ada apa tuan?." jawab Desi sehabis membawa Arkan yg sudah mandi ke dalam kamar kakek nya
"kumpulkan semua pelayan dihadapan ku!." ucap Satria
ketika semuanya berkumpul Satria pun menatap satu persatu wajah pelayan itu dengan tatapan bengis
"jawab!!!!." kata Satria
"ma-maaf tuan, saya tadi sempat membawakan nona makanan namun kamar nya terkunci, saya pikir nona sedang beristirahat maka dari itu saya tidak mengganggu nya, karena saat saya ketuk pintu itu beberapa kali nona tidak menjawab." ucap Desi, Satria yg mendengar penjelasan nya itu segera melangkah kan kaki untuk mendekat dan...
"bodoh!!!!!." Satria segera kembali ke kamar untuk menemani istrinya
...
"sayang? bangun, aku disini." ucap Satria menggenggam tangan istrinya
"kemana dokter itu dari tadi belum juga sampai!." gumam Satria kesal
__ADS_1
tiba tiba Adinda menggerakkan jemari nya, Satria sangat lega dan menunggu Adinda agar segera membuka kedua mata nya
"sayang? kau sudah bangun??." ucap Satria
"Satria?." sebut istrinya seraya membuka mata perlahan
"iya aku disini, jangan takut." balas Satria
"ada apa dengan ku?." tanya Adinda
"kau pingsan, entah dari kapan aku tak tahu, setiba nya aku disini, aku menemukan mu tergeletak di lantai, kau kenapa sayang?." ucap Satria
Adinda tidak menjawab, tapi ia malah memeluk Satria
"hei, ada apa?." tanya Satria
"tidak, aku seperti merasa sangat merindukan mu saja." ucap Adinda
"oh ya ampun aku khawatir sekali pada mu sayang." kata Satria
"aku tidak apa apa sayang, dimana Arkan putra kecil ku?." tanya Adinda membuat Satria begitu terkejut dan heran
"kau panggil aku sayang? dan kau bilang putra kecil?." ucap Satria menatap istrinya serius
"iya, memang ada yang salah dengan perkataan ku??." kata Adinda
"apa kau tau ini dimana?." Satria menunjukan sebuah foto saat dirinya dan Adinda sedang melangsungkan makan malam disebuah tempat yg sangat indah
"tentu saja aku tahu, ini di halaman luas yg berada dekat bukit kan? kita ke sana pada waktu beberapa bulan yang lalu." jawab Adinda, Satria hanya bisa menunjukan ekspresi bahagia nya karena dia tau kalau istrinya kini sudah mendapat kan kembali ingatan nya, kemudian Satria mendekap erat istrinya dan mencium kening Adinda
__ADS_1
"kau sudah pulih sayang." ucap Satria