
di kediaman Anggara, Satria menghubungi Farel kembali untuk menanyakan tentang pelaku itu
"Farel?." ucap Satria
"ya tuan, pelaku tersebut benar benar menghilangkan jejak nya, hanya kalung itu lah satu satu nya bukti yg kita punya." balas Farel
"lalu apa kau menemukan siapa pemilik kalung itu?." tanya Satria
"belum tuan, aku sudah berkeliling mencari siapa pemilik kalung ini namun tak juga menemukan nya, seperti nya orang itu bersembunyi, karena dia tau kita tidak akan tinggal diam." jelas Farel
"aku muak dengan semua ini! manusia itu benar benar keterlaluan!! saat ini istri ku dibawa entah oleh siapa, aku sudah mencari nya ke seluruh teman istri ku namun tak ada." kata Satria
"saya akan bersedia membantu tuan, saya akan mencari nona Adinda." sahut Farel
"terimakasih, kau banyak membantu ku."
"sama sama tuan."
mereka berdua menyudahi panggilan itu dan fokus mencari siapa pelaku sebenar nya, perusahaan Anggara kini ditangani oleh orang kepercayaan nya, hingga dia bisa leluasa meninggalkan perusahaan itu untuk menemukan istri dan anak nya.
besok nya, di kediaman Reno
Adinda bangun ketika matahari masuk ke dalam sela sela jendela kamar nya.
"hoaaaaaam."
"kau sudah bangun?." kata Reno mengejutkan Adinda
"ah-kamu? mengapa kau disini?." tanya Adinda
"apakah aku tidak boleh menemani mu?." jawab Reno
"bo-boleh, aku hanya kaget melihat mu ada disini." ucap Adinda
"nanti malam aku ada acara, apa kau ingin ikut?." tanya Reno
__ADS_1
"kemana?."
"kau akan tau nanti, jadi kau ikut kan? dandan yang cantik ya, aku ingin kau menjadi pasangan ku malam ini." ucap Reno
"pasangan?." Adinda sangat bingung dengan ucapan Reno barusan
"iya, ya sudah kau makan ya, aku sudah siapkan bubur lezat untuk mu." Reno mendekati Adinda mengelus kepala nya sampai sampai ia mencium kening wanita dihadapan nya itu
Adinda tidak mengerti dengan sikap Reno terhadap nya, ia memegangi kening nya yg baru saja mendapati kecupan lembut dari Reno
mengapa dia terlihat begitu dekat dengan ku? sahabat? mungkin kah seorang sahabat berlaku seperti ini? pikir Adinda
sore sore Adinda berjalan keluar di halaman rumah Reno, ia ditemani oleh Rena untuk menyusuri jalanan itu
"mba? memang Reno sedekat apa sama aku?." tanya Adinda
"dekat banget nona, kalian pernah saling jatuh cinta dulu nya, bahkan sampai saat ini tuan Reno masih mencintai anda." jelas Rena terpaksa berbohong akibat Reno memaksa nya
"jatuh cinta? jika itu benar kenapa aku seperti tidak memiliki feeling apapun kepadanya?." kata Adinda lagi
sudah berjam jam mereka mengobrol seraya duduk di bangku halaman
"nona, tuan menyuruh saya untuk membantu nona merapikan diri, karena malam ini tuan akan membawa nona ke sesuatu tempat." ucap Rena
"begitu ya, apa Reno termasuk orang yang suka berpergi pergian?." kata Adinda
"tidak terlalu, mungkin karena hari ini nona baru saja kembali jadi ia ingin mengajak nona pergi, ya sudah mari nona saya bantu rapikan diri." Rena menuntun Adinda memasuki kamar nya
saat sudah malam, Reno menunggu Adinda di ruang tamu, ketika Adinda datang Reno cukup terkejut karena wanita dihadapan nya malam ini sangat tampil sempurna
"kau sangat cantik Adinda malam ini." kata Reno
"terimakasih."
"jadi? ayo kita pergi." Reno menggandeng tangan Adinda dan menuju mobil miliknya
__ADS_1
"hati hati tuan." ucap Rena
30menit kemudian mereka sampai disebuah pesta, di sana terlihat sangat ramai
"hei, siapa wanita ini?." tanya salah satu teman Reno
"a-aku."
"dia kekasih ku." ucap Reno mendahului perkataan Adinda
"wow, it is beautiful." sahut nya
"thanks." Reno tersenyum kepada teman nya itu
kekasih? apa maksud nya?. pikir Adinda dalam hati
"Din, jangan bengong aja dong, ayo ikut aku, kita bisa minum dulu." kata Reno lagi
"ah iya maaf." Adinda mengikuti Reno
"nih kamu cobain, ini enak." Reno memberikan segelas wine
"tapi aku ga minum minuman ini, air putih aja boleh?." jawab Adinda polos
"udah lah ayo nikmatin aja, di tempat ini ga ada yang namanya air putih Adinda." ucap Reno
"ba-baiklah." Adinda meminum segelas wine tersebut
dan terus menerus Reno memberikan nya kepada Adinda, padahal Adinda sudah berusaha untuk menolak nya, namun Reno begitu memaksa.
tak lama Adinda merasakan mual dan muntah di hadapan Reno, Reno yang sudah terlalu banyak meminum minuman itu pun larut dalam pikiran nya sekarang
"hei, kenapa kau muntah disini?." kata Reno asal
"uwweeeeee." Adinda masih saja muntah
__ADS_1
ketika ia berhenti mengeluarkan muntah tersebut, Reno menggendong Adinda yg lemas ke sebuah kamar.