
sesampai nya di rumah, Satria segera melihat istri tercinta nya di kamar
"hai sayang, aku sudah pulang." kata Satria
"akhirnya kau pulang." balas Adinda menghampiri Satria dan membantu nya untuk membuka dasi serta jas yg dipakai nya
"bagaimana sayang hari mu saat ini?." tanya Satria yg kemudian mengecup kening Adinda
"biasa saja, tidak ada yg menyenangkan." wajah Adinda kembali menekuk
"ada apa? mengapa tidak ada yg menyenangkan?." tanya Satria mendekati istrinya
"entah lah, aku sangat bosan." ucap Adinda
"gimana kalau kita pergi malam ini? kau boleh pilih tempat dimana pun yg kau inginkan, asal tidak ke luar negri hehehe, aku belum bisa ke sana karena masih banyak pekerjaan yg harus aku urus." ucap Satria
"benarkah? kita akan pergi malam ini?." jawab Adinda senang
"ya sayang, apapun asal kau senang." kata Satria
"baiklah, aku akan berdandan yg cantik untuk pergi nanti." kata Adinda tersenyum lebar
"sayang? tolong ambilkan handuk ku di dalam lemari, aku ingin mandi." ucap Satria
"sebentar ya." Adinda baru saja melangkahkan kaki nya, namun dirinya merasakan mual serta sakit kepala
"eumm."
__ADS_1
"Adinda?! kau kenapa?." tanya Satria khawatir kemudian Adinda berlari meninggalkan kekhawatiran Satria begitu saja dan langsung menuju kamar mandi, rasanya seperti ingin memuntahkan sesuatu tetapi tidak
"hoeeee."
"hoee."
di luar Satria segera memasuki kamar mandi tempat dimana istrinya masuk dan langsung memegang tubuh sang istri
"sayang? kamu gapapa? kenapa muntah muntah gitu??." tanya Satria melihat wajah Adinda yg mulai pucat
"hmm, aku tidak tahu ini kenapa, tapi rasanya mual sekali, kepala ku pusing." ucap Adinda lesu
"aku akan panggilkan dokter untuk mu." ucap Satria
"Satria? tidak usah ya, kau tidak perlu memanggil dokter untuk ku, aku hanya pusing sedikit, tak usah khawatir." kata Adinda tersenyum kecil ke arah suami nya
"sssssuttttt, aku sudah bilang tidak apa apa." kata Adinda lagi seraya menghentikan Satria untuk berbicara dengan jari telunjuk nya
"baiklah, aku akan membawa mu ke kasur." Satria menggendong istrinya menuju ranjang, dan ia membaringkan tubuh sang istri disana
"terimakasih ya suamiku yg baik hati." kata Adinda
"kau tunggu disini, aku akan buat kan kamu segelas susu hangat." kata Satria berlalu pergi.
mengapa aku bisa mual mual begitu ya? yg ku ingat terakhir kali aku mual karena aku sedang mengandung Arkan pertama kalinya, apakah ini??? kehamilan kedua ku?. batin Adinda penasaran
diluar...
__ADS_1
"tidak, jangan berfikir bodoh Satria! itu tidak mungkin terjadi! istrimu tetap milik mu! tapi bagaimana jika istri ku benar benar mengandung anak laki laki ******** itu?!!! brengsek! dia harus aku balas." gumam Satria seraya melangkahkan kaki nya perlahan menuju dapur
lemas, rasanya lemas sekali, ia sangat takut istrinya mengandung anak dari laki laki lain, sementara Adinda? dia tidak tahu apa apa tentang apa yg terjadi pada diri nya kala itu karena ingatan nya yg belum kembali.
"tahan Satria, pikirkan hal hal yg baik." gumam Satria lagi seraya menghela nafas panjang
ketika Satria sudah membuatkan segelas susu hangat, ia kembali ke kamar dan menghampiri istrinya
"sayang, diminum dulu ya susu nya." ucap Satria
"Satria? kau ingat kan terakhir kali aku mual mual seperti ini?." tanya Adinda yg membuat Satria benar benar terkejut
"e-hmm ya, aku i-ingat sangat ingat, ada apa?." jawab Satria
"apakah saat ini aku hamil lagi dan mengandung anak mu yg kedua?." tanya Adinda dengan mata berbinar
"e-sayang ini belum tentu benar, bisa saja kau hanya masuk angin." kata Satria dengan nada yang tidak enak didengar
"Sat? mengapa jawaban mu begitu? apakah kau tidak menginginkan jika aku mengandung anak mu lagi?." ucap Adinda menunduk sedih
"Adinda, maksud ku bukan begitu." ucap Satria mulai mendekatkan wajah nya ke hadapan sang istri
"aku sangat mencintaimu, kau tau kan? maka dari itu rasanya tak mungkin jika aku tidak menginginkan nya, aku justru berharap kau akan hamil mengandung anak ku lagi." kata Satria
tapi aku sangat tidak berharap jika kau mengandung anak laki laki lain Dinda. gumam Satria dalam hati
"semoga saja aku benar benar hamil ya, aku ingin anak kita perempuan, agar sepasang nanti nya." ucap Adinda senang
__ADS_1
"hm ya." balas Satria dengan senyum paksa