Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
penyusup


__ADS_3

"maafkan aku mas, aku tidak bisa menjaga nya dengan baik." ujar Adinda


"jangan meminta maaf, justru aku yang semestinya mengatakan hal itu, aku telah gagal menjaga mu dan calon buah hati kita, kamu begini juga karena aku, orang itu pasti dendam karena beberapa hari yang lalu aku menolak permintaan nya." ucap Satria menggenggam erat tangan istri nya


"tidak mas, kau sudah cukup berusaha untuk selalu menjaga ku, ta-tapi.." kata Adinda mulai bersedih kembali


"tapi apa sayang?." tanya Satria


"bagaimana dengan mama? apakah dia akan kecewa dengan ku karena gagal memberi nya cucu kedua?." tanya Adinda


"sayang, mas yakin mama ga akan marah, percaya sama mas, mereka pasti mengerti dengan apa yang terjadi." kata Satria


"maafin aku mas, maafin aku." ucap Adinda menangis lagi


"sudah Adinda, hapus air mata mu, sekarang kau harus beristirahat agar cepat pulih, kalau kau sudah sehat, kita bisa membuat kan mama cucu kedua lagi." kata Satria berusaha membuat istri nya tersenyum


"mas?! jangan bicarakan itu di sini, lihat, Farel bahkan mendengarnya." kata Adinda menatap Farel malu, sementara Farel hanya tersenyum dengan apa yang sedang ia dengar


"kalau kamu tidak mau mas membicarakan hal ini di sini, kau harus segera sembuh, agar kita merencanakan nya di rumah, ya sayang?." gumam Satria berhasil membuat istri nya tersenyum


"iya mas, aku akan cepat pulih agar aku bisa mendengar kan rencana gila mu itu di rumah." sahut Adinda, Satria pun segera mencium kening istri nya dan membiarkan Adinda beristirahat.

__ADS_1


"kalau kamu butuh apa apa, bilang sama mas ya sayang, mas akan jaga kamu di sofa." kata Satria


"iya mas, kamu juga istirahat ya." sahut Adinda memegang wajah suami nya


"Farel, kalau kamu ingin pulang tidak apa apa, pulang lah, terimakasih sudah membantu ku." ucap Satria


"baik tuan sama sama, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Farel berlalu pergi.


setelah beberapa jam berlalu, Satria tiba tiba merasa lapar, biasa nya kalau di kantor dia selalu meminta asisten nya untuk membelikan makanan di saat dia tak ingin pergi keluar, tapi sekarang mau tidak mau dia harus membeli nya sendiri karena di rumah sakit tak ada siapapun, Farel sudah kembali pulang banyak yang harus ia urus.


"sayang, aku cari makan dulu sebentar ya, aku akan segera kembali untuk mu." ucap Satria, ia melihat istrinya sedang tertidur nyenyak jadi ia memilih untuk tidak membangunkan nya.


ia juga mulai mendekati Adinda yang sedang tertidur, lalu dia mencoba untuk membekap Adinda dengan bantal yang ada di atas sofa.


"kau harus mati!." gumam orang tersebut, karena merasa terkejut Adinda pun ingin terbangun tetapi nafas nya tertahan oleh bantal itu, sehingga dia memberontak dan berhasil menghempas bantal tersebut.


"siapa kau?!." kata Adinda, melihat wanita dihadapan nya berbicara, seketika pun orang itu mematok dada Adinda dengan jari telunjuk dan tengah nya, dan pada saat itu juga Adinda pingsan.


orang itu segera menarik paksa infusan pada tangan Adinda, sampai terlihat jelas darah mengalir di sana.


ia menggendong Adinda dengan terburu buru seraya mengeluari ruangan tersebut, saking terburu buru nya ia sampai menabrak suster yang ingin mengecek kondisi Adinda

__ADS_1


"hei! siapa kamu membawa pasien kami?!." kata suster berteriak sambil berlari mengejar orang itu yang kabur, orang tersebut berlari sekencangnya seraya menggendong Adinda, namun saat ingin menuju lift tiba tiba seorang laki laki yang sedang bermain ponsel menabrak nya.


"aaagh!." gumam laki laki itu, ponsel nya terpental entah kemana, sementara orang tersebut jatuh, Adinda pun juga terjatuh tergeletak di lantai, kemudian ia berlari tanpa peduli pada Adinda lagi.


"hei!!." panggil laki kaki itu kepada orang tersebut, saat ingin mengejarnya, mata laki laki itu justru melihat seorang wanita tergeletak di lantai dengan darah mengalir di tangan nya, ketika laki laki tersebut membalikkan tubuh Adinda, ia justru sangat terkejut


"ADINDA?!!!." kata nya, pria itu adalah Bryan.


Bryan segera mengangkat tubuh Adinda dan keluar memasuki parkiran, ia menaiki mobil mewah nya dan meletakkan Adinda di kursi depan


"apa yang terjadi pada mu Adinda?!." gumam Bryan, ia membawa Adinda pulang ke kediaman nya, dan memanggil dokter kepercayaan keluarga nya untuk mengecek kondisi Adinda.


setelah di cek, Bryan pun segera mendekati ranjang Adinda


"aku tak menyangka, kondisi mu seburuk ini, sebenarnya apa yang telah kamu lalui Adinda?." kata Bryan


DI TEMPAT LAIN,,


Satria sudah kembali ke rumah sakit dengan membawa 2kotak makanan, namun ketika dia menginjakkan kaki di ruangan istri nya, ia melihat Adinda menghilang, belum lagi ia juga melihat banyak darah yang berceceran di lantai.


"bodoh!!!!! siapa lagi yang mencoba menyakiti istriku!!!!!." kata Satria membanting makanan nya

__ADS_1


__ADS_2