Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kediaman Selin


__ADS_3

"baik, kalo begitu aku antar kamu, jangan menangis lagi ya." ucap Jonatan


Selin mulai mengembangkan senyum nya perlahan dan mengangguk ke arah laki laki dihadapan nya.


1bulan berlalu..


Adinda sudah tampil sangat cantik di depan meja rias nya, sesekali ia terpesona ketika melihat dirinya di dalam cermin. beberapa menit kemudian ia keluar dan mendapati suami nya yang sedang makan dengan lahap


suara ketukan high heels yg di kenakan oleh Adinda membuat suaminya menoleh, dan detik itu juga Satria menatap Adinda dengan rasa kagum se kagum kagum nya.


"sayang?." kata Satria masih menatap wajah istrinya tanpa berkedip


"ya Satria?." jawab Adinda mengambil sebuah gelas berisi air putih di meja makan tersebut lalu segera meminum nya


"kau cantik sekali." ucap Satria


"ahahaha, lucu kamu ya, aku ini memang cantik dari dulu." balas Adinda percaya diri


"ya ya aku akui kau memang sangat cantik sedari dulu, bukti nya aku bisa jatuh cinta pada mu." jawab Satria mulai berdiri merangkul sang istri


"kau mau kemana? siang siang sudah tampil seperti ini?." tanya suaminya menatap serius


"aku ingin pergi." jawab Adinda menaruh gelas nya


"tidak menemui laki laki lain kan? kenapa kamu ingin pergi tapi tak meminta izin dulu pada ku?." kata Satria

__ADS_1


"tentu saja tidak, hei.. aku ini hanya ingin pergi ke rumah kak Selin, kau jangan melarang ku ya karena aku akan sangat marah jika tidak diperbolehkan datang ke rumah nya." sahut Adinda memasang wajah sinis, hal itu membuat suaminya tertawa


"hahaha sayangg, tentu saja tidak akan aku larang jika hanya pergi ke rumah Selin, tapi kenapa kau tidak meminta aku mengantar mu?." kata Satria


"aku bisa pergi di antar oleh pak Rahman, kau kerjakan saja urusan kantor mu, oh ya.. aku akan membawa Arkan ikut dengan ku." jawab Adinda


"ya sudah kalo itu mau mu, tapi kabari aku jika terjadi sesuatu." ucap Satria


"tentu saja sayang, ya sudah aku pergi dulu ya, aku akan ke kamar Arkan untuk menjemputnya." Adinda mencium pipi suaminya lalu pergi menemui putra nya


dikamar Arkan


"Des? tolong jangan lupa perhatikan suami ku, jangan sampai dia telat makan ya, kau bilang pada nya jangan terlalu sibuk bekerja hingga melupakan perutnya atau aku akan marah." kata Adinda


"baik nona, saya akan memperingatkan tuan Satria." balas Desi


"mari nona." pak Rahman mempersilahkan Adinda masuk kedalam mobil


diperjalanan, Adinda meminta pak Rahman agar nanti tidak usah menunggu Adinda sampai pulang karena mungkin akan lama berada di rumah kak Selin.


beberapa jam kemudian mereka sampai di kediaman Selin, rumahnya terlihat mewah tapi tidak lebih mewah dari kediaman Anggara


"pak, bapak pulang duluan saja, saya akan lama berada disini." kata Adinda


"tapi nona, tuan akan marah jika saya meninggalkan nona." jawab pak Rahman

__ADS_1


"tidak, aku akan memarahi nya jika dia berani memarahi mu, ini perintah ku jadi tolong jangan dibantah." ucap Adinda


"baik nona, kalau begitu saya pamit pulang."


didepan pintu Selin sudah menunggu kedatangan Adinda


"waaaah akhirnya kalian datanggg." kata Selin gembira


"tentu saja aku akan datang, bersama putra kecil ku, kau pasti merindukan nya kan." sahut Adinda


"benar sekali, boleh aku menggendong nya?." tanya Selin


"silahkan tidak ada yang melarang." Adinda menyerahkan putra nya pada Selin


"Arkan... keponakan ante sudah besar ya? emuaaahhhh." Selin terus menerus mengajak Arkan berbicara, menciumi nya tanpa bosan


tak lama Jonatan datang ke rumah Selin


"Natan kau datang..." Selin segera menghampiri laki laki yang dicintai nya


"tentu saja sayang, bagaimana kabar mu? baik baik saja kan? sudah makan belum?." Jonatan terus menanyakan keadaan Selin, Adinda melihatnya sangat senang, ternyata Jonatan benar benar menyayangi Selin


"aku baik baik saja, aku sudah makan, oh ya kebetulan sekali ada Adinda disini." kata Selin membuat Jonatan menoleh ke arah Adinda, Jonatan hanya tersenyum dan kembali menatap Selin


"kau senang ya bertemu pria kecil ini?." tanya Jonatan

__ADS_1


"aku senang sekali, karna sudah lama tidak bertemu." jawab Selin menatap Arkan


"lain kali kita buat agar menjadi seperti ini." bisik Jonatan pelan ditelinga Selin, ucapan tersebut membuat wajah Selin mendadak berubah merah, ia sangat malu ketika mendengar hal itu


__ADS_2