Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
hutan


__ADS_3

Adinda berjalan pelan mengikuti jejak seseorang yg baru saja dia lihat


"kenapa aku merasa dia sangat mencurigakan ya? dengan pakaian nya yg seperti itu." gumam Adinda seraya melihat pergerakan seseorang tersebut


ketika seseorang itu pergi menaiki mobil, Adinda pun memanggil taksi untuk mengikuti mobil didepan nya


"pak, ikuti mobil di depan ya, jangan terlalu dekat." kata Adinda


"baik nona." jawab supir taksi


setelah beberapa menit kemudian mobil yg ada di depan Adinda berhenti ditempat yg cukup sepi dan ia memasuki wilayah perhutanan


"hutan??? untuk apa dia ke sana, bahkan melirik sana sini seperti takut jika di ikuti." gumam Adinda lagi


"nona? apa nona ingin mengikuti pria itu ke dalam hutan sana?." ucap supir taksi


"seperti nya iya pak, kalau begitu ini uang nya, terimakasih banyak." kata Adinda membuka pintu mobil


"hati hati nona." kata supir


Adinda memberanikan diri untuk masuk ke dalam hutan itu dan bersembunyi jika pria di depan nya merasa ada yg mengikuti


ya ampun, aku rasa diriku sudah tidak waras, memasuki hutan sepi begini hanya karena ingin mengetahui pria itu sedang apa, tidak ingat apa yg pernah dia lakukan. batin Adinda


"kenapa rasanya ada yg mengikuti ku ya?." ucap pria itu dan berbalik menghadap belakang, untung saja dengan cepat Adinda bersembunyi


"huh, hampir saja aku ketahuan." gumam Adinda yg kembali meneruskan aksi nya


saat sudah hampir sampai pria itu tau jika seseorang sedang mengikuti jejaknya, pria itu mencari cara agar yg mengikuti dirinya bisa keluar dari tempat persembunyian


Reno, dia adalah Reno, Reno kini bersembunyi dibalik pohon besar dan mengintip siapa yg berani masuk ke dalam hutan hanya untuk mengikuti nya


ketika Reno menghilang Adinda pun keluar dengan kebingungan.


"kemana pria itu? tapi di sana ada rumah?? apa mungkin dia ke sana???." kata Adinda


"Adinda?!!!." teriak Reno yg keluar dari pohon besar itu


"ah tidak, dia melihat ku!." Adinda berlari menjauhi Reno, namun sayang nya Reno mengejar agar Adinda tertangkap


"berhenti kamu!." kata Reno


ya ampun selamatkan aku. batin Adinda


"Adinda berhenti!!!!!." ucap Reno lagi


"tidak!!!!!." balas Adinda seraya berteriak


saat sudah lumayan tak terlihat dari Reno, Adinda bersembunyi di semak semak yg tinggi, jantung nya berdegup sangat kencang, ia takut sekali jika Reno mengetahui keberadaan nya


***


di kediaman Anggara, Satria yg sudah bangun dan mandi itu ingin segera meminum segelas susu buatan istrinya tadi pagi, tapi tiba tiba gelas itu terlepas dari genggaman tangan nya

__ADS_1


prakkkk


"uh, sial!." kata Satria, saat ia ingin berjalan keluar perasaan nya mendadak tidak enak


daann...


tringgg tringgggg... ponsel Satria berbunyi


"halo tuan." kata Farel


"ada apa? jika tidak ada kabar yg menarik berhenti lah mengganggu ku." ucap Satria


"justru saya menghubungi tuan karena melihat nona Adinda menaiki taksi sehabis dari supermarket dan mengikuti mobil seseorang, saat saya ikuti dia dan ternyata taksi nona berhenti di depan hutan yg sepi kemudian taksi itu pergi." jelas Farel


"maksud mu? istri ku ke hutan???!." kata Satria


"iya tuan, saya ingin masuk ke dalam tapi kehilangan jejaknya, jadi saya menghubungi tuan sekarang."


"share lokasi kamu, saya ke sana sekarang!." ucap Satria bergegas menuju mobil dan menuju lokasi yg dikirim oleh Farel


setengah jam kemudian Satria sampai dan melihat Farel sedang berdiri menunggu Satria di sana


Satria mengeluari mobil, tak lupa senjata andalan nya itu ia bawa karena takut sewaktu waktu terjadi sesuatu


"ayo cepat!." kata Satria menyuruh Reno ikut masuk ke dalam


"baik tuan."


mereka berdua menyusuri hutan itu, Satria juga sudah mencoba menghubungi Adinda namun seperti nya tak dapat dijangkau, lalu mereka kembali berlari lagi


"Adinda!! dimana kamu?!." ucap Reno


"jangan sampai aku ketangkap." gumam Adinda lirih


"Dinda!!! jangan main main ya, ini hutan, tidak akan ada yg bisa menyelamatkan mu disini!!!." ucap Reno lagi


tubuh Adinda pun dipenuhi keringat karena sangat takut jika Reno berhasil mendapati dirinya


suara jejak kaki semakin mendekat ke arah Adinda, Adinda menutup kedua mata nya dan tidak berani bersuara


"haaa, akhirnya aku menemukan mu, hahahaha." kata Reno yg berhasil menemukan Adinda dibalik semak semak itu


Adinda hanya meringkuk ketakutan serta tidak berani membuka mata nya


"sini kamu!." Reno menarik tangan Adinda dengan keras


"jangan mendekat kamu!!." balas Adinda masih dengan mata terpejam


"kau tau? ini adalah hutan yang sepi, jadi tidak akan ada yg bisa menyelamat kan diri mu sayang." ucap Reno memegang dagu Adinda


"lepas!! tolonggggg!!!!!!! tolonggg akuuuu!!!!." teriak Adinda


"teriak saja, teriak semau mu, karena semuanya akan percuma hahahaha." kata Reno yakin

__ADS_1


"jangan, jangan sakiti aku, aku mohon." kata Adinda takut


"tentu saja tidak sayang, aku tak akan menyakiti mu jika kau menuruti perkataan ku." kata Reno


Adinda pun memberanikan diri untuk membuka mata dan kabur, tapi dengan keadaan tubuh nya yg lemas karena ketakutan ia pun tak bisa berlari dengan cepat sehingga Reno mampu mengejar nya


Reno menarik tangan Adinda lagi dan di dorong nya sampai membentur pohon


"awh." kata Adinda kesakitan akibat tubuh nya terbentur


"aku sudah bilang pada mu, jangan macam macam!!!! kenapa kau ini tidak mengerti?!." ucap Reno mendekati Adinda perlahan lahan


jika seperti ini aku tidak akan mungkin bisa kabur lagi, apa yg ingin dia lakukan??? siapapun tolong aku disini, aku sangat takut. ucap Adinda dalam hati nya


"kau tidak bisa kemana mana sekarang hahahaha." kata Reno yg kini semakin mendekat


tiba tiba,, Bugggggg


sebuah tinjuan keras dari Farel melayang pada Reno, kemudian mereka berdua berkelahi dengan jarak yg sedikit menjauh dari Adinda


Satria berlari dan memeluk Adinda erat.


"Adinda! kau tidak apa apa kan sayang?." kata Satria


"Satria aku sangat takutt." kata Adinda membalas pelukan itu dengan kencang


"jangan takut, aku disini." ucap Satria


terlihat Farel yg kalah saat berkelahi karena Reno memukul Farel dengan sebuah kayu, Reno pun kini mendekati Satria dan Adinda, ia merasa tak takut karena ia memegang sebuah kayu untuk memukul habis Satria detik itu juga


"kita ketemu lagi." ucap Reno


"manusia sialan!! berani sekali kamu menyakiti istriku berulang ulang!!." kata Satria


"hahaha rasakan ini!!!." Reno ingin memukulkan kayu itu pada Satria


Satria memeluk Adinda agar istrinya merasa terlindungi dan akan baik baik saja, kemudian dia mengeluarkan senjata nya dari saku jaket yg dia pakai


"jangan mendekat! atau aku akan menembak jantung mu!." kata Satria dengan tatapan sadis


Reno pun menjatuhkan kayu nya, dan mengangkat kedua tangan nya itu


"oke aku tidak akan mendekat, simpan senjata mu." kata Reno


"aku tidak akan menyimpan nya kalau kau tak pergi dari sini sekarang juga!." ucap Satria


"kita bisa selesaikan tanpa ada kekerasan." kata Reno


"omong kosong!!! pergi kau!!! atau aku.." Satria ingin menekan pistolnya itu lalu Reno pergi berlari menjauh


Adinda hanya menatap suaminya dengan tatapan yg masih ketakutan


"sudah, kamu aman bersama ku, kita pulang sekarang." kata Satria membawa Adinda pergi mengeluari hutan tersebut

__ADS_1


Farel menyusul pelan dengan tubuh sedikit lemas akibat pukulan dari Reno


__ADS_2