
"tidak, aku tidak mau jalan jalan." jawab Adinda
"lalu apa yang kamu ingin kan?." tanya Satria pada istrinya
"aku hanya ingin kau bersikap seperti biasanya, jangan khawatir terlalu berlebihan, karena itu sangat mengganggu kenyamanan ku." ucap Adinda menaikkan salah satu alis nya
"sayang, aku tidak bisa bersikap seperti biasa, kau sedang mengandung anak ku, aku harus memastikan semuanya baik baik saja." sahut Satria
"tapi mas, aku tida..." karena terlalu banyak ocehan yang dikeluarkan dari mulut sang istri, Satria pun segera mengecup bibir Adinda dengan lembut, perlahan lahan ia melumut bibir tersebut dan menjelajahinya ke dalam.
"eeeummph."
mereka kini saling berciuman dengan mesra layaknya pengantin yang baru saja menikah semalam.
"aku sangat mencintai mu." ucap Satria
"aku juga cinta sama kamu mas." sahut Adinda yang kembali mengambil posisi ternyaman nya
saat sedang menikmati waktu bersama sang istri, telepon Satria tiba tiba berbunyi
tringg...tring
"halo tuan?." sebut Farel
"ada apa jam segini menghubungi ku?." tanya Satria
"beberapa pihak Perusahaan Candra datang kemari dan membuat kekacauan karena pengajuan kerja sama yang ia buat kita tolak, saya harap anda bisa datang kemari." ucap Farel
"apa?! berani nya dia membuat kekacauan di kantor ku! aku ke sana sekarang." sahut Satria segera mematikan ponsel nya dan bergegas menuju parkiran, sebelum ia melangkah kan kaki, Adinda memegang tangan nya erat
"mas, mau kemana?." tanya Adinda
"sayang, aku ada urusan di kantor, kau baik baik di rumah ya, hanya sebentar kok." ucap Satria lembut namun Adinda menggeleng karena tak setuju dengan apa yang suami nya katakan
"aku ikut ya mas?." ucap Adinda dengan penuh harap
"tidak sayang, kau tidak boleh ikut, nanti kau kelelahan." balas Satria
__ADS_1
"aku mohon mas, izinin aku ikut ya? aku mau temani kamu pergi." kata Adinda dengan mata berlinang
"huh, baik lah, karena istri ku sedang hamil muda maka akan aku turuti kemauan nya untuk ikut dengan ku." gumam Satria
di perusahaan Anggara,
beberapa laki laki sedang sibuk menghancurkan barang barang yang berada di ruang tunggu, sampai sampai seluruh karyawan ketakutan, namun beberapa ada yang mencoba melawan tapi tetap saja gagal.
"dimana bos mu?!! cepat katakan!!!." ucap laki laki badan besar itu
"jaga mulut mu! kau harus ingat sedang berhadapan dengan siapa!!!." ucap Farel
tak lama Satria pun datang, menggandeng istri nya memasuki kantor yang sangat besar dan mewah itu.
"itu dia bos orang nya sudah datang." kata para bodyguard yang atasan Candra bawa ke perusahaan Anggara
"habisi dia!." kata atasan Candra
bodyguard tersebut dengan cepat memukul tubuh Satria hingga tangan Adinda terlepas dari genggaman nya.
"mass?!!!!." teriak Adinda
"berani berani nya anda mengacau di perusahaan saya!." ucap Satria menunjuk atasan Candra
"benar benar menyedihkan! direktur macam apa kamu?! diajak kerja sama dengan keuntungan yang berlimpah saja tidak mau?!! hah?! sungguh bodoh!." kata Atasan Candra
"hei! kau dengar ini! aku tidak sudi, bekerja sama dengan orang licik seperti kau! jika kau menganggap ku bodoh, kau salah! aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, dengan cara menerima pengajuan kerja sama itu sama saja aku menyerahkan seluruh aset perusahaan ku pada mu nantinya hahah." kata Satria
"menjijikan!!! dari mana kau tau kalau aku akan melakukan hal itu?! sungguh aneh!." kata atasan Candra
"kau yang menjijikan, bisa bisa nya ingin membodohi asisten direktur di perusahaan ini! pria licik!." kata Satria
"bajingan!." ketika Atasan Candra ingin memukul Satria, tiba tiba tangan nya ditahan oleh Farel
"kau tidak bisa berbuat seenak nya pada bos kami! SERANG MEREKA!!!." pinta Farel kepada para karyawan di kantor itu, mereka semua melemparkan sepatu sepatu yg dikenakan nya menuju atasan Candra
"bodoh!! apa yang kalian lakukan?! hentikan! argh." gumam atasan Candra serta bodyguard nya
__ADS_1
"awas saja kalian! ayo semua, kita pergi dari sini!." kata Atasan Candra
"rasain kalian!." kata karyawan 1
"terimakasih Farel dan kalian semua sudah membantu untuk mengusir mereka." kata Satria
"sama sama tuan, kami akan melakukan apapun untuk melindungi perusahaan ini, maaf jika saya mengganggu waktu anda seperti tadi." kata Farel dibalas senyuman oleh Satria
"sayang?! kamu gapapa?." tanya Satria pada istrinya yang duduk gemetar, ketika Adinda melihat suami nya bertanya, ia pun menangis dan memukul mukul pelan samping dada suami nya
"bisa bisa nya kamu bertanya gapapa pada ku?! lihat diri mu mas! kamu dipukuli oleh mereka barusan!." ucap Adinda menangis
"hei, jangan khawatir, aku baik baik saja." kata Satria
"aku takut kau kenapa kenapa!!!!." sahut Adinda lagi, kemudian Satria segera memeluk istri nya dihadapan karyawan, asisten, serta sekretaris dan yang lain nya
"unch sosweaat." ucap karyawan 1
"aku ingin punya suami yang sigap seperti tuan Satria." kata karyawan 2
"jangan merumpi, cepat kembali bekerja." kata Farel
"baik tuan." ucap para karyawan
"tuan, saya akan kembali bekerja, dan semua ini akan dibereskan oleh OB andalan kita." ucap Farel
"terimakasih sekali lagi, silahkan lanjutkan pekerjaan mu." kata Satria pada Farel
"kita pulang sayang." ucap Satria menggendong istri nya
"m-mas?!! aku ga mau pulang! kita harus ke rumah sakit untuk memeriksakan tubuh mu!." pinta Adinda
"tidak perlu sayang, aku baik baik saja." kata Satria tersenyum dan membawa istrinya memasuki mobil
sesampai nya di mobil, Satria mencium punggung tangan istri nya dan mengecup kening Adinda
"jangan khawatir." ucap Satria sebelum ia beralih menuju perut Adinda
__ADS_1
"calon anak ayah, baik baik ya di sana, kita akan selalu menunggu mu." kata Satria lalu mengecup perut Adinda